Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Menemukanmu


__ADS_3

Viona dan Sandra sudah sampai di mall, tujuan mereka memang membeli kalung, tapi tetap saja mereka tergoda untuk membeli pakaian yang lagi diskon disana.


Viona tidak sengaja melihat ada pakaian bayi disana, dia mengusap perutnya, membayangkan bagaimana nanti bayinya itu lahir, apakah wajahnya akan mirip dirinya atau Daniel, pasti bahagia rasanya jika dia telah menjadi seorang ibu, walaupun mungkin dia harus membesarkannya seorang diri.


Rasanya sangat bahagia jika seadainya papanya Daniel tidak mengancam dirinya dengan cara menyakiti keluarganya, mungkin dia sudah hidup bahagia bersama Daniel, membeli pakaian bayi berdua dengan Daniel, bahkan Daniel akan selalu siap siaga saat dia ngidam meminta apapun yang dia mau dengan manja kepada Daniel.


Mimpi... tentu saja itu hanyalah sebuah impian, dari dulu sampai sekarang Daniel hanyalah sebuah impian, yang tak akan pernah bisa dia raih apalagi memilikinya. Makanya sekarang dia sangat bahagia akan memiliki separuh nyawa dari pria itu.


Viona tiba-tiba teringat dengan pesan Alexa di grup WA itu, hatinya sangat sakit membayangkannya, membayangkan bagaimana Daniel dan Alexa bersama semalaman, dia sangat menyesal seharusnya dia tidak perlu membaca pesan di grup WA itu.


Apakah dia sudah melupakan aku dan mulai mencintai Alexa?


Bukannya ini yang kamu inginkan Viona? Menyuruh Daniel untuk melupakan kamu, bahkan kamu yang menyuruh Daniel untuk menikah dengan wanita lain. Lalu kenapa kamu harus sakit hati Viona?


Viona memegang dadanya yang terasa sesak.


Hatinya benar-benar sakit.


Sangat sakit!


Viona segera pergi ke toilet yang ada di mall itu, dia sudah tidak bisa membendung air matanya lagi. Viona sengaja menyalakan air keran agar tidak ada yang mendengarnya menangis.


Viona menangis terisak, sampai dia menutup mulutnya agar tidak ada yang mendengarnya, sangat sakit jika membayangkan nanti Daniel menikah dengan Alexa, walaupun dia sudah mencoba merelakannya tapi tetap saja hatinya tak bisa. Sesakit apapun hatinya, tetap saja dia harus bisa menerima kenyataan ini, bahwa dia dan Daniel tidak akan bersama. Karena mungkin dia sudah ditakdirkan untuk tidak bisa hidup bahagia.


Dunia ini memang teramat kejam baginya.


...****************...


"Tuan, anda mau cincin yang mana?" tanya Asisten Zi, dia dan Daniel sedang memilih cincin pernikahan di salah satu Mall di kota ini.


"Yang mana saja lah terserah kamu." jawab Daniel dengan nada malas.

__ADS_1


Daniel mencoba menelpon Andrian, tumben sekali akhir-akhir ini Andrian sedikit menjaga jarak darinya.


"Kenapa bro?" tanya Andrian ketika mengangkat telepon dari Daniel.


"Lu lagi dimana bro?"


Saat itu Andrian sedang memeluk mesra Alexa, bahkan sebelum menjawab pertanyaan Daniel, dia mengigit buah dada Alexa, Alexa balik mencubitnya karena dia hampir saja menjerit. Tamat sudah riwayatnya untuk menjadi istri dari seorang Daniel Gilbert jika Daniel mendengar jeritan manja Alexa.


"Hari ini gue ambil cuti kebetulan ada kepentingan mendadak."


"Sayang sekali, tadinya gue mau ke rumah lho. Lagi boring gue. Hm ya sudah." Daniel pun mematikan teleponnya.


Alexa jadi penasaran apa Daniel sering curhat sama Andrian, dia rasa lebih baik dia menggodanya lagi dengan cara mencium bibirnya, "Apa Daniel sering curhat sama kamu?"


Andrian malah terkekeh, "Itu rahasia persahabatan aku dengan Daniel."


"Bukannya kamu menyukai aku?" Alexa meraba-raba dada Andrian bahkan tangannya kini semakin menelusur ke bawah.


Alexa sangat geram, dia seperti dianggap pel@cur oleh Andrian. Dia tertawa jahat, "Aku bisa menebak pasti cara berpacaran kamu dan Sandra seperti anak TK, iya kan? Makanya kamu mencari kepuasan sama aku? Padahal aku tau banget lah siapa kamu."


"Jangan bawa-bawa nama Sandra, aku tidak suka mendengarnya. Malam itu kamu yang menggodaku Alexa, padahal aku hanya ingin mengantarkan kamu pulang." Andrian tidak suka jika ada yang menjelek-jelekan pacarnya. Jika bukan karena hasratnya yang begitu menggebu karena sudah terlalu lama berpuasa, dia juga tidak akan mengkhianati Sandra.


Andrian memakai pakaiannya kembali yang bertebaran di lantai "Jadi wajar kan jika aku meminta kamu untuk mempertanggungjawabkan semua ini. Selama aku ingin, kamu harus siap. Selama kamu belum menikah dengan Daniel."


Setelah berpakaian rapi, Andrian meninggalkan Alexa begitu saja.


Alexa sangat kesal dengan ulah pria yang satu ini, dia takut suatu saat nanti dia yang akan menjadi bumerang di dalam hubungannya bersama Daniel.


...****************...


Sandra tau pasti Viona habis menangis di toilet, tapi dia memilih berpura-pura tidak tau demi menghargai perasaan Viona.

__ADS_1


"Sekarang kita mau kemana?" tanya Viona, dia merasa sedikit lega setelah menumpahkan beban di dalam dada. Dia bisa menangis sepuas mungkin di toilet sana.


"Ke toko perhiasan aja ya."


"Oh ya udah."


Mereka pun berjalan menuju toko perhiasan sambil membicarakan apa saja asalkan nyambung, tiba-tiba Viona menghentikan langkahnya saat melihat ada Asisten Zi ditoko perhiasan itu. Dia tau Asisten Zi saat di pesta tiga bulan yang lalu.


"Nah itu cowok nyebelin yang semalam rebutan nasi goreng sama aku Vi." seru Sandra, dia menatap Asisten Zi dengan tatapan kesal.


"Dia asistennya Daniel, lebih baik kita cabut."


"Asistennya Daniel?" Sandra berpikir sejenak, "Oh iya aku baru ingat, pantas aku merasa kayak pernah melihatnya."


Sayangnya Asisten Zi melihat mereka, terlebih lagi matanya membulat begitu melihat ada Viona bersama wanita yang pernah rebutan nasi goreng dengannya.


"Kenapa Asisten Zi?" tanya Daniel, setelah selesai berteleponan dengan Andrian, dia kembali lagi ke toko perhiasan.


"Saya melihat wanita yang selama ini tuan cari." Asisten Zi menunjuk Viona yang tengah berlari bersama Sandra dari kejauhan.


Daniel terperangah melihatnya, walaupun dari kejauhan dia bisa melihat jelas bahwa wanita yang memakai baju merah itu Viona, wanita yang sangat dia rindukan.


Akhirnya dia telah menemukan wanitanya.


"Cepat perintahkan kepada petugas keamanan untuk memboikot mall ini, jangan mengizinkan siapapun keluar dari mall detik ini juga!"


"Baik Tuan."


...****************...


...Haruskah sedia pintu doraemon ini buat bawa Viona kabur 😁...

__ADS_1


__ADS_2