
Malam ini Asisten Zi memutuskan untuk menginap di mansion begitu mendengar Pak Anderson penyakitnya kambuh lagi.
Baginya Pak Anderson adalah malaikatnya karena pria itu yang telah mengadopsinya, membesarkannya dan menyekolahkannya hingga dia seperti ini. Pak Anderson memang menginginkan seorang Asisten yang sangat setia, mempertaruhkan hidup dan matinya untuk keluarganya.
"Bagaimana kabar Tuan Anderson sekarang?"
"Keadaan papa mulai membaik, malah sekarang tidurnya nyenyak sekali." Jawab Daniel.
Malam ini kedua pria itu sedang duduk di ruang tengah dengan memiliki pemikirannya masing-masing. Daniel yang ingin segera besok, dia ingin segera bertemu dengan Viona, mengurungnya seharian di kamar. Dan Asisten Zi, yang nampak kebingungan harus datang atau tidak besok, menikah? Dia sama sekali tidak dapat membayangkan itu.
Apa yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah? Asisten Zi segera mencari jawaban di mr google, dia hanya ingin tau bagaimana kehidupan orang yang sudah menikah.
Daniel yang tak sengaja melihat apa yang Asisten Zi cari di google, dia tertawa renyah, "Mengapa harus bertanya ke google? Kau bisa bertanya padaku? Kau lupa ya aku sudah menikah?"
Wajah Asisten Zi memerah, dia seakan telah ketahuan lagi mencuri, namun dia selalu bisa bersikap tenang. "Aku hanya penasaran."
"Yang dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah itu nomor satu tentu saja s3x." Daniel mendadak jadi guru buat Asisten Zi.
"S3x?" Tentu saja Asisten Zi tau tentang hal itu, walaupun hanya sekedar pemahaman teori, tapi nol praktek. Intinya laki-laki perempuan melakukan penyatuan, keluar masuk, keluar masuk, basah, hamil, jadi anak. Udah gitu aja. Dia sangat tau teori tentang itu, walaupun tidak tau rasanya.
"Iya, s3x sangat penting dalam pernikahan, tentu saja harus saling memuaskan. Apalagi kita sebagai pria, kita harus mahir membuat istri kita puas, jangan hanya memikirkan kepuasan diri sendiri."
Asisten Zi hanya menganggukkan kepala, dia pura-pura mengerti saja.
"Dan yang kedua tentu saja harus saling pengertian dan perhatian, sebagai pasangan suami istri harus begitu. Kita sebagai laki-laki tidak hanya ingin selalu dilayani oleh istri, tapi kita juga harus bisa membantu pekerjaan istri."
Asisten Zi mengangguk lagi, tapi dia rasa ucapan Daniel ada benarnya tentang point ke dua.
"Yang ketiga, selalu bisa bersikap romantis..."
Keempat, kelima, keenam, ketujuh, dan seterusnya, Asisten Zi mendengarkan penjelasan dari Daniel, sampai dia menguap karena pria itu berbicara begitu panjang lebar kali tinggi.
"Paham kan?" tanya Daniel.
"Iya paham, Tuan."
"Hm... tapi ngomong-ngomong untuk apa kamu ingin tau semua itu?" Daniel menatap Asisten Zi dengan penuh rasa curiga.
"Jadi saya memiliki teman, teman saya sama sekali tidak pernah memikirkan tentang pernikahan. Tapi tiba-tiba dia di suruh menikahi seorang wanita hanya karena wanita itu pernah menginap di apartemennya. Dan besok dia di suruh datang untuk menikahi wanita itu, kalau tidak datang, dia tidak boleh bertemu lagi dengannya."
__ADS_1
Daniel menahan tawa, karena dia tau siapa teman yang Asisten Zi maksud, dia sudah tau dari Andrian tentang Sandra yang menginap di rumah Asisten Zi. "Lalu bagaimana perasaan si temannya pada cewek itu?"
"Saya juga tidak tau, dia memang bodoh soal cinta."
"Apa jantungnya berdebar saat bersama wanita itu? Apa dia sangat peduli dan mengkhawatirkan wanita itu sampai tidak rela jika melihatnya sedih atau terluka?"
"Iya memang begitu, Tuan."
"Apa ada perasaan sakit membayangkan seandainya dilarang tidak boleh bertemu lagi?"
"Iya, benar tuan."
"Itu artinya kamu sudah jatuh cinta pada Sandra, Asisten Zi."
Asisten Zi terbelalak, rupanya dia sudah ketahuan oleh Daniel. Padahal dia sama sekali tidak menyebutkan siapa orangnya, tapi mengapa Daniel bisa tau.
"Datang lah, dan perjuangan cinta kamu Asisten Zi. Jangan sampai kamu menyesal seperti aku dulu, sangat sakit saat melihat Viona menikah dengan pria lain."
Benarkah dia memiliki perasaan pada Sandra, dia sendiri pun tidak tau. "Tapi dia menyuruh saya untuk tidak datang, Tuan."
...****************...
"Astaga padahal kamu sudah memakai pakaian seksi begitu, tapi Daniel tidak pulang?" Sandra malah meledak.
Viona padahal sudah menutupnya dengan jaket, rupanya mata Sandra begitu jeli memperhatikan pakaian Viona.
"Harus kah aku memberi kamu kado lingerie besok?" Viona malah balik meledek.
"Ish... jangan lah. Masa aku memakai pakaian begitu?"
"Ya kan hanya Asisten Zi yang lihat, masa kamu pakai di depan umum?"
"Sudah aku bilang Mister Zi tidak akan datang, aku sudah melarangnya." Sandra mengatakannya dengan hati yang meringis, dia merasa tidak enak hati pada Asisten Zi karena sudah banyak merepotkannya apalagi kedua orang tuanya menyuruh Asisten Zi untuk menikahinya gara-gara salah paham, dia tidak ingin Asisten Zi menikahinya kerena keterpaksaan, karena itu dia menyuruh Asisten Zi untuk tidak datang.
"Hmm... padahal dalam hati berharap dia datang, iya kan?" Viona malah menggoda.
Sandra jadi salah tingkah, "Gak lah, aku gak mau dia terpaksa menikah dengan aku."
"Memang kamu siap menanggung malu? Di pesta pernikahan itu, tiba-tiba mempelai pria tidak datang."
__ADS_1
"Makanya aku meminta pernikahan ini sederhana, hanya keluarga dan kerabat yang hadir, dan teman-teman alumni SMA Angkasa, mamaku malah mengundang mereka lewat Grup WA di handphone aku. Orang tua aku malah merasa yakin Mister Zi akan datang."
"Pasti malu lah kalau Asisten Zi tidak datang."
"Tidak apa-apa, kita kan sudah terbiasa dipermalukan di sekolah, iya kan? Aku sudah terbiasa menanggung rasa malu." Sandra pura-pura tertawa.
"Berarti Andrian tau dong kamu akan menikah?"
"Pasti tau, tapi aku sudah tidak peduli lagi sama dia. Dia juga waktu selingkuh tidak mempedulikan aku."
...****************...
Sandra: Besok aku akan menikah, aku harap kalian bisa hadir di pernikahan aku, tapi maaf karena acaranya dadakan, aku gak sempat belum buat kartu undangan. Semoga kalian semua bisa hadir.
Itulah pesan yang dikirim tante Riska ke grup WA Alumni SMA Angkasa. Sampai grup itu ramai sekali.
A: Ko dadakan sekali Sandra?
B: Dengan siapa kamu menikah?
C: Pasti dengan Andrian lah, siapa lagi?
B: Oh iya aku lupa, jadi pasangan fenomenal nomor dua dong setelah Alexa dan Daniel.
D: Tapi kapan Alexa dan Daniel akan menikah?
Alexa yang sedang membaca pesan itu, dia hanya menghela nafas berkali-kali, apalagi malam ini dia dimarahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya gara-gara hamil di luar nikah, dan gak jelas siapa papanya karena Daniel tidak mengakui itu.
Alexa: Secepatnya
E: Tidak sabar aku menantikan undangan pernikahannya Alexa. Aku suka dengan pasangan kalian.
F: Siap-siap patah hati berjamaah kita.
Alexa terpaksa membalas pesan mereka karena tau mereka sedang membicarakannya. Tapi kini perhatiannya kepada pesan Sandra yang bilang akan menikah, dia pikir Sandra akan menikah dengan Andrian.
"Dasar pria brengsek. Setelah menghamili aku, dia enak-enakan mau menikah dengan wanita lain. Tapi baguslah aku juga tidak perlu pertanggungjawabannya, aku hanya mau Daniel."
Sementara itu Andrian, hatinya sangat terluka begitu membaca pesan dari grup WA itu, dia bisa menebak Sandra akan menikah dengan Asisten Zi, mau tidak mau dia harus merelakannya. Dia yang melamar Sandra, tapi Asisten Zi yang menikahi Sandra.
__ADS_1
Andrian tidak bisa memperjuangkan Sandra lagi, karena dia tau Alexa sedang mengadung anaknya. Walaupun dia belum ingin menghubungi Alexa karena sejujurnya dia masih shock dengan kenyataan ini.