Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Bonchap 5


__ADS_3

Flashback sebelum terjadi kecelakaan...


Ziano terpaksa menemui Melinda karena Sandra yang menyuruhnya, bukan untuk mengetahui siapa yang ada di hatinya, tapi dia ingin mempertegas kepada Melinda bahwa dirinya tidak memiliki perasaan apapun pada Melinda.


Wajar saja dulu dia merasa kecewa karena Ziano sudah menganggap Melinda seorang sahabat yang selalu berbagi suka maupun duka, namun tiba-tiba dia menghilang tak ada kabar.


Padahal sudah lama Ziano melupakan Melinda karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Justru kehadiran Sandra yang membuat dirinya merasa berbeda, walaupun awalannya dia tidak tau apa yang dia rasakan pada wanita itu, yang pasti hatinya berdebar-debar setiap kali bersama Sandra.


Dan Ziano baru tau dari Daniel tadi siang, setelah dia membalas pesan dari Melinda. Ziano mendapatkan telepon dari Daniel, Daniel hanya ingin menceritakan apa yang diketahui Viona soal Melinda yang datang ke laundry dan menyuruh Sandra untuk melepaskan Ziano.


Daniel hanya ingin menyelamatkan rumah tangga orang yang sudah dia anggap seorang kakak itu.


Begitu sampai di rumah Melinda, Melinda menyambut kedatangan Ziano dengan begitu sumringah.


"Ziano..." Melinda tersenyum lebar menyambut kedatangan Ziano.


"Silahkan masuk!" Melinda mempersilahkan Ziano masuk ke dalam rumahnya.


Namun Ziano enggan untuk masuk, dia tidak ingin berduaan dengan seorang wanita di dalam satu ruangan selain istrinya.


"Kita berbicara di luar saja."

__ADS_1


"Udah gak apa-apa kok, aku sudah masak kesukaan kamu lho. Lebih baik kita masuk!"


"Maaf aku gak bisa memakannya Mel, aku gak bisa lama-lama disini. Kita berbicara disini saja."


Melinda terpaksa mengalah, dia dan Ziano berbicara di luar rumah.


"Perasaan aku sama kamu tidak lebih dari sekedar seorang sahabat Mel, makanya aku sempat merasa kehilangan kamu karena kamu tiba-tiba pergi begitu saja. Berbeda dengan perasaan aku ke Sandra, ada yang bergetar dari sini." Ziano menunjuk dadanya sendiri.


Perkataan Ziano membuat Melinda kesal, dia tidak menyangka bagaimana mungkin Ziano bisa jatuh cinta pada wanita seperti Sandra.


"Aku hanya mencintai Sandra, dia satu-satunya wanita yang membuat aku merasakan ada perasaan yang berbeda, dia selalu membuat aku susah tidur, membuat aku gelisah, ingin selalu melihatnya, bahkan memilikinya."


Melinda menggigit bibir bawahnya, dia tidak percaya seorang Ziano bisa dengan lancar menceritakan masalah hatinya. "Jadi kamu sengaja datang kesini hanya untuk membicarakan bagaimana besarnya cinta kamu sama perempuan itu, begitu?"


Melinda sakit mendengarnya, dia bisa melihat betapa dalamnya perasaan Ziano pada Sandra, membuat hatinya terasa sangat perih. "Tapi kita masih bisa berteman kan?" Melinda tidak ingin kehilangan Ziano.


"Aku gak bisa, ada hati yang harus aku jaga." Setelah berkata begitu Ziano langsung berpamitan. "Selamat tinggal Melinda, semoga karirmu semakin sukses, hanya itu yang bisa aku ucapkan terakhir kalinya sebagai seorang sahabat."


...****************...


Setelah menemui Melinda, Ziano melanjutkan pekerjaannya kembali ke kantor. Bahkan dia mampir dulu ke toko bunga, dia membeli sebuket bunga mawar untuk Sandra. Dia berharap Sandra menyukai bunga yang dia berikan untuknya nanti.

__ADS_1


Pekerjaan hari ini memang banyak sekali. Sekitar jam 8 malam, Ziano bergegas pergi untuk menemui Sandra, dia tidak sabar ingin segera bertemu dengannya, dia ingin mencurahkan segala isi hatinya pada wanita itu.


Bahkan sambil menyetir mobil, Ziano berusaha beberapa kali latihan untuk mengungkapkan perasaannya pada Sandra.


"Sandra, aku cinta kamu."


Ziano menggelengkan kepala karena dia terdengar begitu kaku mengatakannya.


Ziano mencoba untuk memperlambat perkataannya dan menurunkan volume suaranya sedikit, "Sandra, aku mencintai kamu. Aku jatuh cinta sama kamu."


"Ahhh... mengapa sulit sekali."


Belum juga mengatakannya, hatinya sudah berdebar-debar tak menentu.


Ziano mencoba menghubungi Sandra, dia takut Sandra sudah lama menunggunya. Dia mencoba mengetik pesan untuk Sandra.


[Sandra_


Ziano tak bisa melanjutkan mengirim pesannya begitu melihat ada seseorang yang menyebrang jalan seenaknya, sampai ponsel itu terjatuh ke bawah.


Dengan cepat Ziano banting stir agar tidak menabrak orang itu, namun Ziano tidak dapat mengendalikannya, mobil itu oleng dan berputar begitu cepat, sampai beberapa kali menabrak dinding trotoar membuat bagian depan belakang hancur.

__ADS_1


Braakkk...


Terdengar suara tabrakan yang begitu keras saat mobil yang dikendarai Ziano menabrak pilar di jalan raya.


__ADS_2