
Rumah sakit yang biasanya menjadi tempat yang menegangkan ataupun penuh suka duka. Namun bagi Ziano dan Sandra kini adalah tempat yang romantis untuk mereka berdua, mereka masih saja bercumbu mesra walaupun tak ada satu pun diantara mereka yang ingin memulai duluan untuk mengungkapkan kata cinta.
Ziano turun dari brankar tanpa melepaskan ciuman mereka, dia mengangkat tubuh Sandra untuk duduk diatas brankar.
Mereka melepaskan ciuman untuk mengambil nafas sebentar karena mereka berciuman begitu lama, mereka saling memandang dengan tatapan penuh arti, lalu berciuman kembali.
Ziano membuka kancing baju Sandra satu persatu lalu melepaskan baju itu dan melemparnya ngasal. Ziano mencium Sandra dengan begitu menggebu, sementara tangannya mulai merem@s bongkahan indah yang masih di tutupi bra.
Ziano melepaskan ciuman, dia mulai menciumi leher Sandra yang putih itu, seraya memainkan lidahnya disana, membuat Sandra mencengkram punggung Ziano menahan rasa geli dilehernya.
Ziano menghirup aroma wanita itu dalam-dalam, begitu wangi membuat bira-hinya semakin menjadi, dia memberikan beberapa gigitan kecil di leher Sandra dan menyesapnya meninggalakan beberapa stempel merah.
Ziano mulai turun ke bagian dada, dia menenggelamkan kepalanya di antara belahan dada Sandra, sementara tangannya mulai membuka bra Sandra.
Kini terpampang begitu nyata dua buah kesukaannya, ukuran pd Sandra memang tidak terlalu besar tapi cukup membuat Ziano meleleh melihatnya, apalagi melihat bagian pucuknya yang berwarna merah jambu itu begitu sangat menggoda.
__ADS_1
Ziano mengerti mengapa orang-orang bilang wanita adalah makhluk yang paling indah, selain wajah dan senyumannya, rupanya ada keindahan lainnya dibalik tertutupnya pakaian wanita. Bagaimana tidak ada seorang pria pun yang memuja semua keindahan itu, bahkan ingin memiliki seutuhnya.
Ziano memainkan bagian puncak di bulatan yang kenyal itu, dia memilin-milinnya dengan tangan sampai *1**** itu kini telah mengeras, Ziano memasukannya ke dalam mulutnya dan mulat menyedotnya dengan pelan.
"Emmhhh..." Sandra berusaha keras untuk tidak mendes@h, dia memeluk kepala Ziano yang begitu sangat menikmati buah dadanya.
Sandra semakin menggila saat Ziano semakin rakus menyesap payu-da-ranya, pria itu trus menyesap bagian puncak, sesekali menjilatinya dan menyesap bagian pinggirnya juga.
"Mister Zi.." Sandra sudah tidak tahan dengan perlakuan Ziano.
Ziano mulai membuka rok yang dipakai Sandra, dia sedikit membungkukkan badan menciumi paha Sandra sesekali menyesap paha yang sangat mulus itu.
Lalu Ziano menciumi kain tipis yang berbentuk segitiga itu, padahal belum di buka, tapi tubuh Sandra sudah bergetar, begitu terangsang dengan ciuman Ziano.
"Ahh Mister Zi..."
__ADS_1
Ziano membuka paha Sandra lebar-lebar, dia menciumi kembali kain tipis itu membuatnya kain itu basah.
"Ohhh.. Mister Zi..."
Sandra memegang pinggiran brankar, dia sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan Ziano di bagian pusatnya. Padahal masih terhalang satu helai kain tipis.
"Ahhhh...mmhhh...mmhhh..."
Sandra semakin menggila merasakan lidah Ziano berhasil menyentuh bagian kulitnya, entah bagaimana caranya dia tidak tau yang pasti dia semakin dibuat terus mendes@h gara-gara perlakuan Ziano.
Ziano segera membuka kain segitiga itu membuat Sandra benar-benar telanjang, sementara dirinya masih memakai boxer.
Ziano kembali menenggelamkan kepalanya di antar kedua paha Sandra.
"Ahhh... Mister Zi...Ziano...mmmhhh..." Sandra meracau tidak jelas begitu merasakan lidah Ziano terus bergerak dibawah sana, menyentuh satu titik yang membuatnya meremang.
__ADS_1