Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Tidak Ingin Berpisah


__ADS_3

Setelah pulang dari hotel, Satria langsung pulang ke rumahnya. Dia masih emosi kepada Miska yang menamparnya dengan begitu keras, sampai bibirnya sedikit terluka dan wajahnya memerah. Saat pulang ke rumah, dia menjadi lebih emosi karena Viona sama sekali tidak menyambutnya pulang, wanita itu masih saja mendiamkannya.


Braakk...


Satria membuka pintu dengan begitu keras.


"Viona!" Dia memanggil nama Viona dengan nada tinggi, dengan nafasnya yang begitu berat dengan segala amarahnya.


"Viona!" Satria semakin meninggikan suaranya, bagaimana bisa Viona terus mendiamkannya seperti ini? Padahal dia sudah memutuskan untuk memilih tetap setia pada Viona, mencampakkan Miska yang padahal masa depannya akan terjamin.


Viona masih berada di dalam kamar, dia tidak ingin Satria melihat dirinya yang habis menangis, menangis karena dia sudah membuat hati Daniel terluka walaupun itu untuk kebaikan mereka berdua.


Begitu mendengar Satria berteriak memanggil namanya , apalagi yang kedua kalinya, Viona memutuskan untuk menghampiri Satria, walaupun dia tetap bersikap dingin pada suaminya itu.


Satria melihat Viona yang baru keluar kamar, menyorotinya dengan tatapan yang tajam, "Sampai kapan kamu akan seperti ini?" Akhirnya Satria yang kalah, dia yang tidak kuat jika berdiaman diri terus bersama Viona.

__ADS_1


Viona tak langsung menjawab, dia menatap dingin pada Satria, "Sampai Mas Satria berkata jujur padaku..."


"Jujur apalagi sih heuh, aku sudah berkata jujur semuanya sama kamu."


"Tapi semua itu gak logis Mas, dua tahun Mas Satria baik-baik saja tidak pernah menyentuh aku sama sekali, itu gak masuk akal, kecuali jika Mas Satria memiliki selingkuhan."


Satria dibuat menganga dengan ucapan Viona, bisa-bisanya Viona menganggap dirinya selingkuh. "Selingkuh? Tega sekali kamu menuduh aku seperti itu. Selama ini aku bekerja keras buat kamu."


"Buat aku? Apanya Mas? Aku hampir memenuhi kebutuhan aku dengan hasil kerja aku sendiri, bahkan aku harus membiayai juga cicilan rumah ini. Keuangan kita seperti masing-masing, Mas bilangnya nabung tapi gak ada buktinya?"


Satria menghela nafas dalam-dalam, dia baru sadar uang itu dia gunakan untuk biaya kuliah adiknya, biaya cicilan mobil dan rumah, juga mentraktir teman-temannya.


Satria terbelalak mendengarnya, dia sama sekali tidak percaya Viona akan mengatakan itu padanya, mengajaknya berpisah. "Aku sudah bilang, aku tidak berselingkuh Viona."


Selingkuh atau tidak Viona tak ingin tau lagi, karena dia juga merasa dirinya telah berselingkuh dengan Daniel. "Aku sudah terlanjur jenuh. Aku jenuh dengan pernikahan kita. Aku jenuh dengan semua perlakuan Mas Satria ke aku. Aku rasa lebih baik kita tidak meneruskan lagi pernikahan kita."

__ADS_1


Satria tidak terima, dia tidak ingin melepaskan Viona, "Gak Viona, aku gak akan pernah menceraikan kamu."


"Pernikahan kita sudah gak sehat, Mas."


"Aku yakin kita bisa kembali seperti dulu lagi. Jangan pernah berniat untuk meninggalkan aku."


Viona terdiam. Kenyataannya hati Viona tidak akan mudah untuk kembali seperti dulu, nama Satria sudah tidak ada lagi dihatinya, hanya ada satu nama yang terus bersemayam di dalam sana, yaitu Daniel. Pria itu.


Viona memilih untuk meninggalkan Satria, namun tiba-tiba Satria berlari, dia memeluk Viona dari belakang. "Jangan pernah bilang pisah lagi Viona. Aku tidak ingin kamu pergi dari hidup aku."


Saat Satria memeluk Viona, sama sekali hatinya tidak bergetar, Daniel telah berhasil menggantikan posisi Satria dia dalam hatinya.


Viona ingin melepaskan tangan Satria yang memeluk dirinya. "Mas..."


Tapi Satria semakin mempererat pelukannya, "Tidak perlu menunggu satu bulan lagi Viona, bahkan malam ini pun aku ingin menghabiskan semalaman dengan kamu."

__ADS_1


...****************...


Viona akan menolak atau manggut aja nih? 😅


__ADS_2