
Pagi menyapa dengan cahaya matahari membiaskan cahaya ke lorong kapal itu, Sandra dengan mata terpenjam meraba-raba kasur, dia terlonjak begitu tidak mendapati Ziano di sampingnya. Sandra rasa mungkin Ziano sedang mandi saat ini.
Sekilas terbayang bagaimana kisah percintaan panas diantara dia dan Ziano semalam, entah berapa ronde Ziano melakukannya sampai dia tertidur karena kelelahan. Ziano adalah tipe pria yang sedikit bicara banyak bekerja, karena itu Ziano terus melakukannya lagi dan lagi tanpa bilang mau berapa ronde.
Sandra hanya bisa tersenyum membayangkan apa yang terjadi semalam, ternyata benar kata Viona, rasanya sungguh... ah, pokoknya Sandra malu untuk mengatakannya meski di dalam hati. Yang pasti masih terasa sampai sekarang rasanya. Bahkan jujur saja dia jadi ingin mengulangnya lagi.
Ceklek!
Suara pintu kamar mandi membuyarkan lamunan Sandra, Sandra melihat Ziano yang baru habis mandi, dia melenan saliva memperhatikan tubuh Ziano, apalagi saat membayangkan dia berada dibawah kungkungan tubuh kekar itu.
"Kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Sandra pada Ziano yang sedang mengelap rambutnya dengan handuk.
"Aku pikir kamu kelelahan."
Sandra memperhatikan suasana lautan di luar sana, begitu terlihat indahnya biru air laut yang menyatu dengan birunya langit. "Memangnya kita mau kemana?"
__ADS_1
"Ke Australia," jawab Ziano dengan singkat.
Sandra menjadi jengkel dengan jawaban dari Ziano yang dari tadi singkat terus, pria itu apa kembali ke mode robot lagi setelah berhasil membuatnya tidak perawan lagi?
Sandra rasa lebih baik dia mandi saja, dia ingin meraih pakaiannya yang berserakan di lantai kapal namun dia malu karena masih ada Ziano disana, dia masih merasa malu walaupun Ziano sudah melihat semuanya.
"Kamu mau mandi?" tanya Ziano saat melihat Sandra yang berusaha menjangkau pakaiannya dengan tangannya, sementara tubuhnya masih ditutupi selimut.
"Emm...iya." Sandra nampak malu-malu mengatakannya.
"Oh tidak perlu, Mister Zi. Aku sudah besar bisa mandi sendiri." Sandra tidak bisa membayangkan bagaimana dia dimandikan oleh seorang pria, bahkan dia lupa sampai berapa tahun dia dimandikan oleh mamanya.
Namun Ziano tidak mendengarkan ucapan Sandra, dia langsung menggendong tubuh Sandra ala bridal style, membawa Sandra ke kamar mandi.
__ADS_1
"Mister Zi, padahal aku bisa sendiri." Sandra sangat merasa malu saat Ziano memperhatikan Sandra yang sedang berdiri di bawah guyuran air shower dengan kondisi tanpa busana.
Ziano tidak mendengarkan protes dari Sandra, dia mulai menyabuni tubuh Sandra, mengusap busa sabun pada tubuh Sandra di mulai dari leher Sandra, turun ke dadanya.
Namun sentuhan tangan Ziano pada tubuhnya membuat tubuh Sandra terasa panas, bahkan guyuran air shower itu tak mampu meredakan sesuatu yang bergejolak ditubuhnya.
"Emmmhhh..." Sandra sekuat tenaga menahan diri agar tidak mendes@h , karena saat ini mereka bukan mau bercinta, tapi Ziano hanya ingin memandikannya saja.
Ziano berjongkok mulai menyabuni tubuh Sandra ke bagian bawah, di mulai dari telapak kaki Sandra, Sandra benar-benar diperlakukan seperti bayi oleh pria pelit kata itu.
Sandra merasakan kegelian saat Ziano mulai bersihkan pahanya, apalagi saat melihat wajah Ziano yang saling berhadapan dengan miliknya, membuat Sandra merah merona.
Sandra merasakan jemari Ziano perlahan bergerak di daerah intinya. Membuat tubuhnya menegang.
"Emmhhh... Mister Zi, apa itu juga harus dibersihkan?" Sandra mengigit bibir bawahnya, berusaha kuat untuk tidak mendes@h. Dia sudah berfirasat pasti bukan hanya sekedar memandikannya saja. Tapi mandi plus plus.
__ADS_1