
Semua akses keluar masuk di mall itu telah di blokir, Sandra dan Viona tidak tahu bahwa Mall yang mereka kunjungi itu joint dengan DG Grup, perusahaan yang kini di pimpin Daniel, karena Tuan Anderson sudah tidak mampu lagi mengurus perusahaan.
Sandra dan Viona nampak kebingungan melihat di depan mall banyak orang berkerumun. Terlihat para petugas keamanan sedang mencari seseorang. Dia memeriksa orang-orang disana satu persatu.
Mereka yang ada disana banyak yang tidak terima jalan keluar masuk di tutup begitu saja, makanya berakhir dengan ricuh, banyak yang protes karena akses jalan di blokir secara dadakan.
"Pak, saya harus pulang. Anak saya menunggu."
"Saya buru-buru pak."
"Pak saya gak bisa lama-lama kebelet ini."
"Ada masalah apa ini? Apa ada kasus pencurian?"
Namun para petugas keamanan tidak ingin mendengar beberapa protes dari mereka. Mereka lebih takut dengan amukan Daniel dibandingkan dengan amukan orang-orang yang berkerumun disana.
"Ada apa ini?" tanya Viona dengan nada gelisah, dia takut Daniel keburu mengejarnya.
__ADS_1
"Gak tau Vi, kayaknya ada insiden deh, makanya akses keluar masuk di blokir."
"Aduh bagaimana ini, jangan sampai aku bertemu Daniel, bagaimana kalau ayahnya tau dan menghancurkan usaha om Ari lagi." Viona kelihatan panik sekali.
Masih terbayang bagaimana Om Ari dan Tante Sinta marah padanya gara-gara bisnisnya hancur akibat Tuan Anderson, pria tua itu sangat kejam sekali.
Salah satu petugas keamanan disana tak sengaja melihat Viona dalam jarak yang lumayan jauh karena terhalang dengan kerumunan orang-orang yang berusaha ingin keluar dari mall tersebut.
Petugas keamanan itu mencoba melihat foto yang dikirim asisten Zi, wajahnya mirip sekali dengan wanita cantik yang sedang berdiri di bagian belakang kerumunan. Wanita yang memakai baju merah itu mirip sekali dengan wanita yang diperintahkan Daniel untuk menangkapnya.
"Saya menemukan target." kata salah satu petugas keamanan yang tak sengaja melihat Viona lewat earpiece yang dipasang di telinganya.
Sandra menarik tangan Viona, "Kita ke basement saja Vi."
Viona pasrah saja, mereka segera berlari lagi untuk menghindari pada petugas keamanan itu.
"Target lari ke arah basement." lapor salah satu petugas keamanan disana, sambil dia berusaha melewati kerumunan orang-orang di dalam mall itu.
__ADS_1
"Cepat Minggir!"
"Minggir!"
Mereka berusaha untuk melewati kerumunan itu lebih cepat, tidak boleh sampai kehilangan jejak Viona jika tidak ingin Daniel memecat mereka.
Viona dan Sandra segera masuk ke dalam lift, hampir saja tertangkap oleh beberapa petugas keamanan disana.
Rasanya mereka seperti seorang buronan yang telah melakukan kesalahan besar sampai harus di tangkap oleh para petugas keamanan.
"Vi, yakin kamu gak mau ketemu Daniel?" tanya Sandra sambil membungkukan badannya, memegang lututnya terasa lemas gara-gara berlarian di mall yang besar itu.
"Gak San, aku gak boleh bertemu dia. Dia gak boleh tau aku hamil." Viona takut Daniel akan mengambil bayinya nanti setelah dia melahirkan karena Daniel sebentar lagi akan menikah dengan Alexa. Hanya di dalam rahimnya yang Viona miliki saat ini.
Viona merasakan tubuhnya lemas karena habis berlarian dari tadi.
Begitu sampai di basement, Viona dan Sandra segera keluar dari lift, namun mereka kaget ketika melihat Daniel dan Asisten Zi berdiri disana. Tepat di depan lift.
__ADS_1
...****************...
...Baju merah jangan sampai lepas, ada yang pake baju merah tidak?😁...