
Mereka yang ada disana semakin dikejutkan dengan diputarnya rekaman CCTV 8 tahun yang lalu, dimana terlihat ada mobil Miska masuk ke Mansion Tuan Anderson 2 jam sebelum terjadi kecelakaan Bu Amanda.
Apalagi Tuan Anderson, dia tercengang melihatnya, terlihat dia kebingungan dengan apa yang dia lihat saat ini.
Miska tak bisa berkutik. Rasa takut, marah, dan malu telah bercampur aduk, dia marah pada Daniel yang telah menyelidikinya sampai sejauh ini, dia malu karena dia merasa dipermalukan di depan orang banyak, dan dia takut jika suaminya marah besar padanya lalu menjebloskannya ke dalam penjara.
Begitu juga Satria, dia seakan tidak tau harus menjelaskan apa pada Viona mengenai video di hotel itu.
Daniel sudah berdiri diatas panggung, dia memegang kepalanya yang semakin terasa pusing, bahkan dia sedikit meringis. Tapi dia berusaha terlihat kuat, dia tidak boleh mengagalkan rencananya untuk menghancurkan orang yang telah membunuh mamanya.
Asisten Zi sangat mengkhawatirkan kondisi Daniel, "Tuan, kepala anda harus cepat diobati."
Tapi Daniel tidak menggubrisnya, dia tidak boleh melepaskan Miska, sekalian dia ingin Viona tau jika selama ini Satria telah membohonginya.
__ADS_1
"Dua jam sebelum mamaku meninggal, wanita licik itu." Daniel menunjuk Miska, membuat semua orang menatap Miska, "Telah datang ke kediaman kami, lalu mengapa dulu mengatakan tidak pernah datang kesana pada hari itu?"
Perkataan Daniel menggemparkan seluruh tamu yang berada di acara pesta itu, sama sekali tidak mempercayai bagaimana bisa ada manusia kejam seperti Miska.
"Kejam sekali wanita itu."
"Aku tidak menyangka Bu Miska jahat seperti itu."
"Sudah jelas, pasti dia yang telah membuat Bu Amanda meninggal."
Viona hatinya sangat kacau, antara marah dah kecewa pada suaminya, tapi dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Daniel saat ini, terlebih setelah dia mengetahui mengenai masalah keluarganya, dia sangat merasakan bagaimana sedihnya jika jadi Daniel yang kehilangan mamanya, apalagi mamanya meninggal dengan cara dibunuh.
Bahkan Viona tidak ingin menggubris Satria yang terus memaksanya untuk pulang bersama. "Viona, lebih baik kita pulang, ada yang banyak harus aku bicarakan sama kamu." Satria ingin berlari dari masalah ini.
__ADS_1
Tapi Viona hanya diam, sama sekali dia tidak ingin berbicara pada pria itu.
"Viona, kamu gak apa-apa kan?" tanya Sandra dengan nada khawatir, tatapan Sandra beralih pada Satria, menatapnya dengan penuh rasa kecewa.
"Aku gak apa-apa, San." Sebenarnya hatinya yang tidak baik-baik saja, dia sangat mengkhawatirkan Daniel, Daniel terluka karena menolongnya, tapi dia tidak bisa menunjukkan rasa khawatirnya, membuatnya sangat tersiksa.
Sementara itu, Miska mencoba menjelaskan semuanya pada Pak Anderson, dia harap suaminya masih bisa mempercayainya. "Ini semua fitnah Mas, Mas tau kan Daniel tidak pernah menyukaiku. Aku yakin dia yang merekayasa semua ini untuk mempermalukan aku."
Satria mencoba membela diri juga, dia tidak akan membiarkan karir dan pernikahannya hancur begitu saja, "Iya Tuan, saya dan Bu Miska tidak memiliki hubungan apapun. Saya seorang suami, dan memiliki istri yang ku cintai, bagaimana mungkin saya tega menyelingkuhi istri saya." Agar Pak Anderson percaya padanya, dia mendekatkan jaraknya pada Viona dan menggenggam erat tangannya.
Viona ingin melepaskan tangan Satria, tapi Satria semakin memperkuat gengamannya.
Pak Anderson nampak kebingungan, antara harus mempercayai anaknya sendiri atau istri yang dicintainya.
__ADS_1
"Mengapa kamu melakukan hal sejauh ini Daniel? Hanya demi ingin merebut istri Pak Satria. Mama tau kamu mencintai istri Pak Satria! Tapi kenapa kamu tega sekali memitnah mama." Akhirnya Miska memiliki akal untuk menjatuhkan Daniel, terlebih saat dia melihat bagaimana cara Daniel menolong Viona tadi sampai rela mengorbankan dirinya demi Viona, apalagi dia tau Daniel dan Viona satu SMA, dari Satria.
Para tamu undangan di pesta terlihat kebingungan, tidak tau mana yang telah mengatakan kebenaran dan mana yang telah membohongi mereka.