Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Menginginkan Kamu Malam ini


__ADS_3

"Kamu mau apa datang kesini?" tanya Sandra pada Andrian, begitu Asisten Zi pergi. Sandra menatap Andrian dengan tatapan dingin.


"Ya kangen sama kamu sayang." jawab Andrian, tiba-tiba hari ini rindu sekali dengan kekasihnya itu.


"Kangen? Selama satu bulan ini kamu jarang menghubungi aku lho. Bahkan kita gak pernah bertemu."


"Karena aku sibuk banget sayang, kan kita mau nikah, makanya aku harus kerja keras buat dapat uang yang banyak, untuk mengumpulin biaya pernikahan kita."


Sandra merasa terharu mendengarnya. Tak seharusnya dia marah-marah seperti ini pada Andrian. Padahal Andrian sudah memperlihatkan kesungguhan hatinya pada Sandra.


Selama mereka pacaran, Andrian benar-benar memperlihatkan perubahan sifat playboynya. Bahkan selama ini Andrian selalu bersikap baik dan perhatian padanya.


Andrian membawa Sandra ke dalam pelukannya, "Aku minta maaf karena sudah membuat kamu kecewa, maafkan aku."


Lagi-lagi Sandra luluh pada pria itu. Karena dia juga sangat mencintai Andrian.


"Aku pikir kamu punya cewek lain."

__ADS_1


Andrian terkekeh "Gak mungkin lah sayang."


Sebenarnya memang benar selama satu bulan ini Andrian tak bisa lepas dari Alexa gara-gara Alexa yang tengah mabuk menggodanya, Alexa pikir Andrian itu Daniel, karena Alexa sudah terlanjur membuka seluruh pakaiannya, siapa lelaki yang tidak tahan, apalagi Alexa adalah wanita yang pernah Andrian sukai saat dia masih SMA.


Walaupun saat pertama melakukan penyatuan dengan Alexa dia sedikit kecewa karena dia bukan yang pertama bagi Alexa, ternyata Alexa dulu saat kuliah di Amerika sudah sering melakukannya. Namun karena cara bermain Alexa yang begitu lincah dan agresif membuat Andrian tidak bisa melepaskan Alexa begitu saja. Rasanya malah begitu membuatnya candu. Tapi dia tidak mungkin merebut Alexa dari Daniel.


Dan Andrian sadar ada hati yang harus dijaga, walaupun dulu dia brengsek, tapi dia juga menginginkan seorang istri yang baik pastinya.


"Soalnya aku tau dulu kamu playboy."


"Ya kan dulu, sekarang tidak. Kan kamu yang sudah buat aku berubah."


"Kok sepi sayang?"


"Mama dan papa lagi ke Thailand," Sandra rasa dia tidak perlu membicarakan masalah Viona, nanti juga Andrian tau sendiri dari Daniel.


"Sudah lama?"

__ADS_1


"Ada mungkin sekitar dua minggu yang lalu. Kamu mau minum apa? Biar nanti aku buatkan." Sandra segera beranjak dari duduknya.


"Teh manis aja."


"Baiklah."


Sandra segera pergi ke dapur, dia meraih gula pasir dan teh buat diseduh, lalu di masukan ke dalam gelas. Dia dikagetkan tiba-tiba ada sepasang tangan melingkari perutnya.


Andrian mencium bahu Sandra sambil memeluk Sandra dari belakang, "Aku kangen banget sama kamu sayang." Andrian mengatakannya dengan nafas berat.


Sandra menjadi gugup sekali karena menyadari di rumah tidak ada siapa-siapa, "Aku...aku juga, tapi aku lagi buat teh manis, Andrian"


Andrian membalikkan badan Sandra, menghadap dirinya, dia mengecup bibir Sandra sebentar, merapatkan badannya. "Sayang, kita sudah sama-sama dewasa, mau menikah pula. Aku menginginkan kamu malam ini. Boleh kan?" Dia menatap dengan intens kedua bola mata Sandra.


...****************...


Asisten Zi mencoba untuk menelpon Daniel namun sayangnya ponsel Daniel dari tadi susah untuk dihubungi. Padahal dia ingin menyampaikan informasi mengenai ancaman Tuan Anderson kepada Viona, yang baru dia ketahui dari Sandra.

__ADS_1


Asisten Zi rasa lebih baik dia berbicara secara langsung saja dengan Daniel, karena itu dia segera mengarahkan arah mobilnya menuju Vila pribadi Daniel yang letaknya lumayan jauh. Karena dia tau hari ini Daniel ingin melakukan pernikahan siri dengan Viona.


Mengapa menikah siri? Karena Daniel tidak ingin pernikahannya bersama Viona sampai terdengar oleh Pak Anderson. Dia takut penyakit papanya kambuh gara-gara tidak terima dengan pernikahan mereka. Ini adalah sebuah pernikahan yang sangat rahasia. Dia hanya ingin dengan cepat mengikat Viona agar Viona tidak meninggalkannya lagi.


__ADS_2