Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Bonchap 10


__ADS_3

"Ahhh... Mister Zi...Ziano...mmmhhh..." Sandra meracau tidak jelas begitu merasakan lidah Ziano terus bergerak dibawah sana, menyentuh satu titik yang membuatnya meremang.


Sampai Sandra reflek merebahkan badannya diatas brankar, beberapa kali dia menggeliatkan badannya dan menggelinjang hebat begitu merasakan Ziano terus bermain disana, dia menyesap bagian titik itu sementara lidahnya terus bergerak di sela-sela kelembutan surga dunia.


"Ahhh...Mister Zi...ahhh...mmhh..."


Ziano seakan telah menyiksa Sandra dengan apa yang dilakukan ini, membuat Sandra ingin menjerit manja tapi dia tidak bisa bebas mendes@h karena sekarang dia masih berada di rumah sakit.


Ziano menelusupkan lidahnya masuk ke dalam bagian lorong kecil dibawah sana, entah sampai mana dia bisa masuk, memainkan lidahnya disana, keluar masuk dengan begitu lembut.


"Ahhh...Ziano!" Sampai Sandra tidak sadar menyebutkan nama sang suami.


Ziano masih asik mencumbu milik Sandra, mungkin karena Sandra merawatnya sangat baik dan juga begitu wangi membuat Ziano sangat betah bermain disana.


Ziano bahkan menyedot titik sensitif disana, membuat Sandra menganga, tangannya meraih apa saja yang bisa dia raih, dia menengadah ke atas sambil mendes@h. Rasanya begitu memabukan membuat Sandra terus merengek manja.


"Ahhh... mmhh...mhhh..."


Ziano telah membawa Sandra melayang tinggi ke udara, rasanya begitu tak tertahankan, sampai terasa sesuatu yang mendes@k keluar dari bagian intinya.


"Ahhh...ahhh..." Tubuh Sandra bagaikan tersengat listrik begitu merasakan pelepasannya.


Begitu juga Ziano, dari tadi dia sedang senam 5 jari sambil memainkan milik Sandra.


Ziano tidak mungkin melakukannya sekarang karena kakinya masih sakit jika harus bersentuhan dengan Sandra, dia juga bisa begini karena dengan posisi berdiri sementara Sandra dia biarkan terlentang diatas brankar sementara kaki Sandra menggantung ke bawah.

__ADS_1


Bisa saja dia memaksakannya menahan rasa sakit, tapi dia ingin melakukannya dengan semaksimal mungkin di acara yang paling istimewa untuk mereka berdua dimana mereka nanti akan menjadi mantan perjaka dan mantan perawan, pastinya malam itu akan menjadi malam yang panjang karena Ziano ingin melakukannya lebih dari satu kali bahkan dia mungkin bisa melakukannya di sepanjang malam dengan berbagai macam gaya yang telah dia ketahui dari Daniel.


Hari ini cukup dia memuaskan Sandra saja dan juga sambil melakukan senam 5 jari, agar sang joni mau tidur.


Namun Sandra tidak ingin keenakan sendirian, dia juga ingin memuaskan Ziano, Sandra segera bangkit dan turun dari brankar, dia ingin memuaskan Ziano dengan mulutnya.


Ya begitu lah.


Setelah sama-sama puas, mereka berpakaian lengkap kembali, keduanya nampak canggung, mereka sangat malu jika mengingat mereka bermesraan tak tahu tempat.


Namun Sandra paling pandai menyembunyikan rasa gugupnya, apalagi sekarang dia harus menyuapi Ziano.


"Aku bisa sendiri." Ziano nampak canggung jika harus disuapin seperti itu. Dulu dia pernah disuapin hanya oleh mendiang ibu kandungnya.


"Gak apa-apa, aku ingin menyuapi suami aku, apa itu salah?"


Ziano terpaksa membuka mulutnya membiarkan Sandra menyuapinya. Sebentar-sebentar dia tersenyum karena hatinya merasa tersentuh oleh Sandra.


"Apa kamu sudah menemui Mbak Melinda?"


"Sudah."


"Lalu bagaimana?"


"Apanya?"

__ADS_1


"Hatimu padanya?"


Ziano baru mengerti rupanya bagi seorang wanita tindakan saja tidak cukup, tapi harus juga dengan ucapan.


"Karena bagiku dia hanyalah seorang teman."


"Bukannya dia itu cantik, elegan, dan aku rasa mungkin tipe kamu itu seperti dia."


Sandra berhenti menyuapi Ziano karena Ziano sudah memakannya sampai habis. Dia menyimpan piring diatas nakas. Dan mengambil air minum buat Ziano.


Namun tiba-tiba Ziano berdiri, dia memeluk Sandra dari belakang membuat Sandra merinding seketika. "Karena kamu adalah pemiliknya. Kamu orang yang berhasil masuk ke dalam hatiku."


Deg!


Perkataan Ziano membuat hati Sandra bergetar.


Ziano semakin erat memeluk punggung Sandra, melingkari tangannya ke perut Sandra.


"Aku juga tidak tau alasannya mengapa aku bisa jatuh cinta padamu, tapi bukan kah cinta tidak butuh sebuah alasan? Aku benar-benar mencintai kamu Sandra. Sangat mencintai kamu. Makanya malam itu aku terburu-buru ingin segera datang ke festival dan ingin mengungkapkan perasaan aku. Karena aku tidak ingin berpisah dengan kamu."


...****************...


...Harusnya ada adegan MP disini, tapi karena othornya mumet dari semalam tidak tau pakai gaya apa mengingat Ziano kakinya terluka sementara Sandra masih perawan, maklum masih polos hehe, asli! ...


...Yang bab berikutnya di usahakan gol dah 😁...

__ADS_1


__ADS_2