Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Bonchap 6


__ADS_3

Kini Sandra sudah berada di rumah sakit, begitu dia mendapatkan kabar tentang Ziano yang mengalami kecelakaan, Sandra langsung mencari taksi yang melintas, dia ingin segera melihat keadaan sang suami.


Kondisi Ziano tidak begitu parah, hanya kepalanya yang terluka karena benturan yang keras, dan kakinya juga di bagian betisnya ada luka jahitan, beruntung tidak ada yang patah tulang.


Sandra dari tadi tidak bisa berhenti menangis, apalagi melihat kondisi Ziano yang belum sadarkan diri juga, dia sangat takut kehilangannya, dia benar-benar takut kehilangan Ziano.


Malam ini Ziano telah dirawat di ruang VVIP, Sandra duduk di kursi yang ada di samping Ziano, dia hanya bisa menangis dan menangis, menggenggam tangan Ziano.


"Mister Zi, kamu harus cepat sadar."


"Aku minta maaf, aku adalah wanita pembohong, aku begitu mudahnya bilang ingin melepaskan kamu padahal nyatanya aku gak bisa kehilangan kamu."


"Apapun yang terjadi aku akan berusaha mempertahankan kamu, bahkan jika kamu tidak bisa mencintai aku pun aku akan berusaha mengambil hati kamu."


"Aku akan berusaha membuat kamu jatuh cinta padaku, Mister Zi."


"Karena aku sangat mencintai kamu."


Sandra memang tidak tau pasti Ziano kecelakaan karena ingin menemuinya atau tidak. Dia tidak tau itu semua. Sandra sangat tidak tega melihat Ziano yang kepalanya dibaluti perban, pasti Ziano sangat kesakitan, seperti dirinya yang sangat sakit melihat keadaan Ziano.

__ADS_1


Sandra menggenggam erat tangan Ziano, tanpa disengaja air matanya menetes mengenai tangan Ziano.


...****************...


Pagi harinya...


Sandra terbangun dari tidurnya, dia mengutuk dirinya sendiri, benar-benar merasa bodoh mengapa dia harus tertidur disaat sedang menjaga Ziano.


Namun Sandra membelalakan mata begitu menyadari dirinya telah tertidur diatas brankar, mungkin dari semalaman dia tertidur disana, dia lebih terkejut begitu merasakan ada tangan yang melingkari perutnya dari belakang.


Apa dia sedang bermimpi?


Sandra segera membalikan badan, dia terperangah begitu melihat Ziano yang tersenyum menatap kearahnya.


"Mister Zi, kamu sudah siuman?" Sandra memegang wajah Ziano, dia sangat senang akhirnya Ziano sudah sadarkan diri juga.


"Tapi mengapa aku bisa berada disini? Apa kamu yang memindahkan aku?"


Ziano mengangguk, "Iya."

__ADS_1


"Mengapa bisa? Padahal kondisi kamu masih belum pulih?"


"Aku baik-baik saja, makanya aku kuat menggendong kamu.'


" Tapi..."


Perkataan Sandra terhenti begitu Ziano membawa Sandra ke dalam pelukannya, Pria itu memeluknya dengan begitu erat.


Tanpa sengaja kaki Sandra mengenai betisnya yang ditutupi perban juga. "Shhhh...Argghhh jangan banyak bergerak!" protes Ziano, dia meringis kesakitan.


Sangat merusak suasana.


Sandra kaget, "Kenapa Mister Zi? Apa aku mengenai luka kamu? Lebih baik aku duduk di kursi saja."


Sandra ingin bangkit, tapi dia di tarik kembali oleh Ziano ke dalam dekapannya.


Mengapa Ziano tiba-tiba ingin memeluknya terus? Apa mungkin dia mengalami amnesia sehingga melupakan sikap kakunya? Itulah yang ada dipikiran Sandra.


"Biarkan tetap seperti ini." Ziano tidak ingin melepaskan Sandra, dia ingin wanita itu terus berada di dalam pelukannya.

__ADS_1


Dengan kejadian kecelakaan itu membuat Ziano sadar, dia takut dia tidak bisa memeluk Sandra lagi, dia takut dia tidak diberikan kesempatan untuk menyatakan perasaan. Karena itu dia sangat bersyukur, saat dia tersadar dan membuka matanya, orang yang pertama kali dia lihat adalah wanita yang sangat dia cintai.


__ADS_2