Setelah Berpisah Lima Tahun

Setelah Berpisah Lima Tahun
Menikahi Laura?


__ADS_3

"Tuan Kenzi mengalami trauma pada otaknya. Dia kehilangan ingatan tapi tidak semua. Intinya, dia hanya ingat kejadian lima tahun yang lalu, sedangkan lima tahun berikutnya dia sama sekali tak ingat," jelas Dokter Adrian.


Setelah menjelaskan dengan detail mengenai kesehatan Kenzi, Dokter Adrian pun undur diri karena masih ada beberapa pasien yang harus dia rawat.


Raut wajah Narendra, Audi dan Aulia tentu saja tak enak dipandang. Terutama Audi, dia baru saja mendengar Kenzi mencari-cari Alin lagi.


"Jadi, sebaiknya kita harus bagaimana?" tanya Nenek Aulia. Wanita tua itu berharap dengan adanya musibah seperti ini, Alin dan Kenzi bisa kembali bersama.


"Bilang aja apa adanya, Bu. Bilang saja Kenzi dan Alin sudah cerai, dan sekarang Kenzi tunangannya Laura. Beres," sahut Audi.


Audi memikirkan ini sejak tadi. Dia bisa mengambil keuntungan saat ini. Kenzi pasti akan percaya pada ucapannya.


"Audi, Kenzi tidak mencintai Laura!" seru Nenek Aulia tak setuju. Bagaimanapun, Kenzi adalah cucu kesayangannya.


"Ibu, memang Ibu pikir Alin mau kembali jadi istrinya Kenzi. Ingat, Bu. Dia itu sudah pergi sejak lima tahun yang lalu. Mungkin sekarang dia sudah menikah lagi. Jadi, kita biarkan saja Kenzi dan Laura bersatu," ujar Audi mantap pada pendiriannya.


Aulia menggeleng tak setuju. Namun, dia malas untuk berdebat dengan sang putri.


"Terserah kau saja. Tapi, kalau sampai Kenzi tidak bahagia, itu semua salah kamu," tukas Nenek Aulia. Wanita tua itu pun pergi dari rumah sakit.


Baginya, yang terpenting saat ini adalah kesehatan sang cucu. Semoga Kenzi bisa menerima kenyataan bahwa dia sudah bercerai dengan Alin.


Audi tersenyum senang, dia kembali ke kamar rawat Kenzi disusul oleh Narendra. Sesampainya di kamar Kenzi, ternyata Kenzi sedang berbincang dengan Alex.


"Loh, Kenzi ingat Alex?" tanya Audi heran. Pasalnya kata Dokter Adrian, ingatan Kenzi tertahan di lima tahun ke belakang.


Kenzi menggeleng. "Nggak, Ma. Makanya barusan kami ngobrol. Aku juga sudah tau tentang Alin," jawab Kenzi tenang. Sangat tenang seperti tak ada emosional dalam dirinya.


Alin terkejut, dia berharap Alex tak menceritakan hal lain. Tentang Laura misalnya.

__ADS_1


"Iya, Kenzi. Kamu dan Alin memang sudah bercerai lima tahun yang lalu. Sekarang, kamu adalah tunangan Laura," ucap Audi setenang mungkin agar Kenzi tidak curiga.


Sementara Alex kaget dan terpaku mendengar ucapan ibunda bosnya. Dia ingin memberi tahu Kenzi yang sebenarnya, tapi tak berani.


"Laura? Kapan kami bertunangan?" tanya Kenzi. Dia benar-benar lupa akan hal itu.


"Sudah setahun kalian menjalin hubungan asmara. Kalian tunangan beberapa bulan yang lalu, tapi hanya acara kecil saja. Dan rencananya kalian akan menikah dalam waktu dekat ini," jelas Audi. Satu kebohongan akan melahirkan kebohongan yang lain. Nasi sudah jadi bubur, lebih baik dimakan saja, batin Audi.


"Aku benar-benar tak ingat, Ma. Setiap kali aku berusaha mengingat semuanya, kepala ini sakit," ujar Kenzi. Tangan kanannya memegangi kepala yang masih terbungkus perban.


Sebenarnya, di sudut hati Kenzi yang paling dalam, dia tak merasakan apa pun ketika mendengar nama Laura. 'Bukankah yang hilang adalah ingatanku? Bukan perasaanku. Lalu kenapa, hatiku tak bertaut pada Laura? Kenapa justru aku selalu mengingat Alin?'


"Ya sudah, Nak. Tak usah diingat kalau memang sakit. Jalani saja apa yang ada. Oh, iya Alex. Bisa kita bicara di luar?" tanya Audi. Alex mengangguk kecil, lalu mengikuti langkah ibu Kenzi keluar dari kamar.


Ketika sampai di luar kamar, Audi buru-buru menarik lengan Alex agar menjauh dari sana, menuju tempat yang sepi.


"Alex, kamu adalah asisten setia anakku. Aku adalah ibunya. Aku tau mana yang terbaik untuk Kenzi dan mana yang tidak. Jadi, bisakah kamu tidak perlu memberitahu Kenzi soal Laura?" pinta Audi.


Akan tetapi, Alex tak memiliki hak untuk ikut campur dengan kehidupan pribadi bosnya. Dia hanya bisa mengangguk, mematuhi perintah Nyonya Audi.


Melihat Alex mengangguk patuh, Audi tersenyum puas.


"Oh, iya. Tolong jaga Kenzi agar tidak bertemu lagi dengan Alin. Alin itu wanita ular. Jadi sebaiknya kita jauhkan dia dari Kenzi," ucap Audi.


***


Laura bersenandung kecil dengan hati berbunga-bunga. Beberapa jam yang lalu, dia mendapat kabar bahwa Kenzi kehilangan ingatan. Dan Tante Audi menyuruhnya untuk berpura-pura menjadi tunangan Kenzi. Tentu saja Laura senang bukan main.


Dia segera berdandan cantik dan mengenakan pakaian super mahal untuk bertemu dengan Kenzi.

__ADS_1


"Ah, ternyata Tuhan lagi-lagi berpihak padaku," ucap Laura sambil menatap wajahnya di depan cermin. Satu seringai muncul di bibirnya yang tipis.


"Ha ha ha, Alin. Lagi-lagi kamu kalah!" teriak Laura bahagia.


Sementara di tempat lain, Alin merasa sangat senang karena Naufal bisa menjalankan kemoterapi dengan baik. Dia berharap sang putra diberikan kesembuhan.


"Alin, kamu pergilah ke kantin untuk makan. Biar ibu yang jaga Naufal," ujar Santi.


Alin mengangguk setuju, sejak tadi perutnya juga sudah menahan lapar. Dia pun berjalan santai menuju kantin rumah sakit.


Tak sengaja, dia melihat sosok Alex yang berdiri di depan pintu masuk kantin.


"Alex? Siapa yang sakit?" tanya Alin setelah kakinya mendekati sosok Alex.


Mendengar suaranya disebut, Alex pun menoleh. "Nona Alin? Kok, ada di sini?" tanya Alex heran.


Alin tak berani bicara yang sejujurnya mengenai anaknya. Dia hanya mengatakan bahwa dirinya sedang tak enak badan lalu memeriksa kondisi tubuh.


"Oh, saya kira Nona Alin sudah tau mengenai Bos Kenzi yang kecelakaan beberapa hari yang lalu. Saya kira Non Alin jenguk dia," ujar Alex tak menyadari bahwa ucapannya barusan mengubah ekspresi wajah Alin yang tenang menjadi khawatir.


"Kecelakaan?" tanya Alin. Jantung Alin tiba-tiba terasa sakit, seperti dicubit oleh jari tak kasat mata.


Alex mengangguk, dia pun berpamitan hendak membayar makanan ringannya di kasir.


Hati Alin terasa kosong. Tiba-tiba, dia jadi tak nafsu makan. Pikirannya tak bisa berhenti memikirkan kondisi Kenzi. Ketika Alex keluar dari kantin, Alin diam-diam mengikuti dari belakang dengan perlahan.


Sampailah Alin di depan kamar Kenzi. Kamar Kenzi ini kamar VVIP, Alin tak bisa leluasa menjenguk. Tapi dia benar-benar penasaran dengan kondisi Kenzi. Dia pun melihat Alex masuk ke dalam sebuah kamar. Alin mengikuti sampai di depan pintu yang tak tertutup sempurna.


Dari luar, Alin bisa melihat sosok Kenzi yang pucat dengan perban di kepalanya. Dia sedang dipeluk oleh seorang wanita.

__ADS_1


Kenzi diam ketika dipeluk erat oleh Laura.


Pemandangan itu dilihat oleh Alin. Seketika darah di dalam diri Alin bergejolak panas. Namun, Alin mundur dari sana satu langkah ketika mendengar Kenzi akan segera menikahi Laura.


__ADS_2