Setelah Berpisah Lima Tahun

Setelah Berpisah Lima Tahun
Rencana Kenzi


__ADS_3

Siang ini, Alin merasa sangat lelah. Setelah bekerja melayani pelanggan, dia beristirahat sejenak. Benar saja dugaannya, ternyata dia datang bulan.


Alin meremas perutnya yang terasa sakit, dia hendak meminta izin pada atasannya untuk pulang lebih awal. Setiap bulan, Alin memang sering izin ketika di awal menstruasi. Meskipun begitu, atasannya selalu mengizinkan dengan alasan Alin adalah pegawai yang terampil dan cekatan. Banyak pelanggan yang menyukai sosok Alin.


Itulah salah satu penyebab mengapa teman kerja yang lain merasa cemburu pada Alin.


Sekarang, Alin bersiap-siap untuk pulang. Namun, tiba-tiba dia mendapatkan pesan yang berisikan foto.


Jantung Alin terasa sangat sakit begitu melihat foto yang tampil di dalam ponselnya.


"Alin, terima kasih sudah membesarkan anak ini selama lima tahun. Tapi, akulah yang akan mengasuhnya di masa depan."


Wajah Naufal di dalam potret sedang tersenyum bersama Kenzi dan Laura. 


Alin berusaha menenangkan hatinya. Tapi tetap saja tak bisa.


"Bukankah Kenzi bilang dia akan meninggalkan Laura? Kenapa jadi begini? Apakah dia berubah pikiran. Tapi dia baru saja mengatakannya tadi pagi."


Alin merasa dibohongi kali ini. 


Alin pun segera menelepon nomor Kenzi. Ketika telepon sudah tersambung, Alin segera bicara.


"Maksudnya apa? Kenapa kau ajak Laura bertemu dengan Nau?" tanya Alin, masih berusaha tenang.


"Ya, Laura sudah tau mengenai Naufal. Ternyata dia bersedia menjadi ibu sambungnya Naufal, jadi kita tak perlu kembali seperti dulu," ucap Kenzi di ujung telepon. 


"Kenzi, maksudnya apa? Kamu mau menjauhkan aku dari Naufal? Kenzi jangan berulah! Atau aku tak akan pernah memaafkan kamu!" 


"Aku hanya ingin memberikan keluarga yang utuh untuk anakku. Kamu tak mau kembali bersamaku kan. Jadi apa salahnya aku meminta wanita lain untuk hidup denganku dan memberikan keluarga yang sempurna untuk Nau." Setelah mengatakan hal itu, Kenzi segera menutup teleponnya.


Kenzi memperhatikan sikap lembut Laura pada anaknya. Mereka pergi ke restoran setelah menjemput Naufal pulang sekolah.


Sebenarnya ini ide dari Laura. Sejak Laura mengetahui keberadaan Naufal, gadis itu meminta untuk segera bertemu dengan Naufal. 


"Nau suka es krim rasa apa?" tanya Laura dengan wajah lembutnya.


"Suka rasa cokelat, Tante," jawab Naufal. Anak berusia empat tahun itu pun tersenyum senang. 


Laura segera membelikan dirinya eskrim rasa cokelat.

__ADS_1


Tentu saja Naufal senang bukan main karena dia jarang minum eskrim. Alin sering membatasi makanan yang dikonsumsi oleh Naufal sejak mengetahui Naufal menderita penyakit leukimia.


"Laura, Naufal, setelah ini kita pulang atau mau ke mana?" tanya Kenzi. 


"Nau pulang saja, Ayah. Nau belum izin sama Mami," jawab anak pinta itu. 


"Nau, Tante masih mau main sama Nau. Kalau kita ke kebun binatang dulu, gimana?" tawar wanita itu. Laura sangat pintar merayu. Akhirnya Naufal setuju.


"Tapi, Ayah izin dulu sama Mami ya. Nau takut Mami cari."


Kenzi mengangguk mengiyakan. Tetapi kenyataannya dia tidak memberitahu Alin karena khawatir Alin tak memberikan izin.


Setelah Naufal sembuh dari penyakitnya, Kenzi berencana akan mengambil hak asuh anak itu. Ya, dia sudah terhasut oleh ucapan Laura. Dia merasa Alin sudah cukup menjauhkan dirinya dari anak kandungnya selama lima tahun. Sekarang, Kenzi ingin menyayangi Naufal seutuhnya. Memberikan keluarga yang utuh untuk Naufal.


Dia melihat sosok Laura yang sangat sayang pada Naufal. Sepertinya Laura sangat cocok menjadi ibu sambung Naufal


***


Sementara di tempat lain, Alin berusaha mati-matian menahan rasa sakit di bagian perutnya. Dia terus menghubungi nomer Kenzi, tetapi tetap tak diangkat karena Kenzi sengaja menggunakan mode senyap pada ponselnya.


Air mata Alin berjatuhan di pipi. Dia seperti baru saja diangkat ke surga tadi pagi, kemudian siangnya dijatuhkan ke neraka.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Alin berteriak dalam hati.


Dia berjalan ke arah sekolah Naufal tetapi ternyata sekolah sudah tutup. Dia mencari-cari di sekitar sekolah tapi juga tak bertemu dengan Naufal.


Alin tak bisa membayangkan jika dirinya dan Naufal dipisahkan atau dijauhkan. Dia tak bisa.


Tiba-tiba, hujan turun dengan cukup lebat. Alin masih sibuk mencari sosok Naufal dengan berjalan kaki. Dia tak menghiraukan dinginnya air dari langit, yang penting dia bisa segera bertemu dengan Naufal.


**


Sedangkan Naufal, anak itu baru saja masuk ke dalam mobil setelah lelah melihat-lihat hewan di kebun binatang. Dia pun tertidur di jok belakang karena kelelahan.


"Nau anak yang manis. Tapi wajahnya lebih mirip dengan Alin. Kamu yakin dia anak kalian? Bukan anak Alin dan pria lain?" tanya Laura berusaha menghasut Kenzi lagi.


"Aku sendiri sudah memeriksa DNA-nya tanpa sepengetahuan Alin." Kenzi menjawab datar. Dia segera mengemudikan mobil menuju rumah Alin. Sebelumnya, dia mengantarkan Laura terlebih dahulu ke rumahnya.


***

__ADS_1


Ketika mobil sudah sampai di depan rumah Alin, Kenzi segera menggendong sosok Naufal yang tertidur sangat pulas. Beruntung di saat sampai, hujan pun sudah reda. Jika tidak, tubuh mereka berdua bisa basah.


Kenzi segera mengetuk pintu rumah Alin, dan muncullah Santi. 


"Ya Tuhan, Nau. Kukira Nau ke mana, sampai sore belum pulang."


Santi segera mempersilahkan Kenzi masuk dan menidurkan tubuh Naufal di kamar anak itu. 


"Terima kasih, Nak Kenzi."


Santi begitu khawatir saat dia menjemput Naufal ke sekolah, pihak sekolah sudah mengatakan bahwa Naufal dijemput oleh kedua orang tuanya.


Mata Santi melengok ke arah belakang Kenzi. Dia sedang mencari-cari sosok putrinya.


"Loh Nak Kenzi. Alin ke mana?" tanya Santi.


"Alin? Bukankah seharusnya dia udah pulang?" Kenzi menjelaskan.


"Loh, bukankah dia bersama kalian? Guru Nau bilang, Nau dijemput oleh kedua orang tuanya."


Kenzi menggeleng. "Maaf, Bu. Tadi Nau saya ajak pergi jalan-jalan dengan calon istri saya. Bukan dengan Alin."


Mata Santi langsung terbuka lebar karena saling kagetnya mendengar ucapan Kenzi.


"Lah terus, berarti Alin ke mana?" tanya Santi khawatir.


"Saya nggak tau, Bu. Tadi siang dia telpon. Kukira dia sudah pulang," jawab Kenzi. Ada perasaan khawatir datang memenuhi hatinya. Tapi dia berusaha menepis itu.


"Kalau gitu, tolong carikan Alin, Nak! Saya mohon?" Santi meminta pertolongan pada mantan menantunya itu. Dia sudah tua dan harus menjaga Naufal di rumah. Jadi, dia tak bisa mencari Alin ke luar.


"Iya, Ibu. Saya akan bantu mencari Alin." Kenzi pun berpamitan, dia segera beranjak dari tempat itu dan menaiki mobilnya.


Dia mengemudi mobil dengan pelan sambil melihat ke arah pinggir jalan untuk mencari sosok Alin. 


Akan tetapi, bukan hanya Alin yang kini bisa dia temukan. Melainkan juga menemukan pria yang selalu menjadi saingan Kenzi di masa lalu. Dia tengah memapah tubuh Alin di dekat hatle bus.


Kenzi segera mengeratkan pegangannya pada setir mobil.


"Ternyata benar kata Laura. Aku salah mengenali wanita itu."

__ADS_1


__ADS_2