Setelah Berpisah Lima Tahun

Setelah Berpisah Lima Tahun
Postingan Rendy


__ADS_3

Usai membuat surat lamaran pekerjaan, Alin bergegas ke sekolah Naufal. Dia akan mengajak Naufal berjalan-jalan mumpung dia belum bekerja.


Alin sampai di sekolah TK. Dia melihat sekitar, banyak ibu-ibu yang menjemput anaknya. Mereka menunggu dengan sabar di depan gerbang. Ada gazebo khusus untuk para wali menunggu.


Alin pun berjalan ke sana. Mula-mula, wajah Alin tampak bersemangat dan antusias. Namun, ketika dia duduk dan ibu-ibu di sana menggosip, Alin langsung tak nyaman.


"Eh, Ibu ini mama-nya siapa, ya? Kok, baru keliatan," ujar salah satu ibu murid. Alin tersenyum tipis lalu menjawab bahwa dirinya ibu dari ananda Naufal.


Reaksi ibu-ibu di sana berbeda-beda. Ada yang kaget. Ada yang senang, akhirnya bisa berkenalan dengan Alin, ada juga yang mencemooh.


"Oh, Naufal itu kan seringnya diantar jemput sama Bu Santi. Sekarang Bu Santi udah meninggal. Gimana rasanya anter jemput anak, capek kan?" ejek seorang ibu berperawakan tinggi besar.


Alin hanya diam. Dia enggan menjawab pertanyaan dari ibu tersebut.


"Dengar-dengar sih, Naufal itu juga ga punya bapak. Lihat aja ibunya aja dandanannya kayak orang berada gini, kayak artis. Pasti lah anaknya itu gak jelas bapaknya siapa."


Semakin lama, kok, semakin jauh obrolan ibu-ibu ini. Alin jadi muak.


"Bu, tolong jaga bicaranya ya. Kita sudah dewasa, sebaiknya bicara yang perlu dan baik saja," ujar Alin mengingatkan. Dadanya berdebar kencang, rupanya Alin marah.


"Situ kesindir ya? Kita udah lama di sini, nggak pernah tuh lihat situ sama bapaknya Naufal jemput. Bener dong, anak dari hasil–"


Plak!


Sebelum ibu itu mengatakan hal yang tak ingin didengar oleh Alin, Alin langsung menamp*rnya.


"Berani, ya! Cewek mura*an!" maki ibu itu. Alin benar-benar marah. Namun, tiba-tiba tangannya dipegang seseorang dari belakang.


"Sayang, jangan habiskan tenagamu untuk hal yang tak penting."


Deg!


Jantung Alin hampir copot.


Suara ini? Suara Kenzi? Alin menoleh ke belakang. Ternyata benar, Kenzi berdiri begitu dekat dengan Alin. Bahkan parfum pria itu langsung tercium oleh hidung mancung Alin.


Pria itu mengenakan jas hitam. Wajahnya tertutup kaca mata hitam, namun tetap terlihat tampan dan mempesona.


"Ka–"

__ADS_1


"Sayang, ayo tunggu di sana saja. Sebentar lagi anak-anak pulang, kan. Ayok!" Kenzi menekan kata ayo, agar Alin menjauh dari kumpulan ibu-ibu tukang gosip itu.


"Itu … ya ampun. Ganteng banget. Bapaknya Naufal kah?" Ibu-ibu yang melihat wajah Kenzi langsung berseru histeris. Mereka terpesona oleh wajah tampan Kenzi.


Alin dan Kenzi pun menunggu di depan tempat satpam yang membukakan gerbang.


"Lain kali, kalau mau jemput Nau ajak aku," ucap Kenzi.


Tentu saja jantung Alin berdebar keras tak karuan. Namun, dia mencoba menetralisir perasaannya terhadap Kenzi. Biar bagaimanapun, dia hanya seorang simpanan, tak pantas berharap lebih.


"Kau sangat santai, ya. Sampai-sampai bisa jemput Nau ke sini," sindir Alin.


Kenzi hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Alin.


"Aku sudah kehilangan momen kebersamaan dengan Nau selama lima tahun. Jadi, wajar kan sekarang aku ingin selalu memperhatikan dia," jawab Kenzi. Seketika, perasaan bersalah muncul dalam hati Alin.


"Kau sendiri? Bukankah biasanya kau masih bekerja jam segini?" tanya Kenzi. Alin tak menjawab, dia malu kalau sampai Kenzi tahu dia dipecat.


"Bisu, hah?" Suara Kenzi mulai terdengar kesal.


"Aku kira kau tidak bisa jemput Nau, jadi aku ke sini," ucap Alin. Dia rasa alasannya kali ini cukup masuk akal.


"Paman!" seru Melodi. Di belakang Melodi, Naufal mengikuti.


Melodi langsung memeluk tubuh Alin, dan menatap pamannya. Ekspresinya sangat menggemaskan.


"Paman, benarkah Nau adalah anak Paman?" tanya Melodi.


Kenzi mengangguk. Pasti Naufal yang bercerita pada gadis kecil ini. "Pantes saja, Paman tak pernah jemput dan antar aku lagi. Ternyata paman sudah punya anak sendiri," ujar Melodi. Wajahnya cemberut, tapi lucu.


"Melodi, dia adalah saudara kamu. Jadi, kalian harus rukun ya. Saling membantu," ucap Kenzi.


"Mami dan ayah, kita mau ke mana? Ajak Melodi sekalian yuk!"


Kenzi yang sebenarnya masih memiliki pekerjaan di kantor hanya bisa meminta maaf pada Naufal dan Melodi. Dia menjemput Naufal karena memang sudah tak ada lagi Bu Santi yang bisa menjemput. Dan dia pikir Alin juga sedang bekerja.


"Maafkan ayah. Lain kali saja, ayah janji akan ajak kalian bermain," ujar Kenzi.


Melihat kedua bocah jadi murung, Alin pun berseru. "Jangan sedih, gimana kalau sama Mami aja jalan-jalannya?" Melodi dan Naufal mengangguk semangat.

__ADS_1


Akhirnya, Kenzi meminta Alex untuk mengantarkan Alin, Naufal dan Melodi jalan-jalan. Sedangkan dirinya kembali ke kantor menggunakan taksi.


***


Sesampainya di kantor, Kenzi kembali memeriksa data keuangan dan perkembangan perusahaannya. Ada beberapa artis dan aktor pendatang baru yang kita agensi Kenzi.


Kenzi pun mulai memilah-milah mana yang akan dipertahankan di agensinya, mana yang harus diusir.


Tiba-tiba, Kenzi teringat suara Alin yang merdu. Dia pun membuka sosial media. Mencari akun ** milik Alin.


Alin baru memposting dua kali cover lagu. Kenzi sangat mengagumi suara dan wajah Alin yang begitu menghayati ketika bernyanyi.


"Bagaimana kalau dia jadi artis atau penyanyi? Pasti dia akan sukses," gumam Kenzi.


Tangan Kenzi menggulir, membaca setiap komentar yang mampir di postingan Alin. Dia sedikit tak nyaman karena cemburu. Banyak laki-laki yang menggoda dan memuji Alin di akun tersebut.


"Ck! Wanita ini, cuma suara saja bisa menggoda banyak pria. Apalagi kalau dia akting," ucap Kenzi.


Kenzi terus menggulir media sosial, sampai-sampai dia lupa akan pekerjaan yang menumpuk. Cinta memang sehebat itu, bisa membuat orang berubah karakter dan kebiasaan.


Jari Kenzi berhenti di saat matanya menangkap satu akun yang tak asing baginya.


'Rendy_76'


Nama akun itu.


Itu akun rivalnya. Kenzi pun membuka halaman akun tersebut. Ternyata dia memfollow akun Alin.


Dia melihat-lihat postingan Rendy, ternyata Rendy rajin membuat konten juga. Rendy banyak disukai oleh followers perempuan.


Kenzi penasaran dengan satu postingan milik Rendy yang terlihat ambigu.


Postingan nya berupa video pendek Rendy sedang di pantai. Dia membubuhkan emoticon.


"Lima tahun yang lalu aku bertemu seorang peri cantik. Sayang dia sudah memiliki pendamping. Dan betapa bodohnya aku membuat dia berpisah dengan pria itu. Bisakah aku memutar waktu, membuat kalian kembali bersama."


Di sana, terlihat Rendy menuliskan inisial nama di pasir pantai. Kenzi melihat inisialnya.


A & K, i'm sorry.

__ADS_1


Kenzi sangat terkejut. Apakah yang dimaksud oleh Rendy adalah dirinya dan Alin? Kenzi merasa, banyak hal berwarna abu-abu yang harus diselidiki secepatnya.


__ADS_2