Setelah Tiga Hari Pernikahan

Setelah Tiga Hari Pernikahan
Hidup Terus Berlanjut


__ADS_3

Terana sudah berangsur pulih. Sudah satu pekan berlalu, akhirnya ia kembali beraktifitas dengan normal.


Sudah satu pekan pula ia tidak lagi didatangi oleh Erick Erlangga yang selalu datang dan pergi seperti Jailangkung yang sangat mengganggu ketenteraman.


Akhirnya dia nyerah juga. Baguslah, setidaknya dia sudah lelah dan akan menghilang dengan sendirinya.


.


Menghormati permohonan mama Gea untuk membiarkan Rana memiliki waktu sendirian untuk berpikir,  Erick berusaha menahan diri dan tidak mengganggu ketentraman Terana. keinginan Terana adalah menikmati kesendirian tanpa siapapun. Dengan terpaksa Erick pulang kosong ke Jerman, sedangkan mama Gea pun pulang ke Panama seorang diri. Tapi hubungan mama dengan Rana jauh lebih baik ketimbang dengan Erick Erlangga.


Mama aja gak bisa membuatnya luluh, apa lagi aku yang sudah tidak dianggap. Terana, mau sampai kapan Kau seperti ini?


Agar bisa memantau istrinya dari kejauhan, Erick menyewa jasa seorang informan terpercaya yang direkomendasikan oleh ibunya, bunda Megan.


Bib,


Sebuah pesan gambar dari sang informan kembali dibukanya. Dari gambar ini, ia menyimpulkan bahwa istrinya hanya mengisi lambung dengan mie instan selama beberapa hari berturut-turut.


Ini tidak benar. Mana bisa orang hanya memakan makanan seperti ini. Terana benar-benar keras kepala.


Erick menghubungi Terana, berharap panggilannya kali ini dijawab.


[Ya ...] jawab Rana dari kejauhan.


[Ran, aku mengirim seseorang mengantarkan makanan untukmu. Dimakan, ya...]


[Aku sudah makan.] dijawab dengan tenang, namun datar.


[Yang Kau makan itu bukan makanan. Rana, sayangi tubuhmu. Turuti apa kata suami, okey,]


[Kau mengawasiku? Kurang kerjaan kah?]


[Ya, aku harus mengawasi istriku bahkan ketika aku di negara lain. Karen aku sayang, jadi harus kujaga.] Erick terdengar seperti kang gombal yang sok romantis.


Rana mengakhiri panggilan dan mematikan ponselnya. Sedikit muyak mendengar suara Erick.

__ADS_1


Erick berkali-kali dibuat gerah dengan ketidakpekaan Terana.


Oke, tidak masalah jika tidak peka, asalkan jangan sampai mendengar bahwa Terana terlibat dengan pria lain, maka semua akan aman terkendali.


Tiga hari setelahnya, ponsel Terana kembali berdering sangat lama. Ia lirik sekilas layar ponselnya yang menyala.


ERICK memanggil.


[Rick, jangan banyak basa-basi. Kita sudah bukan siapa-siapa.] Rana tidak lagi menyapa dengan baik.


[Itu katamu, Rana. Tapi kataku, kita adalah pasangan. Pasangan yang akan kembali bahagia dan menua bersama.]


[Siapa yang bilang aku mau menua bersamamu? Cari saja teman hidup yang baru. Orang sepertimu, pasti banyak yang suka. Jangan ganggu aku lagi. Aku sedang banyak kerjaan.]


[Apa kau yakin, Rana? Kalau aku ada yang baru, kau akan menangis dalam penyesalan.]


[Oh, ya ampun kenapa aku harus menyesal? Aku akan sangat bahagia. Karena dengan begitu aku bisa hidup tenang tanpa gangguan.]


[Baiklah kalau itu maumu Terana, aku akan pulang minggu depan untuk bertunangan dengan seseorang.]


Mungkinkah Terana terkejut mendengarnya?


[Itu berita bagus. Tapi secepatnya keluarkan akta cerai kita, agar orang lain tidak mengira kau berkhianat dibelakangku.]


Terana kembali mengakhiri panggilan, kemudian lanjut memoles papan lukisan dengan tangan lincah.


Kembali ia teringat apa yang baru di dengar telinganya. Menyesal? Baiklah, Aku akan menghabiskan waktu lima menit untuk menangisi kebahagiaanmu.


Terana kembali mengingat kalimat yang pernah dikatakan oleh sahabatnya, bahwa pernikahan maupun pasangan sama sekali tidak penting.


Kamu benar Ezra, sendiri lebih baik. Aku akan mengikuti jejakmu menjadi seorang wanita tanpa lelaki.


.


Akhir pekan kembali tiba. Sudah tiga pekan Erick habiskan untuk bekerja dengan giat.

__ADS_1


Saatnya kembali, aku harus menculik si Terana.


Tiba di apartemen, Erick mendapat telepon dari mama Gea.


[Rick, gimana Nak? Apa kamu sudah memikirkan rencana kita?] Gea terdengar harap-hatap cemas.


[Ma, aku tidak yakin dengan rencana lucu ini. Lebih baik aku menculiknya langsung dari pada sandiwara pertunangan.]


[Tapi Rick, mama pengen dia sadar kalau dia itu tidak bisa kehilangan kamu.]


Gea sangat percaya diri tentang perasaan putrinya. Menurutnya, sandiwara pertunangan Erick akan membuka kesadaran Terana tentang perasaannya terhadap Erick.


.


Beralih ke Terana.


Saat sedang mengerjakan finishing lukisan karya tangannya, ponsel krmbali berdering


TANTE MEGAN memanggil.


Membaca nama yang tertera sedang ingin terhu bung dengannya, Rana menjawab panggilan itu.


[Ya tante,] sapanya.


[Ran, ini gawat. Erick akan pulang tapi kenapa terdengar akan segera menikah. Ini kabar buruk, sayang. Kau harus bertidak] terdengar serius, namun bagi Rana, ini suatu kelegaan.


Tadinya ia khawatir jika Erick akan terus bergentayangan disekitarnya, tapi rupanya pria itu diam-diam sudah mengepakkan sayap.


Ternyata benar, laki-laki memang tidak membutuhkan waktu lama untuk meratap.


Baguslah, kau menikahlah dan semoga bidupmu bahagia. Mungkin kau terburu-buru tapi aku percaya, kau tidak akan salah dalam memilih pasangan.


.


.

__ADS_1


Abis....


__ADS_2