Setelah Tiga Hari Pernikahan

Setelah Tiga Hari Pernikahan
Kamera Penjahat


__ADS_3

Guys guys.....


Moonmaap ya, belakangan aku jarang up.


Gini, baby aku yg skrg berumur 9 bln lagi aktif2nya . Mohon pengertian kalian semua..


Yuk semangat!


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Sebenarnya Terana tidak tertarik lagi untuk melihat dunia luar. Ia lebih nyaman hanya tinggal di apartemennya, mengisi waktu dengan mengerjakan proyek lukisannya. Ia pun bisa memenuhi segala kebutuhan hanya melalui telpon dan pesan antar. Hidupnya terasa begitu simple tanpa harus berpergian yang hanya akan membuatnya bertemu teman ataupun orang yang mengenalnya. Ini adalah Imbas dari perjalanan hidupnya yang tidak menyenangkan dan ia tidak ingin orang lain megetahuinya serta memandangnya dengan wajah kasihan nantinya.


Tapi mau tidak mau ia harus kelur kali ini untuk menghadiri acara makan malam keluarga sekaligus pesta kecil ulang tahun pernikahan mantan mertuanya, Megan dan Morgan. Yang katanya, melalui moment itu Erick Erlangga akan kembali melamar seorang wanita untuk ia jadikan istrinya.


Dibalut dress dengan gaya bodycon, Terana siap untuk pergi. Penampilannya yang menantang seketika membuatnya merasa tidak percaya diri saat menatap cermin.


Tubuhnya yang nampak sangat kurus sangatlah tidak menarik jika mengenakan pakaian press body.


Kenapa aku jadi begitu kurus? Perasaan aktivitas makanku normal tiga kali sehari seperti manusia pada umumnya.


Dari pada terlihat aneh, Terana kembali membuka lemari dan memilih dress cassual yang lebih tertutup.


Sadar diri Terana, kenakan yang sopan biar gak dikira janda gatel yang pengen tebar pesona ke mantan.


"Mantan?"


Terana mulai bermonolog.


"Erick sudah move-on dari aku? Artinya dia sudah melupakan kisah kami? Secepat itukah?" Entah kenapa, memikirkan hal ini membuat Terana merasa sangat sedih kali ini. Ia pun menangis. Benar-benar menangis.


Masuk ke dalam selimut, Terana menangis kencang meratapi keadaan dan perasaannya yang sedang kacau.


Rana meluapkan seluruh perasaannya dalam tangis kesedihan yang teramat dalam.


Selama lima menit tangisan itu berlangsung, Terana mulai menyadarkan dirinya.


Untuk apa lama-lama menangisi kebahagiaan mantan? Terana tidak bisa membiarkan dirinya berlama-lama terlihat seperti orang yang tersakiti.


Bangkit, menjadi lebih kuat, Terana berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Ia harus mengusir sembab dimatanya dengan mencuci muka.


Kembali ke hadapan meja rias, Terana musti mempoles ulang riasannya yang telah pudar.


Selagi memoles lipstick di bibir, Terana tiba-tiba teringat akan sesuatu. Iapun sedikit menunduk untuk membuka laci meja riasnya dan mengambil kotak cincin pernikahannya dari sana.


"Benda ini akan aku kembalikan ke pemiliknya. Seandainya dia gak mau terima, ya dengan senang hati aku jual. Lumayan kan."


Bruk...

__ADS_1


Vas bunga mini yang ia letakkan di sisi meja tak sengaja tersenggol oleh tangannya hingga terjatuh dan pecah.


Mau tak mau Rana harus membereskannya. Karena kalau bukan dirinya, memangnya siapa lagi?


Apa ini?


Rana terperanjat ketika menemukan sebuah benda tak asing disana. Sebuah kamera yang sangat kecil.


Untuk apa kamera ada di sini?


Refleks ia membuang benda kecil itu. Tubuhnya terasa bergetar sampai ia kehilangan keseimbangan, membuatnya terjatuh ke lantai.


Rana melihat kesegala sisi kamarnya sambil berpikir. Rana ketakutan dengan pikirannya sendiri.


Ia teringat, satu pekan lalu ia kedatangan seorang pria yang mengaku sebagai teknisi yang yang akan membantunya meperbaiki kran air di kamar mandinya.


Orang itu, dia pasti orang yang melakukan ini.


Berpikir tentang kamar mandi, Rana berusaha kembali berdiri. Meskipun perasaan takut, gelisah menghantui, Terana membuka pintu kamar mandinya dan berjalan mengendap masuk.


Gerak geriknya seperti sedang mencari-cari jika kemungkinan masih ada kamera lainnya.


Insting benar-benar membawanya menemukan alat pengintai lainnya, yang ditempelkan di sisi washtafel.


Rana mencopot benda itu lalu meremasnya dengan rasa marah bercampur perasaan sedih. Benda kecil yang diarahkan menghadap shower mandinya membuktikan bahwa ini merupakan tindak kejahatan. Rana semakin merasa marah sampai air matanya pun keluar.


Lupakan saja tentang menghadiri acara keluarga, Rana berniat pergi ke kantor polisi serta membawa dua barang bukti.


Menuruni tangga darurat dengan setengah berlari, kakinya terhenti mendadak ketika berpapasan dengan seorang pria.


Pria ini ...


Rana terlihat jelas bereaksi aneh. Ia gelisah. "Mau buang sampah? Butuh bantuan saya?"


Pria itu perlahan menatap tangan Terana yang mengerat bawaannya.


"Oh, aku ... Bisa membuangnya sendiri. Trima kasih."


"Tidak perlu repot untuk turun, biar aku membantumu membuangnya." pria itu terus memaksa. Ia bahkan ingin merampas itu dari Terana. Rana yang mengerti niatnya, segera kabur. Ia berbalik kembali ke atas. Pria itu mengejarnya.


.


Menggelar acara makan malam di ruang VIP hotel mewah, pesta kecil itu akan segera mulai tapi seseorang yang ditunggu Erick belum juga tiba.


Mama Gea mulai terlihat. Wanita itu melangkah dengan anggun, sendirian. Terana tidak datang dengan ibunya.


"Ma, mana Rana?"

__ADS_1


"Rick, Rana ga mau dijemput. Mama pengen jemput dia tadi tapi dianya nolak."


Baik mama maupun Erick menghubungi Rana bergantian.


[Halo, Mama ... Mama ... Mama ...]


[Sayang, kenapa kamu? Ada apa?]


Suara Terana terdengar jelas sedang tidak baik-baik saja. Hanya terdengar getaran tangis, pasti sedang terjadi sesuatu.


[Ran, tunggu disana sayang, mama akan jemput kamu.]


"Ma, ada apa?"


"Mama gak tahu Rick, Rana menangis." Gea pergi meninggalkan acara begitu saja. Erick pun menyusulnya.


Di perjalanan.


"Rick, ada hal yang ingin mama ceritakan ke kamu. Ini tentang Rana."


"Iya, Ma ... Ada apa?"


"Rick, Rana itu ... mama yakin dia masih punya perasaan sama kamu."


"Iya Ma, aku tahu. Dia masih ada perasaan, tapi hanya perasaan terganggu saat aku muncul di dekatnya."


"Bukan itu, Nak. Tapi baru-baru ini Rana mengetahui hal buruk yang pernah ia lalui saat kecil dulu. Rick, perasaanmu mungkin akan berubah setelah mendengar kisahnya." Mama Gea tiba-tiba terisak, seolah ia sedang menahan rasa sakit.


Erick berinisiatif menepikan mobil. Kisah macam apa yang telah istrinya lewati sehingga membuat mama sesedih ini? Erick penasaran tapi ia juga tidak menuntut mama untuk bercerita.


"Rick, Rana pernah mengalami pelecehan se*sual saat masih kecil. Itu sebabnya dia merasa rendah diri dan merasa gak pantas hidup sama kamu."


Erick terdiam. Tentu saja ia terkejut. Mama Gea terus menjelaskan semuanya. Penjelasan tentang kisah yang begitu pedih.


Kamu adalah orang baik. Kamu berhak mendapatkan pendamping yang sempurna. maaf, aku baru menyadari kalau aku ini gak pantas, kita seharusnya gak perlu menikah. Kamu cari aja perempuan lain.


Ada rasa sedih, marah, kasihan, bercampur jadi satu di hati Erick. Bagaimana bisa Terana memiliki pengalaman buruk seperti itu? Kenapa ada manusia yang begitu tega terhadap Terana kecil?


Erick mengusap punggung mama Gea, ikut merasakan kesedihan.


"Ma, aku akan jalankan mobil. Kita jemput Terana ya,"


Mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang.


Rana ... Aku mengerti sekarang apa yang hatimu rasakan. Maafkan aku, disaat kau mengetahui kepahitan itu, aku tidak disampingmu.


.

__ADS_1


Abis dulu ya...


__ADS_2