
Malam hari di kediaman Michele ( ayah Cassie )
Cassie diundang ayahnya untuk makan malam bersama untuk membicarakan sesuatu yang penting.
" Kapan kamu kembali dari Amerika ? " ( tanya ayah Cassie )
Mama Cassie memandanginya memberikan kode Cassie untuk berbohong.
" baru kemarin pa " ( jawab Cassie santun )
" Bagus sekali, anak temen papa ingin menemui kamu. Dia merupakan satu-satunya cucu keluarga Baldwin yang mempunyai perusahaan terbesar di Asia. Sekarang dia sudah menjadi CEO perusahaan milik kakeknya tsb. Umurnya tidak jauh beda dengan kamu mungkin 2-3 tahun lebih tua. Ayah mau kalian kenal lebih dekat "
Seketika meja makan menjadi hening, Cassie kaget atas pernyataan ayahnya tsb.
" maksud papa ? " ( tanya Cassie )
" maksudnya adalah ayah mau menjodohkan kalian, terlebih lagi keluarga kita akan mendapat kerjasama yang sangat menguntungkan jika kamu bisa menikah dengannya. Lagipula dia tidak mungkin menolak kamu dengan tubuh dan wajah yang sebagus itu "
" tapi pa ? Aku nggak mau di jodohkan, aku mau mencari pasangan hidupku sendiri terlebih lagi yang ngejalanin kan aku bukan papa . Dan lagi aku juga sebenarnya nggak mau punya tubuh kayak gini " ( tolak Cassie )
brangggggg ( ayah Cassie menggeplak meja dengan keras )
" berani kamu membantah papa ? Ingatt pokoknya kamu nggak boleh nolak " ( dengan nada tinggi berteriak)
Cassie hanya diam dan pergi dari rumahnya dengan tangisan sepanjang jalan dia pulang ke apartementnya
__ADS_1
" makan gw harus makan yang banyak " ( berjalan kearah kulkas )
Cassie mengambil puding , makanan ringan dan masih banyak lagi dengan berantakan
" pokoknya gw harus genduttt, hikss hikss gw harus makan yang banyakk " ( memaksakan banyak makanan ke mulutnya sambil menangis )
" Gw mau gendutttt Tuhan huhuhu " ( teriaknya )
" tunggu !!!! besok ada wawancara kerja gw gaboleh makan banyak nanti bisa sakit perut "
Cassie melamar banyak pekerjaan dan besok ada tugas wawancara untuknya.
kringggg ...... Kringggg ...... Kringggggggg
( Suara hanphone Cassie berbunyi )
( meraba ponselnya dg mata yang masih tertutup )
" hallo, siapa sih ? " ( dengan nada enggan )
" saya dari perusahaan XXX, mengingatkan bahwa anda harus segera datang untuk melakukan wawancara karena waktu kami terbatas "
" hah ?? Jam berapa si " ( melihat jam pada ponselnya )
" Astagaaa, baik pak saya akan segera datang. Tolong tunggu saya sebentar saja pak " ( Cassie menutup tlponnya dan langsung bergegas merapikan diri )
__ADS_1
" siallll "
Beberapa menit kemudian Cassie datang untuk melakukan wawancara meski agak terlambat namun dia lolos untuk wawancara dan di terima sebagai Asistant.
" anda bisa bekerja mulai besok, dan perkenalkan ini Sabrina sekertaris saya, yang akan memandu anda untuk berkeliling di perusahaan ini agar anda dapat segera mengetahui apa yang harus anda lakukan "
( kata manager perusahaan tsb )
" baik pak, trimakasih " ( menunduk )
Sabrina memandu Cassie untuk melihat - lihat perusahaan, namun Sabrina terlihat tidak menyukai Cassie.
" body kamu sangat oke. Kenapa kamu tidak menjadi model saja, lagipula kamu lulusan designer juga bukan ? " ( menatap kearah Cassie )
" ah maaf, saya tidak tertarik untuk menjadi model. Meskipun saya ini lulus sebagai designer namun saya sama sekali tidak tertarik untuk menjadi model " ( jawab Cassie dengan sopan )
" cihhh naif banget si kamu " ( melirik )
" ahh maaf sebelumnya apakah saya boleh ke toilet sebentar ? " ( Cassie pura² tidak mendengar )
" ok, jangan lama - lama saya nggak suka menunggu " ( jawab Sabrina )
Di toilet,
" ini bahkan belum bekerja dan tu orang keliatan banget nggak suka sama gw. sabar Cassie sabar lu butuh pekerjaan ini, jadi lu cuma harus sabarr "
__ADS_1
Meski terlahir dalam keluarga yang sangat kaya, namun Cassie tidak pernah di singgung untuk menjadi pewaris ataupun lainnya. Bahkan media pun tidak pernah memberitakab dirinya. Merek hanya mengetahui kalau Bapak Henry Ahn Michele pemilik Michle House mempunyai seorang putri namun tidak ada satupun yang mengetahui kalau Cassie adalah putrinya.