
Episode 7
" Iya lo siapa lagi jal*ng " ( menunjuk dg tangannya )
" hah ???? maaf, tapi saya tidak mengerti maksud anda. Saya permisi " ( Cassie semakin bingung dan memutuskan untuk pergi dari toilet )
Cassie pun segera keluar dari toilet dengan kesal dan kebingungan karena seseorang yang tidak di kenalnya lagi - lagi mencari masalah kepadanya.
Satu jam berlalu namun pria yang bersamanya dari tadi pun tidak selesai selesai berbicara kepada tamu.
terlebih lagi banyak sekali wanita yang caper dengan dia.
" siall banget si gw, udah kesini bareng orang ga di kenal. Di labrak sama orang ga di kenal pula. Dia juga ngapain si lama bangettt "
" emang apa si istimewanya itu baji**an sampai semua cewe di sini caperin diaa haishh " ( duduk dengan menghela nafas )
" apakah anda mau wine nona ? "
tiba-tiba seorang pelayan datang menawarkan wine kepada Cassie.
Sementara itu di sisi lain ada Altezza yang akhirnya menyelesaikan obrolannya dengan beberapa tamu penting yang datang. Ia ingin menghampiri Cassie namun ia tidak menemukan Cassie di tempatnya.
" kemana gadis itu ? Beraninya dia kabur dari ku " ( menggerutu )
Karena ia tidak juga menemukan Cassie akhirnya Altezza menghubungi DD untuk datang menemuinya.
" Cek semua kamera pengawas yang ada di sini "
__ADS_1
( memerintah DD )
" Baik tuan " ( sesegera mungkin DD berlari dan mulai mengecek semua cctv yang ada di ruangan )
Altezza yang mulai resah dengan Cassie pun ikut pergi untuk mengecek kamera pengawas, setibanya di ruang pengawas pun petugas tidak mau memperlihatkan rekaman cctv sampai akhirnya DD datang dan menjelaskan diapa Altezza itu seketika petugas pun meminta maaf dan langsung memperlihatkannya.
" ahh berhenti di situ " ( sambil menunjuk kearah munitor )
Betapa terkejutnya Altezza ketika melihat Cassie yang sudah setengah sadar dibawa oleh seorang pria baji**an ke sebuah kamar di hotel tsb.
" ahh siall " ( sambil mengepalkan tangannya )
30 menit yang lalu, wanita yang melabrak Cassie di kamar mandi kesal terhadapnya karena Cassie bisa datang bersama dengan Altezza di pesta tsb. Karena iri dia tidak bisa bersama dengan Altezza dia memutuskan untuk menjahati Cassie.
Dia membayar pelayan untuk memberikan wine yang sudah ia racuni kepada Cassie.
" ah iya nona ada yang bisa saya bantu ? "
( jawab pelayan tsb dengan sopan )
Wanita tsb pun membisikkan sesuatu dan juga memberikan racun untuk ditaruh di wine yang akan ia berikan tak lupa dia juga memberikaan uang yang cukup banyak untuk seorang pelayan.
" apakah anda mau wine nona ? "
Tba-tiba seorang pelayan datang menawarkan wine kepada Cassie yang sedang kesal karena kejadian tadi.
" ah iya terima kasih " ( tanpa curiga mengambil segelas wine tsb )
__ADS_1
Setelah dia melihat Cassie meminun wine tersebut, dia juga memberikan kode terhadapnpelayan untuk membawanya ke sebuah kamar. Setelah memastikan Cassie sudah berada di kamar ia langsung menelepon seseorang.
"gw punya hadiah buat lo, dateng ke kamar no.214 "
( berbicara dengan seseorang di telepon )
" wahh mantap ni, bagus nggak ? " ( tanya orang di telepon tsb )
" liat aj, dan lo bakal berterimakasih sama gw "
( segera menutup teleponnya )
Saat ini,,,,,
Cassie yang setengah sadar pun akhirnya menyadari dirinya sudah berada di kamar yang entah dimana ia tidak tahu.
" auhhh gw dimana " ( rintihan Cassie sambil membelalakkan matanya )
" kenapa nggak nyaman banget si " ( lanjutnya )
Ketika ia mau beranjak dari tempat tidur tsb, tiba - tiba seseorang datang membuka pintu. Cassie kaget karena yang datang adalah seorang pria.
" ahh maaf saya salah kamar, saya permisi " ( Cassie memegang kepalanya karena pusing )
" ahh jadi kamu hadiah saya ? Bolehh juga " ( pria tersebut menatap Cassie dengan tatapan mesum )
" ahh maaf saya tidak kenal anda, saya harus segera pergi dari sini " ( ucap Cassie )
__ADS_1
Namun baru juga Cassie berjalan beberapa langkah, pria tsb langsung menarik tangannya dan melemparnya ke ranjang.