
Di villa Altezza setelah selesai resepsi,
" kemana pria itu, dia belum kembali sejak tadi"
" awas saja dia, berani-beraninya pergi bahkan di malam pernikahan kita "
" hei apa yang kamu pikirkan !!!!! Lagian malam pertama hanya untuk mereka yang saling mencintai " ( bergumam sendiri )
Drrttt derttt derttt (ponsel berbunyi)
" siapa ini tidak terdaftar di nomorku "
" hah ??? Apa-apaan ini maksudnya ? "
( seseorang mengirim foto Altezza yang sedant bersama Zaline di sebuah bar )
" sial banget si tu orang, setelah selesai pesta pernikahan dia bahkan pergi menemui wanita g?cantik tadi ? Awas saja kau " ( Cassie kesal )
" DD, dimana Altezza " ( menemui DD )
" bos belum kembali nona "
" katakan padanya tidak perlu kembali dengan cepat, kalau perlu tidak perlu kembali sampai dia mati " ( langsung pergi meninggalkan DD dengan kesal dan DD hanya bingung )
" sebaiknya aku menelfon bos "
" Hallo bos " ( berbicara di telepon )
" ada apa ? "
__ADS_1
" nona Cassie mencari anda "
" apa yang dia katakan ? "
" katanya itu bos anu ..... Anda tidak usah pulang sampai besok sekalian "
" begitukah ? Baiklah " ( menutup teleponnya )
" aku tidak tau apa yang ada di fikiran para orang kaya dan juga orang orang yang mungkin sedang jatuh cinta. Merek mengatakan hal yang sebenarnya tidak ingin mereka katakan haishhh entablah sebaiknya aku tidak mencampuri mereka " ( DD bergumam )
Setengah jam kemudian Cassie masih tidak bisa tidur entah apa yang terjadi padanya. Jelas-jelas pernikahan ini hanya formalitas namun dia mengharapkan banyak hal sebagai seorang pasangan yang sesungguhnya.
" bajing*n sialan, jika kamu tidak pulang sekarang juga aku akan menyusu ulang tulang rusukmu "
" benarkah begitu ? " ( Altezza tiba-tiba datang )
" hah ? Kamu terserah kamu saja " ( kaget karena Altezza tiba-tiba pulang )
" apa kamu menungguku ? "
" mana ada, aku hanya eee aku hanya capek jadi tidak bisa tidur, lagian untuk apa aku menunggu pria yang sedang bersama seorang wanita setelah hari pernikahannya. Itu hanya membuang waktu " ( kata Cassie )
" jika aku tidak pulang saat ini akankah kamu merubah tulang rusukku ? Bagaimana caranya ? Kamu bahkan tidak bisa menjaga diri sendiri " ( goda Altezza )
" ayolah aku hanya males meladeni mereka yang lemah. Aku jelas bukan tandingan mereka " ( Cassie )
" benarkah begitu? Kamu bahkan hanya menangis di depan umum setelah di permalukan oleh pria bernama Erick itu "
" aku hanya tidak suka pamer, sudahlah aku mau tidur, aihhh capeknya akan lebih baik jika kamu tidak kembali dan bersama wanita cantik itu saja " ( merebahkan diri di kasur )
__ADS_1
" apa kamu sedang cemburu ? " ( Altezza yang berdiri di depan pintu dari tadi mendekati Cassie )
" *tidak mana ada aku sama sekali tidak cemburu, namun meski pernikahan kita hanya sebagai identitas, mana ada kan seorang pria meninggalkan istrinya setelah pesta pernikahan. Haishhh ayolah aku cemburu ? Kamu konyol "
" begitukah ? Aku melihat kamu sedang cemburu kepadaku* " ( mendekati Cassie yang membelakanginya )
" aihh kamu kenapa sih " ( menghadapkan wajahnya karena risih )
Cassie melihat Altezza dari sangat dekat tepat di depan wajahnya. Tanpa sadar Cassie berfikir banyak hal, dia merasa bersyukur bisa bersama dengan Altezza meski hanya sebuah sandiwara. Namun di sisi lain dia takut dengan Altezza, ya dia takut jatuh cinta kepadanya.
" apakah wajahku begitu tampan sampai kamu tidak berkedip ? " ( goda Altezza lagi )
" hah mana ada, menjauhlah dari wajahku " ( bantah Cassie )
" siall jantungku kenapa tidak berhenti berdebar lagi si " ( dalam hati Cassie )
" aku akan membiarkanmu memandang wajahku sepuasmu malam ini "
" apa maksudmu ?" ( tanya Cassie )
" kamu sudah dewasa seharusnya kamu tidak lupa ini malam pertama kita bukan? " ( Altezza berbicara sangat lembut dan mesra untuk pertamaa kalinya )
" ah tidak lepaskan aku "
Altezza mencium Cassie dengan lembut, Cassie kaget namun tanpa sadar dia menyukai ciumannya tsb. Dia masih membuka matanya dan melihat Altezza bersikap tidak seperti biasanya. Cassie merasakan ciuman kasih sayang dari seorang Altezza untuk pertama kalinya. Cassie ingin menolak ciumannya kali ini karena dia sedang kesal dengan Altezza, namun dia tidak bisa melepaskannya.
Cassie menutup matanya dan mulai membalas ciuman Altezza.
( Malam yang begitu panjang mereka lewati selayaknya tanaman pemakan serangga yang saling menggigit satu sama lain hingga sebuah benangsari jatuh berceceran di kelopaknya )
__ADS_1