SEXY SECRETARY

SEXY SECRETARY
Episode 23


__ADS_3

" hahahaha saya tidak menyangka ternyata orang sedingin pak Altezza ini bisa bercanda juga " ( tidak percaya )


" terserah anda menganggap saya becanda ataupun tidak namun begitulah faktanya. Saya mengatakan ibu saya meninggal ketika saya berumur 7tahun di hari itu juga saya membunuh seseorang untuk pertama kalinya "


" maksudmu ? "


" ibu saya meninggal tepat ketika dia sedang harus datang ke rapat darurat, setidaknya itulah yang ibu saya katakan. Namun karena saya sangat dekat dengan ibu saya, saya menyusulnya diam-diam memasuki bagasi mobil ibu saya, namun di pertengahan jalan mobil ibu saya berhenti dan saya mendengar teriakan ibu saya meminta tolong. Dan ketika saya turun karena takut saya melihat seseorang membunuh ibu saya menusuknya dengan brutall tepat di depan kepala saya sendiri "


" bagaimana kamu bisa mengingat kejadian mengeriman di umurmu yang bahkan masih 7 tahun ? " ( pak Alfarizi semakin tertarik dengan cerita Altezza )


" saya akan selalu mengingat seseorang yang membumuh ibu saya. Lalu ibu saya selalu menyimpan pistol lengkap dengan peluru di dalam almari suatu ketika saya penasaran dengan pistol tsb dan mencurinya, tanpa sadar saya selalu membawanya meski ibu melarang saya. Dan saat saya melihat ibu saya meninggal tepat di depan saya entah kenapa tangan saya gemetar dan menembakkan pistol kepada dua orang yang sudah membunuh ibu saya dan mereka berdua tewas seketika. Lalu saya melangkah maju dengan berteriak memanggil ibu saya dan mengambil pisau yang tertancap di dada ibu saya dan polisi datang saat itu. Para polisi mengira saya membunuh ibu saya dan juga dua orang tsb karena pistol dan pisau ada di kedua tangan saya dan mereka beranggapan kalau saya adalah anak gila karena membunuh seseorang pada umur 7 tahun "


Pak Alfarizi hanya diam tanpa berkata apapun karena masih terkejut dengan cerita dari Altezza. Dia bahkan tidak mengira jika orang seperti Altezza mempumyai masalalu yang sangat kelam.

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Baldwin,


" *oh kamu sangat tidak sopan nona. Perkenalkan saya Erick Aviar Baldwin cucu keluarga Baldwin dan juga calon suami kamu "


" anda sangat tidak tahu malu tuan Erick Aviar Baldwin !!!! "


" kenapa ? Kamu tidak mempunyai apapun sekarang, nahkan kerabat pun kamu tidak punya lalu apa rencanamu selanjutnya? Apa kamu akan menjual dirimu* ? " ( bertatap )


" sepertinya saran tuan erick ini bagus juga, akan lebih baik jika saya menjual diri saya kepada anj*ng daripada harus menikah dengan anda " ( tertawa sombong )


" hal yang mana ? Maksud anda anj*ng ? Atau menjual diri ? "


" *lihat saja, kamu pasti akan mengemis memohon kepadaku untuk menikahiku "

__ADS_1


" aku berani bertaruh padamu seorang pria yang bahkan tidak menganggap wanita adalah manusia. Saya bersumpah akan mendapatkan lelaki terbaik bahkan di dunia sekalipun untuk aku nikahi "


" hahahahah apakah kamu sedang bermimpi*? "


" tuan Erick yang terhormat ingat kata-kata saya, saya tidak akan melepaskan siapapun yang sudah menghancurkan keluarga saya hidup tenang, kau hanya perlu menunggu sampai hari itu tiba " ( sambil menunjuk )


" begitukah ? Sepertinya saya akan menunggu lama untuk itu, atau saya akan menunggu kamu memohon untuk menjadi istriku. Oh tidak kamu bahkan tidak pantas menjadi istriku bagaimana dengan simpanan ? Bukankah sama saja aku akan memuaskanmu " ( Hinaan Erick )


Plakkkk ( Cassie menampar Erick )


" bahkan jika aku menjadi simpanan pun, bukan berarti saya mau menjadi simpanan anda "


Cassie berjalan keluar dari kediaman Baldwin sambil menangis. Hujan sangat lebat,Cassie yang mengendarai mobil sport merah itupun menginjak gas dengan sangat cepat sehingga angin pun mungkin kalah dengan kecepatannya. Cassie harus segera ke rumah karena ibunya mungkin perlu di temani.

__ADS_1


Meski tidak dekat dan keliatan sangat di benci ibunya sejak kecil, Cassie selalu berfikir bagaimanapun juga dia adalah orang tuanya.


__ADS_2