
" ah tolong lepaskan saya " ( teriakan Cassie sangat lemas )
Pria tsb hanya menghiraukan Cassie dan melanjutkan aksinya. Dia mulai meraba-raba tubuh Cassie dengan ganasnya. Dengan tatapan bahagia pria tsb sangat menikmati aksinya tsb.
" ah tidakk, tolongg " ( teriak Cassie semakin menjadi )
" apa ini bakal jadi hari pertama gw ? Dan itupun bareng pria yang nggak gw suka, lupakan bahkan untuk suka bahkan kenal pun tidak. Siapapun tolong " ( dalam hatinya memikirkan )
Pria tab semakin ganass, dia mulai membuka gaun Cassie, gaun yang Cassie kenakan saat ini adalah gaun dengan kerah sabrina sehingga memudahkan aksi pria tsb untuk melepaskannya.
" wow boleh juga, jadi makin nggak sabar " ( ucap pria tsb sambil melepaskan celananya )
" ah tidak tolong jangann " ( sambil menangis dalam keadaan lemass)
GEDUBRAKKK !!!!!
" baji**an "
Seseorang datang yang ternyata adalah Altezza yang akhirnya menemukan Cassie, dia lantass menarik pria tsb dan langsung memukulnya.
" ahh berani sekali lo, siapa loo " ( pria tsb terjungkal )
Altezza lantas menoleh kearah pria tsb dan melototinya dengan marahh. Pria tsb langsung mengenalinya dan kabur dari kamar tsb.
__ADS_1
" ahh maaf tuan saya tidak tahu, maafkan saya " ( lanjutnya langsung berlari )
Altezza langsung menghampiri Cassie yang masih terbaring di ranjang sambil menangis dalam keadaan setengah sadar.
" lo nggak papa ? " ( Altezza yang terlihat khawatir pun langsung memegang pipi Cassie )
" ahhh gantengnyaaa " ( sambil ikutan memegang pipi Altezza )
" ehh lo gila yaa ? " ( Altezza langsung menghindar dari Cassie )
Cassie ternyata diberi obat pera**sang oleh pelayan yang memberikan wine kepadanya tadi. Karena itulah omongan dia mulai kacau tidak terkontrol.
" aihhh sini pangeran tampann " ( Cassie menarik dari Altezza )
Cassie menarik Altezza tepat di depan wajahnya dan memandanginya dengan seksama dalam alam bawah sadarnya.
Altezza yang bingung pun akhirnya menelpon DD untuk menyiapkan mobil dan langsung membawa Cassie ke rumahnya.
Sesampainya dikamar Altezza,
" haihhh cowok ganteng kuat juga bisa gendong aku " ( Sambil memegangi wajah Altezza )
" diamm di situ, lo lagi nggak sadar. Gw gendong lo ke kamar mandi biar lo sadar buruan " ( sambil memegang tangan Cassie untuk memapahnya )
__ADS_1
Belum juga Altezza menggendongnya Cassie memegang wajah Altezza dan langsung mencium bibirnya dengan nafsu karena dalm pengaruh obat tsb. tangannya juga mulai masuk kedalam kemeja Altezza.
" dinginnya " ( ucap Cassie )
" lo yang memulai ini, jadi jangan salahin gw "
( menarik muka Cassie dan mulai menciumnya dengan panas )
Altezza yang mulai terpengaruh sebagai seorang pria normal pun akhirnya mulai membalas ciuman Cassie dan mulai meraba seluruh tubuh Cassie.
" emhhh " ( suara rintihan Cassie )
Altezza akhirnya mulai membuka baju Cassie dan juga dirinya.
" Emhh .... uhhh " ( desahan Cassie lagi )
malam penuh gairah yang mereka lakukan tanpa cinta ini pun berlangsung lama sampai akhirnya mereka tertidur lelap.
Keesokan paginya.
" aihhh " ( Cassie mulai membuka matanya yang berat )
" hah ??? Apa yang gw lakuin ? Auu !!! Kenapa gw bisa disini??? " (memegang kepalanya )
__ADS_1
Cassie pun mengingat ingat kejadian tadi malam, Cassie ingat kejadian yang mana dia sedang dijebak oleh seorang pria.
" kok gw bisa tidur di sini ? jadi gw tidur bareng cowo sial yang tadi malam ngejebak gw ? Sialannn pria sialan. Awass aja lo lebih baik gw segera pergi dari sini sebelum baji**an ini bangun "