
" silakan tuan, apakah anda menyukai gaunnya ? " ( seorang asisten butik yang sedang melayani Cassie )
" kamu keluar " ( menatap tajam )
" iya maaf tuan saya permisi "
" kenapa ada apa ? " ( Cassie bertanya karena Altezza menatap dirinya tanpa berkedip )
" kamu tidak suka dengan gaunnya bukan ? Yaah akupun tidak suka. Lagian siapa yang mau memakai pakaian seperti ini? Bukankah ini terlihat seperti telanjang ? "
" kamu benar " ( Altezza tersenyum ada maksud )
" benar kan ? Aku rasa selera kita memang mempunyai sedikit persamaan "
" auuu " ( Altezza menarik Cassie )
" kenapa ? " ( meraih gaun Cassie )
" kamu !!!! Apa yang kamu lakukan. Lepaskan " ( Cassie memberontak )
Altezza lagi-lagi bersikap seenaknya kepada dirinya, namun Cassie tidak dapat melakukan apapun selain diam. Mau berteriak pun dia justru akan mempermalukan dirinya jika ada seseorang yang melihatnya.
" aku mohon jangan sekarang " ( masih mencoba melepaskan diri )
Bretttttttt ( Altezza merobek gaun mahal tsb )
" ah ini sangat mahal kenapa kamu merobeknya, tolong jangan sekarang aku mohon emmhhh "
" emmhhh " ( tangan Cassie memukul-mukul dada Altezza namun perlahan dia berhenti dengan sendirinya )
__ADS_1
" ahhhh "
Altezza hanya menghiraukan Cassie. dia tidak peduli meski Cassie harus menolak ataupun tidak. Cassie hanya bisa pasrah kepada dirinya. Sementara itu mereka tidak tahu jika banyak karyawan yang sedang menunggu di depan pintu karena tidak berani masuk untuk menyerahkan beberapa gaun lagi. Para karyawan juga tidak tahu apa yang sedang Cassie dan Altezza lakukan di dalam karena bahkan sudah lebih dari satu jam.
" kamu sangat penurut " ( Altezza segera berjalan keluar dari ruang ganti )
Cassie sangatvsedih atas perlakuan semena-mena Altezza kepada dirinya.
" Bawakan satu set pakaian untuk calon istriku. Dan juga buatkan gaun seperti yang dia katakan tadi. Bilang pada bosmu aku yang menyuruhnya "
( Altezza lalu duduk di ruang tunggu seolah tidak terjadi apapun )
" ah baik tuan "
Cassie yang sedang berganti pakaian pun mengumpat Altezza.
" bahkan dalam keadaan begini dia melakukannya?? Dia memang seorang pria jantan. Tubuhku sakit semua sialannn. Aku harus ke apotek nanti obatku sudah habis "
" sudah selesai ? Ayo pergi " ( Altezza keluar )
" hah ??? Bukankah kita harus fitting lagi ? Bukankah gaun yang tadi ee anuuu sudah kamu sobek " ( berbicara canggung )
" kamu tidak perlu memikirkannya, ayo keluar kita akan mendaftarkan pernikahan kita dulu baru kita akan melangsungkan resepsinya "
" baiklah "
Setelah selesai mendaftarkan pernikahannya Cassie merasa Altezza justru hanya main-main dengannya. Karena dia asal mendaftarkannya tanpa memperkenalkan Cassie dengan orangtua Altezza terlebih dahulu. Tidak hanya itu bahkan cincin pernikahan pun Altezza tidak memikirkannya sama sekali.
Ditengah perjalanan pulang,
__ADS_1
" DD bisa berhenti di apotek sebentar ? "
" ah baik nyonya "
" mau apa kamu ? " ( tanya Altezza )
" aku hanya ingin membeli itu eeeee ..... "
" katakan ? " ( Altezza )
" pil itu " ( Canggung )
" Apa maksudmu, tidak perlu berhenti lanjut jalan "
" tapi aku sudah tidak mempunyainya dirumah "
" maka kamu tidak perlu pakai "
"pokoknya aku mau turrun sekarang juga !! "
" nggak bisa ? duduklah yang tenang kamu terlalu banyak bicara "
" aku tidak suka dan aku tidak mau " ( Cassie memberontak namun Altezza pur² tertidur )
" kamuuu " ( Cassie geram dan berhenti berdebat karena sudah pasti dia akan kalah melawannya )
" lebih baik aku membelinya sendiri nanti " ( dalam hati Cassie )
Dalam hati dan fikiran DD,
__ADS_1
" oh Tuhan siapa aku? Dimana aku? Kenapa aku bisa mendengarkan hal intim yang tidak seharusnya aku dengar. Ya Tuhan kehidupan jomblo yang selalu menghadapi situasi ini sangat menyebalkan "