
Mereka masih berciuman dan berpelukan sampai akhirnya seseorang datang.
Krekkkk ( suara pintu )
" ah maaf " ( Suara seorang wanita )
" ada apa ? " ( tanya Altezza marah )
" maaf mengganggu kalian tapi aku harus berbicara dengan Altezza " ( kata Zaline )
" kamu bisa bicara disini " ( tegas Altezza )
" tapi aku ingin berbicara berdua denganmu " ( zaline meemohon )
" aku sibuk, aku harus keluar sekarang " ( pergi meninggalkan mereka berdua )
Zaline yang kesal melihat Altezza bersama dengan Cassie pun merasa di permalukan untuk kedua kalinya di depan mata Cassie, rival cintanya.
" sepertinya nona Zaline ini sangat senggang sampai mempunyai waktu untuk menggangguku " ( Bisik Cassie )
" kamu tidak lebih dari seorang wanita jal*ng yang akan di buang ketika Altezza sudah bosan. Lihat saja aku bisa menjamin itu " ( menunjuk Cassie )
" Begitukah? Lalu apa kamu lebih baik dari seorang jal*ng sepertiku? Eee bagaimana ya wanita mengejar pria beristri? Kamu bahkan lebih rendah dari seekor b*bi " ( balas Cassie dan pergi )
" beraninya kamu menyamakan aku dengan seekor b*bi " ( teriak Zaline )
" awas saja wanita jal*ng seperti kamu akan aku singkirkan dengan mudah "
" Hallo, caritahu informasi mengenai Cassline Yohila Michele. Selidiki semua tentangnya tidak boleh ada satupun yang terlewat " ( menelfon seseorang )
Semuanya berjalan dengan lancar mereka semua kembali villa.
" huhhh sangat melelahkan " ( Rey meregangkan tangan )
" kamu benar, sepertinya aku harus melakukan pijitan malam ini " ( saut Cassie )
" oh iya kakak ipar apa kalian berdua tidak melakukan honey moon ? "
" hah ? "
" iya honey moon, jangan bilang kakakku tidak mengajakmu untuk bulan madu. Hey kakak kau memang sangat pelit "
Altezza diam dan marah dg perkataan Rey.
" sebagai pasangan pengantin baru bukankah kalian harus pergi bulan madu. Lagipula aku tidak sabar ingin mempunyai seorang ponakan bukankah begitu DD ? "
" tuan muda Rey benar, sepertinya sudah saatnya aku menggendong ponakan yang lucu " ( balas DD )
Cassie kaget
" seseorang kemari " ( panggil Altezza )
__ADS_1
" iya tuan "
" potong gaji DD selama setahun dan bawa pria bodoh ini ke afrika " ( suruh Altezza )
" jangan boss " ( DD takut )
" hey ayolah kakak kamu lagi² mengancam kita dengan hal seperti itu. Haishhh sudahlah aku mau istirahat badanku lelah semua. Ini lebih melelahkan di bandingkan aku menari di atas panggung "
Mereka pergi ke kamar mereka masing² untuk beristirahat. Di kamar Altezza Cassie sedang memgoleskan salep di lukanya karena dinsuruh Jimmy.
" biar aku yang oleskan " ( merebut salep )
" tidak apa aku bisa sendiri "
" diamm " ( mengoleskan salep )
Cassie tidak berani melawan dan hanya menurut.
" bagaimana jika pergi jalan-jalan? Apa kamu ingin pergi ke suatu tempat ?Aku akan meminta DD menyiapkan tiketnya " ( Altezza )
" tiba-tiba, apa kamu melakukan karena Rey menyinggungmu tadi hahahaha kamu seperti anak kecil "
" kamu !!!!! " ( Altezza merajuk )
" *kita tidak perlu pergi kemana-mana lagipula pernikahan ini tidak ada artinya bagimu bukan ? Aku tidak masalah karena dari awal aku yang sudah memaksamu untuk menikahiku karena balas dendam. Oh iya bagaimana dengan perusahaan mendiang ayahku ? Apakah sudah ada perkembangan mengenai pengembalian akuisi ? "
" aku terlalu sibuk bekerja sampai aku lupa dengan tujuan awalku untuk balas dendam "
" aku akan mengurus itu semua kamu tidak perlu memikirkannya "
" kamu selalu saja mengatakan hal yang sama saat aku bertanya padamu, apa menurutmu aku ini hanya parasit yang menempel? " ( dalam hati Cassie )
Cassie merasa dirinya hanyalah mainan yang sudah diatur oleh Altezza seolah sudah ada skenario yang dibuatnya. Namun Cassie tidak punya pilihan lain selain mengiyakan semua perkataan Cassie. Terlebih lagi dia sudah diberi tempat tinggal dan kehidupan yang layak meski jauh dari kata bahagia namun dia bersyukur.
Beberapa hari kemudian, Cassie terbangun dan melihat Altezza sudah tidak ads di tempat tidurnya entah kemana dia pergi. Mungkin bekerja atau pergi kemana terserah dia lah, setidaknya tidak mengganggunya. Lagipula itu weekend bagaimana bisa dia bekerja di hari pekan ? Tentu saja Altezza tidak pergi bekerja.
" kau sudah bangun kerbau betina ? " ( membuka pintu kamar )
" kau ?? Mengagetkanku saja, pergi kemana kamu pagi-pagi sekali ? " ( tanya Cassie sambil menyisir rambutnya )
" menyiapkan hellykopter "
" apa ? Kamu mau pergi lagi kah ? "
" yahh begitu, mungkin satu minggu aku akan pergi "
Bak lilin yang mulai meleleh, hati Cassie serasa ada yang salah. Dia ingin menanyakan pergi kemana dia, kalau bisa pun dia ingin mencegah Altezza pergi namun dia sadar tidak ada hak untuknya kecualindi depan banyak orang.
" begitukah ? Kalau begitu aku akan mengemas yang perlu kamu bawa " ( hendak beranjak )
" tidak perlu aku sudah meminta pelayan menyiapkan semuanya " ( mendekati Cassie )
__ADS_1
" apa aku lebih rendah dari seorang pelayan ? Bahkan dia meminta pelayan untuk mengemas barang pribadinya bukan memintaku yang istrinya ini. Hehhh apa yang kamu pikirkan Cassie ingatt fokus saja pada balas dendam yang sudah mulai kau lupakan itu " ( menepuk pipinya )
" apa yang kau pikirkan ? " ( memegang tangan Cassie )
" *ah tidak ada "
" tenang saja, aku tidak meminta pelayan mengemas pakaian dalamku "
" heyy apa yang kamu katakan "
" aku bilang aku tidak meminta pelayan untuk mengemas pakain dalamku apa kamu puas ? "
" siapa yang peduli tentang itu ? "
" kamu bisa mengemas pakaian dalamku bersama dengan pakaianmu " ( menarik Cassie dan memeluknya )
" hah? Maksudnya? "
" aku akan pergi, kali ini tidak hanya aku sendiri yang akan pergi tapi kau juga ikut denganku "
" apa? Memangnya kita mau pergi kemana ? "
" kita? Sungguh kata yang romantis. Aku suka itu "
" berhenti bermain-main dan katakan kita akan kemana "
" kita akan pergi liburan !!!! "
" benarkah ? " ( Cassie bersemangat )
" kalau begitu aku akan mengemas barang-barangku, mau tunggulah aku sebentar saja. Aku akan turun dalam 20 menit ah tidak 10 menit* " ( semangat yang membara hahaha )
" Kau sangat bersemangat, tapi kau tidak mengetahui satu hal "
" aku tidak peduli !!!! Sudah lama aku tidak pergi liburan rasanya sangat menyenangkan bisa pergi liburan selama itu " ( acuh tak acuh )
" baiklah aku akan turun "
( melepaskan pelukannya )
" oh ya satu lagi, jangan lupa kemasi pakaian dalamku " ( berbalik dan membisiki Cassie )
" ah dasar mesum, pergi kau !!! "
" hahaha baiklah "
Apa yang tidak di ketahui Cassie? Entahlah dia tidak peduli dengan apa itu. Dia hanya peduli pada dirinya yang memang sudah sangat membutuhkan liburan. Sementara itu di perusahaan Baldwin,
" Tuan Altezza menyiapkan sebuah HellyKopter pak. Sepertinya dia akan pergi untuk urusan pribadi " ( kata seorang suruhan Erick )
" Siapkan semua pasukan khusus. Jangan sampai kehilangan jejak Altezza. Ingatlah untuk tidak membuatnya mencolok. Suruh mereka berpakaian seperti orang biasa dan membaur " ( perintah Erick )
__ADS_1
" siap pak " ( pergi meninggalkan rick )
" kali ini aku tidak akan membiarkan kalian lolos " ( Erick bertekad )