
" pria itu sungguh berani cari mati " ( DD berbicara di hatinya)
Altezza hanya menghiraukan Erick dan langsung pergi melihat Cassie yang sudah tidak sadarkan diri. Altezza menggendong Cassie ke kamarnya, dan melihat ada darah di tangannya.
" apa ini " ( menyingkirkan rambut Cassie yang menghalangi wajahnya )
" ah sialann "
Altezza kaget dan langsung berlari dengan cepat melihat kening Cassie yang berdarah.
" dokter cepat " ( dokter pribadinya segera berlari dan langsung memeriksa Cassie )
" katakan " ( dengan hawa dingin dia menanyakan dan dokter dengan gemetar menjawab )
" anda tidak perlu khawatir tuan Altezza, nona hanya pingsan karena dia kelelahan dan mungkin dia tidak makan apapun sejak tadi. Lukanya sudah saya jahit hanya menunggu pemulihan. Selain itubdia hanya butuh istirahat " ( jelas sang dokter )
" keluar dari sini " ( dokter pun langsung keluar dari kamar Altezza )
" *DD kemari, dalam waktu 10 menit aku ingin semua informasi mengenai pria tadi "
" Baik bos "
" wanita bodoh sialan, kau sungguh seperti orang mati* " ( mengumpat karena melihat dia begitu pulas dan tenang saat pingsan tidak bergerak sedikitpun )
DD membuka datang dan langsung memberitahukan semuanya.
" katakan " ( suruh Altezza )
" dia Erick Aviar Baldwin bos, cucu dari keluarga Baldwin "
" lalu ada urusan apa dia bertemu dengan wanita bodoh ini ? "
" Keluarga Michele mendiang ayah nona Cassie berhutang banyak dengan keluarga Baldwin, mereka sempat ingin menikahkan nona Cassie dengan dia namun sebelum pernikahan terjadi pak Michele meninggal, banyak rumor mengatakan kalau dia meninggal karena serangan jantung yang mendadak ada catatan medis beliau juga. Dia menemui nona Cassie karena ingin menagih hutang ayahnya lebih tepatnya memaksa nona Cassie menikahi dirinya. Begitulah yang mereka bicarakan dalam rekaman cctv " ( jelas DD )
__ADS_1
" itu bos .... " ( DD takut mengatakan sesuatu )
" katakan !!!!! "
" tadi setelah saya mengantar nona Cassie ke apartement.nya ternyata disana ada seseorang yang datang setelah saya pergi. Mereka sepertinya anak buah dari tuan Erick yang disuruh untuk menagih hutang dan meminta nona Cassie menemuinya dan jugaa "
" cepat katakan apa kamu ingin gajimu bulan inu dipotong ? " ( teriak Altezza )
" ah tidak bos maaf, itu saya sempat mengecek cctv area jalan untuk melihat apakah ini sudah di rencanakan sebelumnya dan melihat nona Cassie menjual banyak tas miliknya untuk melunasi hutang milik ayahnya tsb " ( gemetar mengatakannya )
" dimana dia menjual tasnya ? "
" di toko X-Gold bos "
" beli toko itu. Lalu hancurkan semua tas-tasnya "
" apa bos yakin ? Toko itu menjual tas rancangan designer ternama "
" lakukan saja, apa kamu mau gajimu di potong ? Satu lagi katakan pada pelayan untuk membuat makan malam sekarang "
Altezza melihat tangan Cassie bergerak,
" aku di mana auuu " ( membuka mata perlahan dan memegang kepalanya yang dijahit itu )
" kamu baik-baik saja ? " ( tanya Altezza )
" ah kenapa gw disini ? " ( mengingat-ingat )
" sialan gw pingsan dan dibawa lo kesini ? " ( memeriksa bajunya yang masih utuh )
" tenang gw gabakal ngelakuin itu pada orang yang nggak sadar "
" kamuu !!!!! " ( Cassie kesal )
__ADS_1
" hahahaha " ( Altezza tertawa melihat tingkah lucu Cassie )
" oh kamu bisa tertawa juga ? " ( tanya Cassie )
" tidak !!!! " (merubah sikap dalam hitungan detik )
" permisi tuan " ( pelayan mengetok pintu dan membawa makan malam )
" letakkan disini dan kaluar "
" ah baik tuan "
Altezza mengambil makanan dan mencova menyuapi Cassie,
" kemarilah, makan makananmu " ( membantunya duduk )
" ah tidak, aku bisa sendiri "
" makanlah " ( menyodorkan sesuap bubur )
" ah aku bisa sendiri "
" aku bilang makan "
" ayolah kepalaku yang sakit tanganku masih baik-baik saja " ( kata Cassie )
" baiklah sepertinya aku harus menggunakan cara lain "
" apa maksudmu ? " ( Cassie penasaran )
" ingatt aku tidak mengatakan aku tidak bisa melakukannya kepada orang sakit bukan ? " ( mendekatkan wajahnya ke wajah Cassie )
" aaaa baiklah baiklahhh " ( mendorong wajah Altezza )
__ADS_1
Cassie terpaksa membuka mulutnya dan tercengang karena bahkan bubur untuk orang sakit terasa begitu sangat enak, dia menghabiskan buburnya dengan baik.
" ingat setelah kamu sembuh aku akan mengajakmu ke suatu tempat, jadi cepatlah sembuh gadis bodoh " ( Altezza menjitak kepala Cassie )