
Keesokan harinya Cassie sudah mulai bekerja sebagai asistant perusahaan XXX.
Diruangan metting,
" jadi untuk pemasaran produk untuk kali ini harus melakukan dengan cara lain. Yang mana akan ada banyak kendala mengingat persaingan saat ini semakin ketat. Jadi saya ingin kalian melakukan survei dan membuat detail produk yang baru setelah itu serahkan pada asistant saya " ( kata Bapak Hendra CEO saat metting )
" baik pak " ( mereka menjawab bersamaan )
" oh ya nona Cassie sepertinya saya harus bertemu rekan - rekan bisnis saya, saya ingin kamu yang menjadwalkan semua pertemuannya " ( Perintahnya )
" ah baik pak "
" sebelum itu tolong ambilkan berkas yang ada pada tim management lalu bawa ke ruangan saya "
" ah iya baik pak "
Mereka meninggalkan ruangan metting termasuk juga Cassie,
Ketika Cassie berjalan di koridor untuk menuju ke tim pemasaran, banyak karyawan - karyawan yang tidak suka dengan Cassie.
" eh liat itu belagu banget yaa asisten bos yang baru "
__ADS_1
" iyaa palingan juga modal tampang sama badan makannya dia di terima iya nggak ? "
" kalau kita punya wajah kayak dia juga langsung jadi istri bos kaya "
" punya tubuh kayak dia mah gampang nyari pekerjaan nggak kayak kita yang nglamar sana sini aja susah mau masuk "
" Halahh palingan juga oplas sama suntik silikon biarrr ngenaa hahahaha "
mereka terus berbisikan - bisik mencibir Cassie yang bahkan tidak kenal dengan mereka. Namun Cassie tetap senyum menyapa para karyawan.
" maaf sebelumnya, saya pegawai baru di sini, bisa beritahu saya dimana ruang tim manajement ? Pak Hendra menyuruh saya untuk mengambil dokumen " ( tanya Cassie kepada seniornya )
" apa ? " ( Cassie menjawab dg terkejut )
" tidak hanya saja sebaiknya kamu tidak menggunakan tubuh kamu itu untuk bekerja di sini"
" ah maaf sepertinya saya mengganggu anda, saya bisa tanya ke yang lain trimakasih saya permisi "
Cassie langsung pergi mencari ruang tim manajement namun ia kesulitan karena kemarin dia tidak menyelesaikan berkeliling karena Sabrina muak dengan dirinya. Akhirnya dia melihat seorang OB yang sedang membersihkan koridor dan bertanya kepadanya.
" ini pak dokumennya "
__ADS_1
" letakkan saja di situ, oh iya bagaimana apakah kamu sudah menyapa karyawan - karyawan lain ? "
" ah iya pak sudah, mereka semua sangat baik dan ramah "
(ramah apanya pada ngegas semua sama gw, haishhh sabar Cassie ) dalam hatinya.
" baguslah kalau begitu "
Waktu istirahat kantor telah tiba, semua karyawan ke kantin kantor untuk makan.
Namun tidak satupun seorang yang mau duduk dengan Cassie.
Seluruh karyawan yang sedang makan siang di kantin kantor bisik bisik sambil melirik ke arah Cassie. Mereka membicarakan bagaimana bisa Cassie dapat pekerjaan dngan mudah, terus membicarakan tubuh sexy Cassie yang digunakan untuk membujuk bosnya. Dan masih banyak lagi. Cassie yang muak dan memilih untuk diam itu pun memilih untuk pergi dari kantin dan kembali untuk bekerja. Dia hanya membeli satu roti untuknya di bawa ke tempat kerjanya.
" Kenapa mereka sensi banget si sama gw perasaan gw nggak pernah bikin salah " ( sambil mengetik dengan kesall )
" sekertaris yang kemarin juga daritadi ngelirik gw terus, salah apa coba. Emangnya gw bisa milih mau terlahir kayak apa ?? "
( Cassie semakin kesal atas perlakuan karyawan sekantornya )
" kok kamu nggak makan di kantin ? " ( seseorang mendatangi Cassie )
__ADS_1