
Episode 19
Keesokan harinya di kantor SA Group,
" direktur perusahaan dari LOTUS dari Inggris tidak berkenan untuk menerima undangan anda pak . Jadi apa yang harus saya lakukan " ( Leah berbicara kepada Altezza )
" baiklah aku mengerti " ( meletakkan tangan di dagunya )
" oh iya pak, saya mau minta izin keluar sebentar, mungkin 30 menit lagi saya akan kembali " ( pinta Leah )
" kamu mau kemana ? "
" ah tidak pak, hanya menemui teman yang sakit "
"ya terserah kamu saja.Yang penting kamu harus kembali tidak boleh telat. Meski kamu aku anggap seperti adikku kamu tetap seorang karyawan di sini"
" baik pak, kalau begitu saya permisi "
Di apartement Cassie, Cassie mengumpulkan baju yang dia pakai tadi malam dan baju yang pernah ia pakai pada saat datang ke pesta dua bulan lalu.
__ADS_1
Dia lantas mengambil tempat sampah alumunium yang ada dan langsung membakarnya. Cassie merasa jijik atas perlakuan yang ia terima.
Ting tong, ting tong, ting tonggg ( suara bell berbunyi )
" siapa yang datang, apa mungkin mama ? Aku harus menyembunyikan ini dulu " ( bergesa - gesa )
" Leah ? Kenapa kamu bisa kemari " ( Cassie membuka pintu )
" eee aku hanya .... " ( belum selesai bicara )
" kemari masuklah, duduk sebentar aku akan mengambilkan minum "
" tidak perlu repot saya mungkin hanya sebentar "
Leah melihat Cassie yang terlihat biasa saja padahal tadi malam kejadian tidak mengenakkan terjadi padanya, meski begitu Cassie tidak memperlihatkan sisi sedihnya malah dia tersenyum masam. Sebagai sesama perempuan Leah merasa kejadian seperti itu tidak seharusnya terjadi dan di biarkan begitu saja.
" silahkan minum tehnya "
" ah terimakasih " ( Leah sadar dari lamunanya )
__ADS_1
" kenapa kamu bisa kemari ? " ( tanya Cassie penasaran )
" ah tidak hanya saja aku melihatmu tidak begitu baik tadi malam, jadi aku tanya seseorang dan ternyata kamar apartement mu disini " ( Leah khawatir )
" terimakasih sudah menghawatirkan aku tapi aku baik-baik saja, aku bisa mengurusnya hanya masalah seperti itu saja " ( kata Cassie sok tegar )
" bagaimana kamu bisa sebut masalah seperti itu hanya ?, kamu bisa melapor pada polisi bukan ? Aku akan mengantarmu kesana sekarang ayok" ( kata Leah karena tidak senang mendengarnya )
" Leahh, kamu kira aku tidak pernah mencoba ? aku sangat kuat bukan seperti yang kamu lihat sekarang aku hanya diam padahal tidak seharusnya hal seperti itu terjadi terlebih lagi ada pasal nya dalam hukum bukan ? Aku diam bukan karena aku tidak mau melakukannya melainkan tidak ada gunanya aku melakukannya. Seperti yang kamu lihat tubuhku seperti ini, dan mereka bilang kepada para polisi itu aku menggodanya dengan tubuhku. Bagaimana mungkin mereka tidak percaya omong kosong itu dengan keadaanku yang sekarang " ( menjelaskan dengan tenang )
" maksud kamu ? " ( tanya Leah bingung )
" mereka para orang kaya sama saja bukan ? Mereka menggunakan uang mereka untuk menutupi kelakuan keji mereka. Mereka menggunakan koneksi koneksi mereka sebaik mungkin. mereka selalu menggunakan topeng malaikat untuk menutupi wajah iblis mereka. Mereka hanya menganggap orang sepertiku sangat mudah di dapatkan dan tidak mempunyai apa-apa selain tubuhku. Bukankah begitu ? " ( Menyeringai )
Leah terdiam mencerna setiap kata yang Cassie katakan kepadanya.
" ah baiklah mari kita anggap saja begitu, lalu bagaimana dengan orangtuamu? Sebagai orangtua mereka tidak akan tinggal diam bukan melihat anaknya seperti itu"
" aku tidak punya orang tua "
__ADS_1
" ah maafkan aku jadi orang tuamu sudah meninggal, aku tidak tau itu maafkan aku " ( Leah membungkuk )
Leah yang melihat Cassie mengatakan hal yang membuatnya terkejut tsb hanya bisa diam tidak bisa mengatakan apa-apa lagi kecuali minta maaf . Dia tidak tahu jika seorang sebaik Cassie mempunyai kisah yang begitu buruk, dia jadi teringat dengan Altezza.