
" anda mau bicara saya nyonya ? "
" iya, ikuti aku "
Di balkon,
" DD sebenarnya aku hanya penasaran, sebenarnya siapa orang tua Altezza ? Bahkan ibunya tidak mempunyai marga dan juga kenapa Altezza menggunakan namanya sendiri untuk marganya ? Ataukah ayahnya bernama Altezza ? Aku tidak paham " ( Cassie bertanya )
" *maaf nona saya tidak bisa memberitahu anda tentang itu. Akan lebih baik jika bos Altezza yang menceritakannya kepada anda "
" aku mohon kali ini saja, aku hanya ingin mengerti dia. Sebenarnya aku sempat mendengar rumor kalau Altezza membunuh ibunya dia bahkan mempunyai catatan medis kalau dia gila bukan? "
" itu nona .... " ( DD semakin bingung )
" tapi aku tidak yakin, bukankah aneh jika dia gila? Sebagai seorang anak dia bahkan datang ke makam ibunya tidak mungkin bukan dia membunuh ibunya* ? " ( tanya Cassie semakin cerewet )
" itu nona sebenarnya bos Altezza adalah seorang anak yang baik, kami tumbuh besar bersama ketika dia berumur 8tahun, sebenarnya dia datang ke panti asuhan dan ayahku melihatnya laku merawat dia bersama denganku dan juga Leah kurasa kamu pernah bertemu dengannya. Altezza berdiri di depan mayat ibunya yang sudah terluka tembak, namun sebenarnya dia tidak menembaknya bagaimana bisa anak berumur 7tahun menembak ibunya sendiri bukan ? Mereka mengira bos Altezza menembak hanya karena ada pistol di tangannya. Lalu orang² yang melihatnya pun menganggap dia gila karna telah membunuh ibunya, banyak orang di sana kala itu jadi gosip semakin tersebar, bahkan hingga ia dewasa masih ada beberapa yang mengingatnya jadi yaa mereka menyebarkan rumor bos gila " ( jelas DD )
" lalu dimana ayahnya ? "
" bos tidak pernah melihat ayahnya, bahkan untuk sekalipun. Ibunya selalu menutupi siapa ayah dia dan tidak memberitahukannya. Namun bos Altezza juga tidak pernah menanyakannya kepada ibunya "
Cassie merasa tidak percaya dengan kehidupan Altezza, ternyata dia melalui banyak hal untuk seorang anak di usianya. Dia tidak mengira jika Altezza orang yang dingin dan sombong ternyata mempunyai masalalu yang mengerikan.
" saya permisi nona "
__ADS_1
" ah iya terimakasih DD "
Cassie di balkon dan memikirkan banyak hal tentang Altezza.
" apa aku jahat jika memanfaatkannya ? Apa aku salah jika aku takut kepadanya ? Haruskahbaku bersikap biasa ? Bagaimanapun akubjuga manusia . bagaimana jika yang di katakan DD salah dan hanya membohonginya ? Namun bagaimana jika itu benar "
" auuu " ( mengacak-acak rambutnya )
" apa yang kamu pikirkan ? Apa kamu sungguh tidak sabar untuk menikah denganku ? " ( Altezza tiba-tiba datang )
" hah iya , maksudku tidak aku hanya penasaran " ( Cassie gagap )
" *ada apa ? "
" bagaimana bisa seorang sepertimu mau menikahiku ? maksudku bukan hanya karena ancamanku bukan ? "
" TIDAK !!!! lagipula aku mendapat banyak keuntungan. Aku bisa membalas dendam dengan keluarga Baldwin, dan juga hidupku tidak terlalu membosankan juga "
" sungguh hanya karena itu ? Lalu bagaimana kau akan membalas budiku kali ini ? "
" ya tentu saja. Balas budi ? Aku tidak mempunyai apapun selain tubuhku yang seksi ini "
" hahahaha kamu sangat blak-blakan "
" bukankah aku benar* ? "
__ADS_1
( mereka menghabiskan malam dengan candaan candaan yang tidak terduga, Cassie melihat senyuman tulus dari Altezza. Dia takut sekaligus merasa kasihan terhadapnya )
Akhirnya hari resepsi pernikahanpun tiba,
" nona anda sangat cantik bahkan sebelum di rias " ( ucap salah satu perias Cassie )
" benar sekali gaun anda juga sangat cocok dengan anda. Saya tidak pernah melihat ada gaun seperti ini sebelumnya "
" trimakasih " ( kata Cassie )
Cassie tidak percaya jika pernikahannya akan berlangsung di usianya tsb. Dia merasa seharusnya pernikahan di lakukan dengan seseorang yang dia cintai bukan seseorang yang dia butuhkan.
" nggak nggak Cassie kamu harus ingat, kamu masih punya banyak hal yang harus di urus "
" Kamu sudah siap ? "
Altezza tiba dengan memakai jas hitam dan rambut yang tertata sangat rapi. Cassie melihat Altezza terlihat sangat menawan dan elegant. Tidak heran banyak yang suka dengan dirinya.
" Ayo "
Cassie dan Altezza mengucapkan sumpah pernikahan yang sakral di Kastil megah dan di hadapan banyak tamu. Mereka bersedia untuk hidup bersama dalam keadaan sehat maupun sakit, kaya maupun miskin, dengan penuh kebahagiaan.
Selesai pemgucapan sumpah, Altezza mengajak Cassie menemui beberapa tamu.
" aku masih ada urusan, kau tunggulah disini sebentar " ( Altezza meninggalkan Cassie )
__ADS_1
" baiklah " ( dalam hati Cassie seharusnya seorang pengantin tidak bisa di tinggalkan oleh pasangan prianya begitu saja, namun ya sudahlah )
" oh lihat siapa yang datang, dia sangat cantik. Dia sangat elegan. Dia bahkan tersenyum. Sepertinya aku pernah melihatnya. Dia sangat menawan bla bla bla " ( para tamu membicarakan seseorang yang datang tiba-tiba )