
Keesokan paginya Cassie terbangun dari tidurnya dan melihat Altezza masih tertidur lelap di sampingnya.
" sangat tampan " ( menatap Altezza )
" coba aja kamu tu humble, banyak senyum kamu pasti akan keliatan lebih tampan " ( menyentuh rambut Altezza )
" sayangnya kamu itu menyebalkann !!!!! Dingin, nggak pernah senyum kayak batu di kutup utara "
Meski Cassie tidak menyukai Altezza dan namun dia berterima kasih karena setidaknya Altezza mau menerima nya. Cassie akhirnya bangun dan mencoba untuk berterima kasih kepada Altezza.
30 menit kemudian, Altezza terbangun dan tidak melihat Cassie di sampingnya lantas dirinya kaget.
" kemana gadis bodoh itu, sialan dia pasti kabur dari sini lagi " ( segera mengambil telepon dan menelfon DD )
Altezza menyuruh DD untuk melihat Cassie yang kabur dari villa nya tsb, namun DD mengatakan tidak ada seorang pun yang keluar villa kecuali pelayan yang sedang membuang sampah.
" kemana bocah bodoh itu " ( Altezza geram )
" kamu sudah bangun ? " ( Seseorang membuka pintu )
Altezza kaget karena melihat Cassie yang datang,
" ada apa ? Aku kira kamu akan kabur lagi dari sini " ( katanya )
" ayolahh meski begitu aku mengerti etika sopan santun. Mandilah dan segera turun untuk sarapan "
" kamu memerintahku?? " ( Altezza marah )
" aku tidak memaksa, aku akan menunggumu di bawah " ( Cassie menutup pintunya kembali )
Beberapa menit kemudian Altezza turun dari kamarnya dan melihat Cassie yang sedang menyiapkan sarapan dengan pakaian tidur pendek yang di pakainya tadi malam. Altezza terpesona melihat tubuh Cassie yang sangat indah.
" nona Cassie memang sangat cantik "
__ADS_1
" iya dia bahkan tidak merias wajahnya "
" dia baru bangun tidur bukan "
( seluruh pelayan membicarakan kecantikan Cassie )
" apa saya menggaji kalian untuk berdiskusi ? " ( Altezza yang kesal mendengarnya pun langsung mengatakan hal tsb dan membuat seluruh pelayan pergi untuk melanjutkan pekerjaannya )
" ah kamu sudah selesai ? Kemarilah " ( ucap Cassie tersenyum )
" ada apa ? " ( Altezza duduk )
" makanlah ini !! " ( menyiapkan sepiring puding susu manis yang di buatnya tadi )
" apa kamu yakin aku akan memakannya ? " ( enggan )
" ayolahh, seseorang harus makan makanan manis agar mereka bahagia di pagi hari " ( kata Cassie )
" hah, apa kamu bahagia ? " ( Altezza balik tanya )
Cassie hanya terdiam sembari membayangkan kejadian memalukan seperti kemarin,
" ma ... maksudnya ? " ( Cassie enggan menjawab )
" tidak apa. Bagaimana lukamu " ( sambil makan )
" ah tidak apa-apa luka seperti ini bukan apa-apa "
Brangggg !!!!!! ( Altezza melempar gelas )
" kamu bilang apa ? Luka seperti ini bukan apa² ? Bagaimana mungkin kamu wanita Altezza harus sakit karena kelaparan dan terluka karena seorang pria ********. satu lagi bagaimana bisa kamu menjual tas-tas kamu untuk melunasi utangmu !!! Katakan !!!! " ( Membentak )
" bagaimana kamu bisa tahu ? " ( Semakin bingung )
__ADS_1
" kamu kira aku tidak tau apapun ??? ganti pakaianmu kita harus pergi setelah aku selesai sarapan "
" tapi kita mau kemana ? Bukankah ini weekend ? Saya tidak perlu bekerja bukan ? saya juga harus segeraa kembali ke apartement saya " ( kata Cassie )
" *kamu kira masih bisa pergi dalam keadaan seperti ini ? Terlebih lagi apartement kamu sudah di sita ? Kamu kira masih bisa pergi kemana lagi ? Berhenti bicara dan ganti pakaianmu "
" ah baiklahh "
Cassie mengganti pakaiannya di dalam ruang ganti di milik Altezza, dia tidak mengira jika disana ada banyak pakaian wanita yang sangat cantik dan ber merk. Dia bingung dan takut harus memakai pakaian yang mana karena mengira jika pakaian tsb adalah pakaian yang sudah di siapkan untuk wanita-wanita yang oernah berkencan dengan Altezza.
Altezza yang menunggu Cassie tidak keluar-keluar juga dia akhirnya menyusul Cassie ke kamar gantinya. Sementara Cassie masih bingung Altezza melihat Cassie yang hanya mengenakan handuk saja.
" apa kamu tidak pernah melihat pakaian seperti ini ? " ( kata Altezza mengagetkan Cassie )
" ahhh !!! " ( Cassie kaget )
" ngapain kamu kesini ? Aku akan turun sebentar lagi jadi tunggulah aku sebentar " ( menutupi badannya dengan tangannya )
" sepertinya kamu butuh bantuanku " ( Altezza berjalan mendekat )
" ahh jangan bergerak kamu di situ saja " ( Cassie berjalan mundur hingga akhirnya mentok di cermin )
Altezza yang berjalan mendekatpun memeluk Cassie,
" sepertinya kita masih punya sedikit waktu " ( menatap Cassie )
" hei lepaskan apa yang kamu lakukan " ( mencoba melepaskan diri )
" hey apa yang kamu lakukan " ( menghindar )
Cassie tidak bisa menghindar dari Altezza.
" aku akan melepaskanmu kali ini, jadi cepat aku tidak suka menunggu lama " ( Altezza melepaskan Cassie dan langsung berjalan keluar )
__ADS_1
" dasar mesum sialan " ( mengumpat Altezza )
Nb. terus dukung author ya readers. dukungan kalian sangat membantu author semangat menulis, Saranghaeyoo chingu 🖤