SEXY SECRETARY

SEXY SECRETARY
Episode 48


__ADS_3

" hey bangunn, apa kamu baik-baik saja ?? Hey jawablah aku " ( menggerak gerakkan Altezza )


" tidak kamu tidak boleh mati sekarang " ( Cassie menangis tiba-tiba )


" terimakasih sudah menolongku tapi kamu harus bangun lria menyebalkan heyyyy " ( masih mencoba menggerak-gerakkan )


" aku tidak ingin seseorang kehilangan nyawanya untukku lagi, jadi kumohon bangun hiks hks hiks " ( Cassie menangis dan memeluk Altezza )


" ap kamu menangis karena menghawatirkan aku ? " ( Altezza tiba-tiba bicara )


" hah ? Kamu sudah bangun syukurlahhh "


" apa kamu kira luka seperti ini bisa membuatku mati wanita bodoh ? "


" benarrr, itu hanya gigitan semut bagi dirinya " ( dokter itu masuk ke ruangan )


" kamu, apa kalian sedang membodohiku ? "


" kamu lihat kan ? Dia gadis yang sangat polos dan juga bodoh " ( Altezza bangga )


" kamu !!!!!! "


" jadi kalian saling kenal ? "


" hallo nyonya Cassie, saya Jimmy direktur dan juga dokter terhebat di rumah sakit ini " ( membanggakan dirinya )


" aku tidak peduli "


" hah !!!!! Ternyata nyonya Cassie bisa becanda juga, karna sepeetinya nyonya Cassie tidak senang denganku aku akan pergi sekarang babayy "( berjalaan keluar )


" naif sekali, 5 menit yang lalu kamu menangis menghawatirkan akubdan sekarang kamu marah padaku ? "


" tidak mana ada aku tidak pernah menghawatirkan kamu " ( merajuk )


" *begitukah ? "


" jangan salah paham aku tidak mau kehilanganmu yahh setidaknya tidak untuk sekarang. Balas dendamku masih belum terbalaskan sepenuhnya "


" kamu masih sangat gigih "

__ADS_1


" tentu saja, aku tidak akan menjadi istrimu jika aku tidak ingin melakukan balas dendam bukan ? "


" yahh kamu memang benar, tapi sebenarnya berkabung dalam masa lalu itu menyakitkan, akan lebih mudah menjalankan hidup jika kita melupakan hal-hal dalam masa lalu dan berfokus pada masa kini "


" apa maksudmu* ? " ( tanya Cassie bingung )


" lupakan, oh ya kamu bilang tadi kamu istriku bukan ? Bagaimana apa kamu mau menjalankan tugasmu sebagai istri ? "


" hah ? Kamu gila ? Tadi di kantor dan bahkan kamubingin di rumah sakit juga ? " ( Cassie kaget dan merona )


" apa yang kamu pikirkan? Aku lapar sekarang bisakah kamu memasakkanku makanan yang enak ? "


" apa ? "


" wanitaku ternyata sangat nakal " ( mengedipkan satu matanya )


" mana ada, aku akan memasak untukmu ketika kita pulang nanti, tapi jawablah dulu pertanyaanku "


" apa ? "


" siapa orang-orang yang ingin menembakku tadi? "


" tidak mungkin jelas-jelas mereka ingin menembakku bukan kamu "


" yahh mereka hanya cicak yang tidak tau cara menembak, mereka hanya salah bidik lawan " ( Altezza menjelaskan )


" apa kamu yakin ? " ( tanya Cassie penasaran )


" tentu saja, ada apa ? Apa kamu takut terkena tembak ? Sayangnya aku tidak membawa pistol tadi. Jika aku membawa mungkin mereka akan mati hanya dengan satu tembakan dariku, yahh kamu memang wanita lemah hanya tubuhmu saja yang kuat " ( Altezza mengerjai Cassie )


" benar memang aku lemah, hanya tubuhku yang berguna untukmu begitukan menurutmu. Aku mau mencari udara segar, kamu istirahat saja " ( Cassie terlihat marah dengan perkataan Altezza tadi dan langsung keluar )


" apa dia marah ? Haishh terserahlah aku mungkin memang berkata keterlaluan " ( Altezza hanya diam menghela nafas )


Cassie berjalan keluar dan merasa tersinggung karena perkataan Altezza dan dia berpapasan dengan Rey yang baru datang.


" hey kakak ipar " ( teriak Rey )


" eh kamu baik-baik saja kakak ipar ? " (lanjutnya)

__ADS_1


" aku tidak apa, bagaimana denganmu ? Apa kamu baik-baik saja ? Bagaimana orang² tadi ? " ( tanya Cassie )


" kakak ipar sangat banyak pertanyaanmu, aku akan menjawabnya. Seperti yang kakak lihat aku baik-baik saja aku harus menjaga seluruh tubuhku termasuk wajah gantengku bukan ? Hahahaha " ( Rey becanda )


" kamu masih sangat pandai menghibur orang Rey, oh ya siapa orang² tadi " ( bertanya pada Rey karena tidak puas dengan jawaban Altezza )


" itu tadi hanya biasa orang yang tidak suka dengan kakak, oh ya bagaimana keadaan kakak menyebalkan itu ? "


" dia baim-baik saja, kalau begitu aku akan pergi keluar sebentar mencari udara segar "


" apa kamu baik-baik saja kakak ipar ? "


" tidak apa aku hanya merasa pengap dengan bau rumaah sakit. Yasudah sana temui kakakmu " ( berjalan meninggalkan Rey )


Rey pun menemui kakaknya tsb,


" *kak bagaimana lukamu ? "


" tidak masalah tidak seserius itu hanya luka tembak kecil "


" sukurlah "


" bagaimana dengan orang-orang itu ? "


" mereka kabur, berhasil aku tangkap namun lagi-lagi orang² yang mencelakai kakak lebih memilih untuk mati daripada mengatakan yang sejujurnya, dan juga sepertinya mereka pembunuh bayaran ataupun memang seseorang yang sudah terlatih "


" ya benar dia memang penembak jitu, tapi ada yang aneh. Dia menembak Cassie namun dia sengaja memperlihatkan padaku kalau dia mau menembak. Kemungkinan besar mereka mulai mencurigai Cassie dan menjadikan target untuk menggertakku " ( Jelas Altezza )


" kalau begitu kakak ipar dalam bahaya ? "


" tidak, selama dia bersamaku aku tidak akan membiarkan seseorang menyentuhnya " ( menatap tajam )


" baiklah-baiklah, oh ya kak tadi aku bertemu kakak ipar dan dia terlihat sedang sedih. Apa kakak melakukan sesuatu padanya ? Atau jangan-jangan kak melakukan ........ "


" berhenti berbicara omong kosong, dia baik-baik saja. Beritahu DD untuk segera kembali kemari, aku akan pulang habis ini "


" memangnya paman DD kemana, dia bahkan tidak tahu kakak dalam bahaya ? "


" melakukan tugas rahasia "

__ADS_1


" maaf kak aku tidak tahu, aku akan menelfonnya sekarang juga* "


__ADS_2