SEXY SECRETARY

SEXY SECRETARY
Episode 52


__ADS_3

Rey berhenti di sebuah tempat makan sederhana, tempat dimana Cassie dan juga Lily sedang makan malam bersama. Altezza sebenarnya tahu namun dia pura-pura tidak senang dan tidak tahu.


" hey kakak ipar " ( memanggil dari kejauhan )


" hah ? kalian ? sedang ala kalian disini " ( Cassie menoleh dan kaget ternyata yang datang adalah Rey dan juga Altezza )


" bolehkah kita duduk disini kak ? " ( menunjuk kursi di meja yang sama dengan Cassie dan Lily )


" ah tentu saja " ( Rey duduk dan Alltezza hanya diam dan mengikuti Rey duduk )


" Lily kamu baik-baik saja ? " ( Cassie menoleh kearah Lily yang terlihat canggung dan pipinya memerah )


" ah aa aa aku baik-baik saja kak " ( terbata-bata )


" ada apa ? Kenapa kamu tiba-tiba canggung ? " ( Cassie bertanya lagi )


" Hallo!!! Kenalkan saya Rey " ( Rey mengajak Lily berkenalan dengan menodongkan tangannya )


" hah hah hayy, saya Lily " ( Canggung )


" kamu baik-baik saja nona Lily ? " ( tanya Rey )


" ah tidakk hanya saja aku fans beratmu aaaaa tidak apa yang kulakukan. Lupakan perkataanku maksudku ahh bukan " ( Lily bertingkah )


" hahahahah terimakasih nona Lily ini sangat lucu, saya akan berusaha lebih keras lagi, mari berteman " ( Rey tersenyum )


Lily sangat merona dan juga senang sekali namun dia malu karena pria idolanya tsb ada tepat di depannya dan sangat tampan tidak hanya di foto namun juga aslinya.


Sementara itu Altezza masih terdiam tidak mengatakan apapun terkecuali melirik-lirik Cassie yang tidak menganggapnya sama sekali.


" sebaiknya kita ke restoran pribadi kakak saja kakak ipar, disana lebih luas dan lebih nyaman. aku rasa nona Lily juga pasti akan setuju " ( Ucap Rey )


" kau benar, tempat ini sangat pengap " ( Altezza menyambung )


" tidak perlu !!!!! kami akan tetap disini, benar begitu kan Lily ? " ( Cassie berteriak )


" iyaa kak " ( jawab Lily )


" ada apa kakak ipar ? "


" aku dan Lily akan makan disini, lagipula kita sudah memesan makanan. Kita menyukai tempat ini. Jika kalian kesana maka pergilah akan lebih baik begitu " ( kata Cassie )


" heyy kakak ipar kamu sangat jahat, apa kamu mau mengusir kita dengan cara halus ? " ( kata Rey )


" tidak, hanya saja tuan muda yang biasa hidup mewah mana bisa makan di tempat seperti ini bukankah begitu tuan Altezza ? "


" kakak ipar kamu salah kakak ...... " ( belum selesai bicara )

__ADS_1


" kenapa ? Apa kamu pikir tuan muda dari keluarga kaya hanya bisa makan makanan mewah ? Pelayan !!!! Aku pesan makanan yang sama dngan dua wanita ini " ( Altezza menantang )


" apa kau yakin kak ? Tapi kamu .... "


" diam aku bisa melakukannya " ( lagi-lagi memotong pembicaraan Rey )


" biarkan saja Rey, toh dia yang ingin aku tidak memaksanya. Apa kamu yakin akan memakan makanan yang sama tuan Altezza ? " ( tanya Cassie mencibir )


Altezza hanya diam tidak mengatakan apapun. Makanan sudah di siapkan, Altezza melirik dan mulai ragu akankah dia memakan makanan itu atau tidak. Lily juga sangat canggung karen Rey selalu meliriknya dan tersenyum padanya. Meski senang namun dia sesikit tidak nyaman.


" ada apa ? Apa kamu tidak mau memakannya? Kalau begitu biarkan aku yang memakannya " ( mau mengambil sup pedas yang ada di hadapan Altezza )


" tidak aku bisa menghabiskannya " ( mengambil mangkuk dan langsung memakannya )


" kau tidak perlu buru-buru tidak ada yang mengejarmu " ( Cassie sedikit bergurau )


" nona Lily sepertinya tidak suka makanan pedas, apa aku salah ? " ( Rey bertanya )


" ah ii iiya sup ku tidak pedas "


" kalau begitu aku akan memakan yang pedas, kamu makanlah ini " ( menaruh daging di atas mangkuk Lily )


" trimakasih " ( Lily hanya menghadap kebawah karena canggung dan malu )


" kak apa kamu sudah selesai ? " ( Rey mellihat ke arah Altezza yang sudah menghabiskan makanannya )


" kau pikir aku tidak bisa memakannya bukan ? Berhenti melihatku dan segera habiskan makanan kalian. Hari sudah mulai malam sebaiknya segera pulang " ( kata Alltezza )


" kakak benar, ayo kak kita pulang "


" kau sebaiknya antar nona Lily, tidak baik membiarkan gadis kecil pulang sendirian di malam hari " ( Suruh Alltezza )


" tidak, dia akan pergi bersamaku. Lagipula aku yang mengajaknya tadi " ( saut Cassie )


Alltezza tidak bisa mengatakan apapun karena ucapan Cassie benar, namun dia melirik kearah Rey dan memberikan kode.


" tidak kakak ipar, aku akan pergi mengantar nona Lily. Lagipula dia penggemarku, aku tidak ingin penggemarku kenapa-napa bukankah begitu nona Lily " ( tersenyum masam )


" i ii iya "


" Kalau begitu kita akan pergi dulu, kak pakailah mobilku akan lebih aman jika aku naik taksi. Aku tidak ingin wartawan mengetahui akubada disini " ( memberikan kunci mobil )


" terimakasih kak Cassie traktirannya, aku akan bekerja lebih keras lagi. Kami permisi " ( Lily pamit )


mereka pergi meninggalkan sepadang suami istri itu, mereka terlihat canggung satu sama lain.


" kenapa kamu tiba-tiba datang kemari ? Aku tidak memberitahu kalian akan makan disini " ( tanya Cassie penasaran )

__ADS_1


" hanya kebetulan, ayo kita pulang "


" ah ok "


Ketika mereka berjalan ke arah mobil, tuba-tiba seseorang melempar pisau kearah Cassie


Syutttt !!!!!


" auu " ( Alltezza menarik dia ke pelukannya )


" hey bukankah itu tuan Alltezza, hey lihatlah disini ada tuan Alltezza. Mari kita menyambut mereka, mari kita berfoto bersama tuan " ( tiba-tiba sekerumunan orang datang )


" auu auu auu " ( Cassie tiba-tiba tersingkir )


" Cassie, nyonya Alltezza dimana kau " ( Alltezza terdorong banyak orang )


Alltezza yang kala itu tidak membiarkan pengawalnya ikut bersamanya pun terlihat kesusahan terlebih lagi meski dia membawa senjata, dia tidak mungkin menggunakannya pada rakyat-rakyat biasa seperti mereka.


Dengan susah payah akhirnya Alltezza keluar dari kerumunan dan melihat Cassie yang sedang berlari di kejar seseorang dan Alltezza mencari jalan pintas untuk segera menyusulnya.


Cassie berlari sekuat tenaga, mereka sempat menembaknya namun tidak kena dan menggores tangannya.


" auuuu, sialann " ( Cassie masih berlari, Karena Cassie memakai rok dia jadi sulit untuk melakukan banyak hal )


" hey wanita sialan, cepat juga larimu " ( ucap salah seorang yang mengejar Cassie )


Cassie salah jalan, dia justru berlari kearah lorong tembok dimana tidak ada jalan keluar disana.


" ah sialan, aku harus lari " ( ketika Cassie mau putar balik, dua orang yang mengejarnya sudah berada di belakangnya )


" mau kemana kau nyonya Alltezza !!!! "


" siapa kalian ? Mau apa kalian jangan mendekat atau kalian akan tau akibatnya " ( gertak Cassie )


" nona tidak perlu tau siapa kami, ikut kami dengan tenang. Akan kupastikan kami tidak akan bersikap kasar "


" apa maksudmu ? Kenapa aku harus ikut kalian "


" jangan banyak bicara atau kami akan memaksa anda dengan cara kekerasan " ( ucap seorang dengan pakaian rapi tsb )


" aku tidak mau, kalian pikir aku bodoh aku bahkan tidak mengenal kalian bagaimana bisa aku mau ikut kalian hah dasar sampah " ( Cassie memprofokasi )


" beraninya kamu mengatakan kami sampah " ( mereka marah )


Dorrrrrrrr!!!!!! ( suara keras tembakan )


nb. jangan lupa selalu dukung author dengan ketik like dan share dan juga berikan dukungan kalian melalui vote. ayoo koin-poin kalian sangat berharga bagi author. Semangattt beraktifitass kalian 🖤

__ADS_1


__ADS_2