
Bab 35
Nyonya Grifin pergi, maka Andrew Smith pun juga pergi kembali ke kamar mereka. Sementara itu, di kamar suite Sean, Charlotte tengah menstabilkan hati nya. Ketika membuka pintu Sean dan Katie sudah berdiri di depan pintu.
"Tuan Smith," sapa Charlotte yang benar-benar memperlakukan Sean seperti orang asing.
Katie langsung saja merangkul tangan Sean, "Lama tak bertemu," sapa Katie.
"Iya sedang sedikit sibuk mengejar masa depan, karena itu tidak ada waktu untuk bermain, atau mengejar hal lain," jawab Charlotte berbalut sindiran.
Katie semakin mengeratkan rangkulan tangan nya ke lengan Sean, dia merasa tersindir oleh perkataan Charlotte lalu dia pun berkata, "Apa kau sedang menyindir aku. Ingat, orang ketiga yang merusak hubungan aku dan Sean, itu adalah kau."
Charlotte tertawa seraya bertelak pinggang, "Hah! ular satu ini benar-benar beracun," pikir Charlotte.
__ADS_1
"Aku sedang tidak menyindir, tapi jika kau merasa tersindir. Itu berarti kau merasa sedang mengejar sesuatu yang sia-sia bukan?" ujar sindir Charlotte lagi.
Sean melepaskan rangkulan tangan Katie, lalu berkata kepada Charlotte, "Jaga perkataan mu!"
Melihat Sean membela Katie, maka Charlotte pun semakin tertawa lalu berkata, "Tuan Smith apa kau tahu apa perbedaan lalat dan lebah?"
Charlotte pun berkata lagi, "Mereka sama-sama memiliki sayap untuk terbang. Tapi, apakah kau tahu? Lalat meski pun tahu jika bunga lebih wangi tapi tetap saja ia lebih menyukai sampah," ujar Charlotte kepada Sean lalu melirik kepada Katie.
Charlotte pun sedikit menepi seraya berkata, "Silakan masuk, aku pergi dulu. Masih harus mengejar masa depan."
"Sean," panggil Katie yang merasa diabaikan.
Akhir-akhir ini hati katie merasa sangat was-was, dia datang ke Quaint hotel untuk memastikan firasat hati nya. Pada saat ini dia bisa melihat jika Sean sudah benar-benar jatuh cinta kepada Charlotte.
__ADS_1
Setiap gerakan dan tingkah juga perkataan Charlotte, dengan cepat akan mempengaruhi suasana hati Sean, dia pun berpikir jika ini tidak bisa dibiarkan. Dia harus memikirkan cara lagi untuk menjauhkan Sean dan Charlotte.
Sean pun menenggelamkan diri dengan pekerjaan nya, bahkan dia menolak ajakan katie untuk menemani nya pergi makan, atau menghadiri pejamuan sejenis nya.
Lagi-lagi ditolak, katie melempar ponsel nya sampai hancur ke lantai, "sialan, Charlotte ini semua karena kau?" Hardik marah Katie.
Charlotte yang sedang jadi sumber masalah malah terlihat asyik, bersemangat mengerjakan Event untuk pergelaran busana nanti malam. Pada saat ini Willy memarahi nya lagi, "Bukankah sudah ku katakan sedari tadi, kau haris rileks. Biarkan staff mu yang mengerjakan semua nya!"
"Aku tidak tenang, jika bukan aku yang menangani nya sendiri," jawab Charlotte.
"Nona Brown, aku perintahkan agar kau meletakan semua berkas itu!" ujar Willy seraya mengambil berkas cek daftar keperluan pergelaran nanti malam.
"Kau," ujar Willy kepada salah satu staff hotel, "Bawa dia ke spa, beri dia pijatan yang nikmat."
__ADS_1
Willy mendorong Charlotte seraya melambaikan tangan nya, mengusir pemilik Quaint hotel agar segera merilekskan diri.
Willy menepuk-nepuk tangan nya, lalu menggantikan tugas Charlotte mengecek daftar pergelaran nanti malam, "Ok, saat nya kita mengudara," ujar nya seraya meletakan pulpen di telinga nya.