
Di dalam mobil Sean nampak masih kesal, “Berhenti!” ujar Sean kepada supir nya.
Mobil pun menepi, Sean turun daru mobil lalu berkata kepada supirnya itu, “Aku yang menyetir!”
Sudah lama Sean ingin merasakan mengebut, merasa hati sedang masam, membutuhkan pelampiasan maka dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk sedikit ugal-ugalan di jalan. Masih memikirkan Charlotte dan rok minim nya.
“Apa dia benar-benar kekurangan uang, tidak bisa beli baju yang pantas,” gumam kesal nya lagi dan lagi.
Sean menyetir tanpa tujuan sambil terus menggerutu, pada akhirnya dia berhenti di sebuah klub malam. Dia memarkirkan mobil nya dan begitu masuk dia langsung memesan minuman yang paling mahal. Minuman beralkohol termahal di dunia yang pertama adalah Billionaire Vodka. Seperti namanya, ‘Billionaire’, yang memiliki arti bahwa, minuman ini memang dikhususkan, untuk para milyarder.
Berasal dari Rusia, minuman ini tak dibuat sembarangan, karena memiliki resep rahasia. Bahkan, keaslian rasanya sudah teruji, oleh banyak kritikus minuman dan makanan dunia! Selain dari rasa minumannya yang enak, kemasan botol nya juga sangat mewah. Bayangkan, botol Billionaire Vodka ini, tersemat 3,000 berlian Swarovski.
Sean juga memesan minuman Cognac ini hanya akan ditawarkan, jika telah berusia 100 tahun. Sehingga, minuman ini memang sudah terkenal sejak 1776. Maka tak heran, jika harganya bisa di banderol dengan harga $2 juta atau sekitar Rp26 miliar per botol.
Sean menyesap segelas demi segelas minuman itu, di ruang VIP tersendiri. Lalu dia pun meracau memanggil-panggil nama charlotte. Pada saat ini pelayan masuk lagi membawakan air putih yang Sean pinta karena merasa perut nya tidak enak.
Lalu dengan tiba-tiba dia pun muntah, Pelayan itu segera meletakkan pitcher berisi air putih di atas meja, lalu memapah Sean untuk kembali duduk di atas sofa. Sean sudah kehilangan setengah kesadaran nya. Lalu pelayan itu mengambil ponsel Sean dan melihat kontak terakhir yang di hubungi oleh Sean.
“Charlotte,” baca pelan pelayan itu.
Charlotte baru saja berganti piyama, bersiap ingin tidur. Ponsel nya berdering, melihat nama Sean yang tertera dia sedikit memajukan bibir nya lalu mengangkat panggilan video call itu, “Halo Nona, aku hanya bisa menghubungi mu, Tuan ini seperti nya terlalu mabuk untuk bisa pulang sendiri, bisa kah menjemput nya?”
Charlotte melihat Sean yang terbaring sambil meracau mabuk, dia pun segera saja mengambil kunci mobil nya di atas nakas, sambil berkata, “Aku akan ke sana.”
__ADS_1
Begitu sampai di klub malam, semua mata memandangi Charlotte yang terlihat berbeda dari semua pengunjung. Dia masuk ke klub malam dengan piyama, sandal rumah dan juga sanggulan rambut yang asal. Tapi, malah terlihat natural s*ksi.
“Ruang VIP tuan Smith,” ujar Charlotte kepada salah satu pelayan klub malam itu.
Pelayan itu pun mengantarkan Charlotte ke ruang VIP yang dimaksud, Begitu pintu dibuka terlihat jika Sean sudah berbaring di lantai, “Terima kasih, biar aku yang mengurusnya dari sini,” ujar Charlotte kepada pelayan yang mengantar nya.
Charlotte berdiri sambil bersedekap tangan, dia pun lalu membungkuk dan mulai memapah suami nya itu untuk duduk dengan benar di sofa, “Hish mengapa merepotkan sekali.”
Tiba-tiba saja Sean menarik Charlotte ke dalam pelukan nya, seraya meracau, “Jangan pergi …”
“Sean kau mabuk …” ujar Charlotte seraya ingin melepaskan diri dari pelukan suami nya itu.
“Tidak … aku tidak mabuk, beri aku waktu sedikit lagi,” ujar Sean.
“Waktu …” pikir Charlotte.
Charlotte mendorong tubuh Sean dengan lebih keras lagi seraya berkata, “Ayo saat nya pulang.”
Charlotte pun memapah Sean yang sedang mabuk, seseorang yang mengenali Sean mengambil foto itu diam, dalam pikiran nya ada ide licik untuk menjatuhkan Sean.
Charlotte membawa Sean ke rumah mereka, Merebahkan nya di sofa, karena tidak kuat memapah Sean untuk naik ke lantai dua, membawa ke kamar utama. Charlotte terduduk di sofa, mengambil napas sebentar seraya berkata, “Mengapa berat sekali?”
Tubuh mungil nya harus memapah tubuh tegap tinggi Sean, jelas saja kepayahan, Charlotte bersandar di sofa memejamkan mata nya, merasa lelah karena sepanjang perjalanan Sean sedikit-sedikit berteriak mual ingin muntah, jadi sebentar-sebentar Charlotte menepi membawa Sean keluar mobil untuk muntah, tapi malah tidak kunjung muntah.
__ADS_1
Malam ini Charlotte merasa benar-benar dikerjai oleh suami nya itu. karena, itu dia malah tertidur duduk di sofa. Sean berbaring tengkurap, sedikit bangun mencari sandaran kepala untuk tidur, Dia malah meletakkan kepalanya di paha charlotte yang sedang terlelap juga.
Pagi hari nya, Charlotte bangun merasakan di paha nya ada sesuatu yang berat. Dia melihat ke bawah dan langsung menutup kedua mulutnya karena terkejut, dan secara spontan langsung berdiri sehingga membuat Sean terjatuh dari sofa.
“Aaw …” ujar nya seraya memegangi kepala nya yang terasa masih berputar-putar pusing.
“kau ini Hercules atau wanita, mengapa bar bar sekali?” protes Sean sambil berusaha ingin berdiri tapi masih tidak stabil dan terjatuh lagi ke sofa.
“Lain kali jika ingin mabuk, jangan merepotkan aku?” charlotte balik marah kepada Sean.
Charlotte pun bergegas pergi dari ruang tamu dengan hati kesal, baru beberapa langkah telah terdengar rintihan dari Sean, terdengar mengerang seperti suara menahan sakit.
Charlotte menghentikan langkah nya lalu menoleh kepada Sean yang sedikit meringkuk sambil memegangi perut nya, “Apa perut mu sakit lagi?” tanya Charlotte dengan nada sedikit panik.
“Ya sakit sekali,” jawab Sean.
“Sudah tahu tidak bisa minum alkohol. Tapi, masih nekat minum, “ ujar Charlotte dengan nada kesal seraya pergi meninggalkan Sean.
Sean menatap charlotte yang meninggalkan nya sambil menaikkan satu alis nya dia berpikir jika istrinya itu benar-benar tega, meninggalkan nya dalam keadaan sakit. Sean tidak bisa banyak bergerak karena benar-benar merasakan sakit di perutnya.
Setengah jam kemudian Charlotte membawa masuk dengan membawa se mangkuk bubur, “Ayo, makan ini dulu,” ujar nya seraya meletakan semangkuk bubur hangat di ata meja.
Charlotte membantu Sean untuk duduk dengan benar, lalu mengambil mangkuk bubur nya lagi. Menyendokan, sedikit meniup-tiup lalu menyuapi Sean tanpa ragu, “Ayo makan!” ujar Charlotte yang melihat suami nya itu malah memandang sedikit heran kepada istri nya itu.
__ADS_1
“Ayo makan, setelah ini aku harus bekerja. Tidak banyak waktu untuk merawat mu!” ujar sarkas Charlotte.
Sean pun akhir nya patuh dan membuka mulut nya, menelan se sendok bubur dia memandang aneh lagi kepada Charlotte, lalu dia membuka mulutnya lagi. Baru saja ingin berkata tapi Charlotte langsung memotong nya, “Sedang makan tidak boleh banyak bicara,” ujar nya seraya menyuapi Sean lagi.