SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
BOLA TERBUAT DARI LOGAM


__ADS_3

Diana tersentak, ketika suaminya itu menanggalkan gaun pengantin yang membalut tubuhnya. Pupil matanya melebar ketika Frezy mengecup belahan d*da- nya sambil meremas bagian yang satunya. Lalu suaminya itu menarik tubuh Diana agar berdiri.


Tangan Frezy turun mengusap paha Diana, kemudian mengangkat kaki kiri istrinya itu dan memegangnya hingga Diana tersentak sembari memegang bahu Frezy.


Dengan sambil tersenyum, Frezy membuka laci nakas lalu mengambil sesuatu yang berbentuk seperti bola, Diana mengernyitkan alisnya ketika melihat itu.


"K-kau mau apa dengan itu," tanya Diana dengan setengah menahan napasnya.


Frezy menjawab pertanyaan Diana hanya dengan senyuman dan gerakan selanjutnya. Dia melebarkan kaki Diana, menelusupkan tangannya di bagian bawah Diana, membukanya dan memasukan bola kecil yang terbuat dari logam, ke dalam milik Diana.


Mulut Diana terbuka, dahinya berkerut dan dia melenguh seketika ketika bagian bawahnya terasa penuh dan dingin. Frezy tersenyum puas, dan menurunkan kaki Diana seraya berbisik sambil menggigit daun telinga Diana, "Bagaimana rasanya?"


Diana mengulum bibirnya, wajahnya memerah memikirkan ternyata di balik kepolosan suaminya ada sisi hewan buas yang sedang meraasa kehausan, dan sedang menagih air yang sejuk dari tubuhnya.


Diana termasuk wanita yang mendominasi, jadi dia malah menantang suaminya itu. Dengan lembut dia balik menggigit daun telinga suaminya itu dan berkata, "Apa hanya begini saja?"


"Kau menantang," Frezy mendengus lalu dia mengambil ponselnya dan menekan sebuah tombol pada layarnya.


"Eummh ..." Bahu Diana langsung melemas lalu dia mengulum bibirnya ketika merasakan getaran pada bagian bawahnya.


"Rasanya menyenangkan melihat kau mend*sah seperti ini," ujar Frezy dengan nada yang terdengar puas.


Diana mengigit bibinya dan sedikit tertawa, lalu berkata "Wah ternyata kau benar-benar sudah siap tempur ya."


Freay juga tertawa lalu dia pun menaikan level getaran bola yang terbuat dari logam tersebut.

__ADS_1


"B-bisakah kau menghentikan ini ... aaah!" Diana akhirnya melenguh juga sambil berpegangan kepada bahu Frezy.


Pada saat ini ponselnya berdering. Moment mencandai sekaligus mencumbui Diana pun terhenti. Frezy pun melepaskan tautan tangan Diana lalu menjawan panggilan dari Sean.


"Apa sudah mendengar berita tentang Tuan Crownly dan Katie?"


"Sudah," jawab Frezy.


"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Sean.


"Apa bisa mengantarku ke rumah sakit?" tanya Frezy sembari memandangi Diana yang sedang terbaring lemas di ranjang pengantin mereka.


"Tentu saja," jawab Sean.


Frezy pun menutup ponselnya, lalu menundukan kepalanya kepada Diana seraya berkata, "Kita lanjutkan tantangannya di lain waktu."


Frezy menoleh kepada Sean dan berkata, "Bisakah mengatur tes DNA untuk ku dan Tuan Crownly, kali ini buat agar semua pemegang saham mengetahui tentang ini," ujar Frezy.


"Keputusan yang bagus," puji Sean.


Mereka pun tiba di rumah sakit, cidera kepala yang dialami Tuan Crownly tertangani dengan baik karena tidak terlalu parah. Meski masih setengah sadar Tuan Crownly masih bisa mengenali Sean Smith.


Sean masuk ke kamar rawat inap Tuan Crownly, tanpa basa-basi dia pun berkata, "Jika ingin kerajaan bisnis Crownly selamat, maka tunjuk pria yang sedang berdiri di depanmu ini sebagai ahli waris utama."


"A-apa maksudmu?" tanya Tuan Crownly bingung seraya memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.

__ADS_1


Sean mengeluarkan sebuah hasil tes DNA yang sebelumnya telah dia aturkan, "Silakan baca sendiri."


"Tidak mungkin," ujar Tuan Crownly, "Bukankah anak itu sudah mati?" ujarnya lagi.


Sean pun menceritakan secara singkat tentang kejadian kelam masa lalu keluarga itu. Sean pun berkata lagi "Jika kau mau melihat Kerajaan bisnis mu hancur maka silakan saja."


Sean pun keluar dari kamar itu, Frezy memberikan tatapan dingin kepada Tuan Crownly lalu ikut pergi keluar mengikuti langkah Sean.


"Apa mau melihat Katie?" tanya Sean.


"Tunjukan saja kamarnya kepadaku," ujar Frezy.


Perawat pun membawa Frezy ke kamar rawat inap Katie. Kecelakaan yang Katie alami memberikan dampak pendarahan otak yang tidak ringan, bahkan Katie sempat mengalami kejang-kejang. Belum lagi patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.


Pada saat ini, organ vital Katie masih bisa bekerja karena bantuan alat, jika dicabut maka pasti Katie akan segera menyapa kematiannya.


Perawat membantu Frezy memakai baju steril sebelum memesuki ruang rawat Katie setelahnya perawat membuka pintu, lalu Frezy pun masuk. Perlahan dia melangkah, menatap dalam diam lalu dia berkata, "Jika saja keserakahan tidak menggerogoti jiwamu, bisa jadi kita akan menjadi kakak adik yang saling mengandalkan."


"Sungguh di sayangkan kau lahir dengan hati yang busuk," ujar Frezy lagi.


"Ini adalah terakhir kalinya aku melihatmu ..." terdiam sesaat lalu dia melanjutkan perkataannya lagi, "Setelah ini tidak akan ada satupun yang akan menjengukmu, karena aku akan melarangnya."


"Oh saudaraku yang cantik, selama aku tidak mengizinkan alat bantu ini dicabut maka selamanya kau akan tertidur seperti mayat hidup."


"Oh ya satu lagi, aku akan memastikan kau tidak akan pernah bangun meski kau juga tidak akan mati," imbuh Frezy dengan menyeringai.

__ADS_1


Pada saat ini darah licik dan sadis milik keluarga Crownly tengah membakar ke seluruh tiap pembuluh darahnya, sehingga dia bisa berlaku kejam pada saudara sedarahnya itu.


__ADS_2