
Bab 48
Sean menyetir tanpa arah, lalu dia teringat dengan mansion Charlotte. Dia pun melajukan mobilnya ke arah mansion. Dia memandangi mansion itu dari luar, membayangkan ketika Charlotte tinggal di mansion besar itu, apakah waktu itu dia bahagia atau sebaliknya.
Sean menghubungi pengacaranya dan meminta agar membeli mansion itu berapa pun harga nya. Lalu dia melajukan mobilnya, kembali pulang ke rumah yang dulu ditempati oleh Charlotte. Kali ini dia tidak langsung ke kamar utama. Tapi dia malah pergi ke kamar Charlotte.
Sean merebahkan diri di ranjang istrinya itu, dia berbaring terlentang lurus dengan bersedekap tangan memandangi langit-langit kamar Charlotte. Berpikir selama ini apakah istrinya itu merasa kesepian selama tinggal di sini, karena dia hanya datang sesekali saja ke rumah mereka ini.
Hati nya pun terasa sedikit memilu, lalu dia memiringkan tubuhnya, hidung Sean mencium aroma wangi tubuh Charlotte yang masih tertinggal di seprai ranjang. Dia mengambil satu bantal lalu memeluknya.
Beberapa saat kemudian Sean bangun, dan mulai melihat-lihat seisi kamar Charlotte. Dia membuka lemari. Memandangi baju-baju Charlotte, memperhatikan nya. Dan baru menyadari jika betapa sederhananya wanita itu selama ini.
Sean membuka laci nakas, lalu mellihat ada sebuah cincin. Dia pun mengambilnya dan melihat jika itu adalah cincin pernikahannya dengan Charlotte, Sean mengambil napas panjang-panjang, berpikir jika Charlotte benar-benar ingin menghapus dia dari kehidupannya.
Pada saat ini, bel pintu rumah pun berbunyi, Sean memasukan cincin pernikahan itu ke dalam saku jas nya. Lalu dia segera turun untuk membukakan pintu. Itu adalah petugas pengiriman paket yang mengantarkan pigura foto yang dia pesan.
Sean mempersilakan petugas itu masuk, “Letakan saja di situ,” ujarnya.
Setelah meletakan, petugas itu pun bergegas pergi untuk mengantarkan pesanan lain lagi. Sean segera saja membuka kotak pigura foto tersebut. Itu adalah foto ketika dia dan Charlotte memakai baju pengantin di peragaan busana Nyonya Grifin.
“Untunglah,” gumam pelan Sean dengan sedikit tersenyum.
Sean pun segera menggantung foto itu di dinding ruang tamu, dan menggantung yang satunya lagi di dinidng kamar utama. Setelah itu dia membaringkan diri di ranjang dan memandangi foto mereka dengan gaun pengantin dari ranjang besar miliknya itu. Dia pun tersenyum puas melihat jika di foto itu mereka berdua sangat serasi.
__ADS_1
Kericuhan masih terjadi di tempat acara. Nyonya Crownly mendatangi kamar presidential suite yang Tuan crownly sewa, “Lekas buka!” perintah nya kepada manajer hotel.
“Tapi Nyonya …”Jawab manajer hotel itu dengan ragu-ragu.
“Apa hotel ini ingin aku bangkrutkan?” hardim marah Nyonya Crownly.
Pada akhirnya pintu kamar itu pun di buka, Tuan crownly dan sugar Baby-nya itu, langsung saja berpakaian ketika mendengar suara ribut-ribut diluar. Pria itu masih belum menyadari jika perselingkuhannya sudah terlihat oleh banyak orang.
Dengan masih memasang wajah tidak terjadi apa-apa, dia bertanya, “Ada apa ini ribut-tibut?”
Nyonya Crownly langsung saja menampat Tuan Crownly, “Munafik, katakan dimana wanita j*lang itu?”
“Wanita, wanita apa?” tanya Tuan Crownly berpura-pura bodoh.
Merasa sangat marah, maka Nyonya Crownly langsung saja mendorong tubuh suaminya itu agar dia bisa masuk ke dalam, “Minggir!” ujarnya dengan marah.
Manajer hotel mencoba menenangkan, karena Nyonya Crownly mulai membanting barang-barang pecah belah yang ada di sana. Manajer hotel memberi tanda agar petugas kemanan mencari wanita itu dan membawanya pergi. Sementara, dia menahan Nyonya Crownly.
Beberapa media yang hadir di sana sudah tentu tidak ingin kehilangan momen berita panas seperti ini. Mereka ikut menerabas masuk, dan mengambil foto-foto Nyonya Crownly ketika sedang menganiaya suaminya itu.
Sebelumnya Sean telah meminta kepada Manajer hotel agar sedikit mengendurkan keamanan untuk tamu yang satu ini. Jadilah beberapa awak media bisa masuk ke dalam kamar presidentsial suite ini dan berhasil mengambil gambar yang memalukan dalam momen sejarah keluarga Crownly.
Jika Nyonya Crownly sedang membuat perhitungan dengan suaminya, maka Katie pergi mengejar Sean Smith, meninggalkan kekacauan di Ball Room.
__ADS_1
Katie pergi ke rumah yang dulu di diami Charlotte, melihat ada mobil Sean di depan sana, maka Katie pun berkali-kali menekan pintu rumah itu. Baru saja Sean ingin memejamkan mata, tapi dibangunkan oleh suara bel pintu rumah yang tiada henti berbunyi.
Dia pun bangkit dar ranjang, berjalan menuruni tangga. Lalu melihat di layar intercom pintu untuk memeriksa siapa yang datang. Melihat jika itu adalah katie, dia malah menghubungi polisi dan mengatakan bahwa di depan rumahnya ada wanita gila yang ingin menerabas, memaksa masuk.
Salah satu mobil patrol polisi yang berada di dekat sana, langsung saja meluncur ke lokasi. Melihat katie seperti wanita yang baru saja kerasukan, mereka pun segera mengamankannya. “Nona sebaiknya kau ikut dengan kami,” ujar petugas polisi itu dengan sopan.
“Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu,” ujar Katie kepada petugas polisi yang berkulit hitam.
Petugas polisi itu masih bersikap sopan, tidak membalas perkataan menghina yang dilontarkan kepadanya. Tapi, katie malah menampar petugas polisi itu. Petugas polisi itu langsung saja menarik katie untuk dibawa ke kantor polisi, dengan alasan telah melakukan kekerasan kepada polisi yang bertugas.
“Lepaskan aku kau binatang kotor!” hardik teriak marah katie kepada polisi berkulit hitam tersebut.
Sean memperhatikan situasi itu dari balik tirai jendelanya, pada saat ini dia meggelengkan kepalanya ketika melihat tabiat Katie yang sesungguhnya. Lalu dia menoleh dan memandang foto Charltotte yang tergantung di dinding ruang tamu itu.
Satu foto yang sama bahkan sudah terpampang di apartemennya, dan juga satu foto di rumah kediaman keluarga Smith. Secara tidak langsung Sean sudah mengakui ke semua keluarga Smith, jika Charlotte Brwon adalah istri sah-nya.
Nyonya Barbara, merasa gemetaran di kamar. Memikirkan hal memalukan yang diperbuat keluarga Crownly, dia benar-benart takut, memikirkan nanti harus menghadapi Sean. Bahkan di grup chat keluarga Smituh dia tidak berani ikut membicarakan keburukan keluarga Crownly karena sudah kadung terlau membanggakan katie terlalu tinggi.
Kekisruhan masih berlangsung selama berhari-hari, bahkan sampai mempengaruhi nilai saham perusahaan Crownly. Sementara itu Charlotte menjalani hari-harinya dengan tenang. Pada saat ini Hook datang mendekati, “Makanlah ini, cemilan menjelang sore.”
Charlotte pun tersenyum seraya memakan keripik Nangka yang baru saja dia dapat, “Emm ini enak,” pujinya.
Hook pun tersenyum dan berkata, “Iya itu dari Indonesia.”
__ADS_1
“Jika suka aku akan memesan banyak untukmu,” janji Hook.
“Suka, tapi ini saja sudah cukup,” jawab Charlotte sembari menghabiskan cemilannya itu.