
Bab 45
Setelah mendapatkan pertolongan pertama, Sean langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Enzo menjadi orang pertama yang datang ke rumah sakit. “Kau kenapa?” tanya nya.
“Baru saja dicium mobil,” jawab Sean sekadar nya.
Enzo tertawa mengejek Sean lalu dia berkata, “Apa karena mengejar Charlotte?” tanya Enzo.
“kau tahu dia pergi?” tanya Sean.
“Melihat mu seperti ini, mengejar siapa lagi kalau bukan mengejar dia,” jawab Enzo.
Sean mencabut jarum infusan dari tangan nya, lalu dia berusaha bangkit berdiri, “Mau ke mana, mau mengejar dia lagi?” tanya sarkas Enzo.
Sean mendorong Enzo agar tidak menghalangi nya, lalu teman baik nya itu berkata lagi, “Tenanglah, selama kau tidak menandatangani surat cerai, maka dia tidak bisa lepas dari mu meski saat ini dia menghilang.”
Mendengar perkataan itu, maka barulah Sean sedikit tenang, “Siapa pengacara dia?” tanya Sean.
Enzo menepuk bahu kawan nya itu dan berkata, “Kau sebaiknya beristirahat saja dulu.”
Sean tidak ingin tinggal di rumah sakit, maka Enzo pun membawa nya pulang kembali ke rumah yang dulu ditinggali oleh Charlotte. Enzo merasa rumah ini benar-benar sepi tanpa kehadiran Charlotte.
Sean duduk di sofa dengan sedikit limbung, Enzo duduk di sebelah nya. Merasa hati tidak enak, Sean pun berkata, “Tidak perlu menemani.”
Enzo pun tertawa lalu dia pergi meninggalkan Sean, memberi nya waktu untuk menenangkan diri, “Ini adalah obat dari dokter, jangan lupa kau minum jika ingin kuat untuk mengejar Charlotte.”
__ADS_1
Enzo menilai jika Charlotte benar-benar wanita mandiri, tidak membutuhkan pria di dalam kehidupan nya, tidak bergantung 100% kepada pria, jadi melepaskan Sean bukanlah hal yang sulit. Jadi dia juga sedikit mendukung keputusan Charlotte, bahwa Sean memang perlu di beri pelajaran. Sementara itu Charlotte memandangi awan dari balik jendela pesawat yang
membawanya menjauh ribuan mil dari Sean.
Charlotte mengelus lembut perutnya yang masih terlihat rata itu, Alfred berkata, “Nona, Semua akan baik-baik saja. Kita akan membesarkan bayi ini bersama-sama.”
“Terima kasih Alfred,” jawab Charlotte seraya menggenggam tangan kepala pelayan setianya, dulu ketika tinggal di Mansion.
Di Finlandia, mereka akan tinggal di rumah baru. Atas bantuan dari kerabat Alfred mereka bisa menemukan rumah indah ini. Rumah yang tepat untuk bisa membesarkan bayi Charlotte.
Charlotte sudah menghilang beberapa hari, tapi Sean masih belum bisa melacak kepergian nya. Dia menggerakan semua kolega yang dia kenal, tapi tetap tidak menemukan nama Charlotte Brown keluar dari negara ini.
“Apa dia ditelan bumi, tidak pernah pergi tapi malah tidak ditemukan,” gumam pelan Sean sedikit kesal.
Merasa hati sedang tidak enak, Sean enggan bertemu dengan Katie yang berusaha keras untuk menemuinya. Bahkan Sean pindah ke apartemen yang tingkat keamanannya berlevel maksimum tinggi.
Sean turun dari mobil, menghirup napas panjang, merasakan udara segar menyeruak ke penciuman nya. Dia pun berjalan ke pohon Oak. Berdiri di sisi pohon dia menatapi pemandangan indah yang ada di sana. Dia lalu membalikan badan nya, menatap ke arah pohon Oak itu.
Wajah Sean nampak datar pada awalnya, melihat ada sebuah tulisan di sebelah namanya dia langsung saja terbelalak, lalu mendekat untuk melihat lebih jelas lagi tulisan yang di ukir itu. Dia pun membacanya, “Charlotte,” ujarnya dengan sedikit gemetaran.
“Charlotte … Charlotte …” gumam Sean dengan lutut yang melemas, dia pun terjatuh berlutut di depan pohon Oak itu.
Dalam surat terakhir yang dia berikan kepada sahabat penanya adalah, surat yang berisi lamaran untuk menikah. Dia mengirimkan surat ini dua hari setelah dia bertemu dengan katie. Dalam surat itu tertulis, “Maukah menikah dengan ku? Jika iya maka ukir nama mu di sebelah nama ku.”
Selama mereka saling tukar menukar surat mereka menggunakan PO Box, yang punya nama lengkap Post Office Box ini kerap ditemui sebagai alamat tujuan surat untuk acara tertentu misalnya lomba atau sebuah event.
__ADS_1
PO Box juga bisa dijadikan alamat tujuan surat bagi perusahaan atau bahkan individu. Tujuan utamanya adalah untuk menyembunyikan alamat penerima seperti ketika mengirim surat lamaran kerja, mengingat bila diumumkan mungkin banyak pelamar yang datang mengantar sendiri ke kantor tersebut.
Sean selama ini tidak menikah dengan Katie, karena merasa sudah melamarnya tapi katie tidak kunjung menjawab nya, bahkan sampai hari ini katie tidak menjawabnya. Sementara itu, Charlotte sebelum pergi ke Finlandia, dia menyempatkan diri untuk melihat kotak pos sewaan nya itu.
Ketika dia melihat surat terakhir dari Sean itu, dia pun memutuskan mengukir nama nya di tempat yang Sean sebutkan, sekaligus mengucapkan selamat tinggal kepada semua kenangan yang mereka ukir bersama meski hanya lewat selembar surat.
Sean pun langsung saja berdiri dan berlari ke mobil nya dengan cepat, seperti orang yang baru saja melihat hantu. Sambil melajukan mobil nya dia menghubungi Enzo, “Katakan siapa pengacara nya?” ujar Sean.
Dalam hati nya dia harus bisa menemukan Charlotte sesulit apa pun, Kau mau apalagi?” tanya Enzo.
“Membawanya pulang,” jawab Sean sambil melajukan mobilnya dengan lebih cepat lagi.
“Cepat katakan, siapa pengacara nya!” pinta Sean sudah mulai tidak sabaran lagi.
“Kenapa kau tidak biarkan saja dia mencari kebahagiannya sendiri, jika kau tidak bisa memberi bahagia pada nya!” nasihat bijak Enzo.
“Tidak, tempat dia hanya bersama ku dan hanya aku,” jawab Sean lagi.
“Kau ini benar-benar pria aneh,” sindir Enzo.
Pada akhirnya Enzo memberikan nomor pengacara itu, “Albert Ziegler,” gumam pelan Sean.
Albert merupakan pengacara yang sangat terkenal . Dia juga sangat terkenal perfeksionis dalam menjalani profesinya, dimana Albert telah memenangkan sekitar 99% kasus yang di tanganinya. Albert adalah teman dekat Tuan Harold, jadi dia dengan senang hati membantu Kasus Charlotte tanpa di bayar. Semua karena pujian manis dari Diana juga.
Sean bukan tidak kenal dengan Albert, beberapa kali dia juga pernah menunjukk Albert sebagai kuasa hukum nya, jadi dia tahu persis bagaiman cara bekerja pengacara yang satu ini. Dia pun melajukan mobil nya ke arah kantor Firma hukum Ziegler.
__ADS_1
Sesampai nya di sana, dia langsung menerabas masuk tanpa menyapa receptionis yang ada di depan. “Tuan,” panggil Receptionis itu mencoba menghalangi langkah Sean.
Namun, Sean mengabaikan dan langsung menerabas masuk ke dalam ruang kerja Tuan Albert Ziegler seraya berkata, “Katakan di mana Istri ku,”