SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
MENCABUT GUGATAN


__ADS_3

“Aku tidak mau katie memiliki seorang pun di sisinya, Baik teman ataupun orang tua, tak seorang pun, aku tidak ingin dia memiliki siapapun,” ujar Frezy


“Kau ingin memberikannya hukuman sosial?” tanya Sean.


“Aku ingin dunia tahu semua perbuatannya, Aku ingin memberikan neraka kepadanya, aku ingin dia merasa terbakar seumur hidupnya, agar dia tidak bisa tertawa lagi,” Imbuh Frezy dengan nada yang semakin dingin.


“Jika begitu lakukanlah, tidak perlu sungkan. Aku yang akan membereskan segalanya jika ada masalah,” janji Sean.


“Beristirahatlah, esok adalah hari pernikahanmu,” ujar Sean seraya pergi meninggalkan Frezy.


Katie masih belum mengetahui jika rencana besarnya telah gagal, pada saat ini, dia tengah minum-minum untuk merayakan kemenangannya. Sementara itu, Sean segera pergi menemui Charlotte, Sean membuka pintu kamar hotel, begitu mendengar ada yang membuka pintu, Charlotte berdiri.


Sean yang melihat Charlotte berdiri dengan perut besarnya itu pun langsung sedikit terseguk, dan dengan langkah cepat dia pun memeluk istrinya itu seraya berkata, “Mengapa kau begitu nakal, kau bisa hubungi aku kan?” ujarnya sembari


menenggelamkan kepalanya di tengkung leher Charlotte.

__ADS_1


Melihat Sean terseguk sampai gemetar seperti ini, hati Charlotte pun tersentuh lalu tangannya diulurkan, mengusap lembut puncak kepala suaminya itu, dan berkata, “Maafkan aku … maafkan aku.”


Sean mengangkat kepalanya dan berkata, “Jangan lakukan hal itu lagi, nyawamu lebih penting dari nyawaku,” ujar Sean dengan masih sesegukan.


Charlotte pun mengangguk lalu menjijintkan kakinya dan menciumi lembut wajah suaminya itu, lalu dia mengambil ponselnya dan menekan nomor seseorang.


Charlotte tersenyum memandang Sean lalu dia berkata dengan orang yang ada di sambungan ponselnya, “Halo Tuan, aku ingin mencabut gugatan ceraiku.”


“Apa kau yakin?” tanya sang pengacara.


“Maaf karena sudah merepotkan Tuan,” ujar Charlotte lagi setelah mendengar jika Sang pengacara itu akan mengurus semua pembatalan gugatan cerai dari Nyonya Smith.


Sean Smith masih berdiri diam, dia masih mensinkronkan hati dan pikirannya. Masih terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya. Merasa jika apa yang baru di dengarnya bukan sekedar Khayalan dia pun langsung memeluk istrinya itu seraya berkata, “Aku mencintaimu.”


“Oh ya ampun sayang, hati-hati bayi di perutku!” ujar Charlotte sembari melingkarkan kedua tangannya di leher Sean Smith.

__ADS_1


Sean pun menurunkan Charlotte, lalu menundukan kepalanya dan langsung mencium Charlotte. Kedua tangan lembut Charlotte memeluk pinggang kuat Sean, membalas ciuman Sean dalam-dalam.


“Aku mencintaimu Nyonya Smith,” ujar Sean lagi.


“Aku lebih mencintaimu, Tuan Smith,” jawab Charlotte


“Aku lebih mencintaimu 1000 kali dalam kelipatannya,” ujar Sean tidak mau kalah.


“Terima kasih karena telah menyelamatkan hari penting dalam hidup Diana,” ujar Charlotte dengan sedikit terharu.


“Sudah seharusnya, karena Diana adalah separuh dari hidupmu,” ujar Sean.


Charlotte memasukan dirinya dalam-dalam ke pelukan Sean, suaminya itu pun merangkulkan lengan kuatnya kepada Charlotte seraya satu tangannya mengelus lembut bayi mereka yang masih di dalam kandungan, “Ayo saatnya kita istriahat, besok adalah hari penting untuk kita semua,” ujar Sean.


“Apa akan ada kejutan lagi?” tanya Charlotte.

__ADS_1


“Entahlah,” ujar Sean yang masih belum tahu rencana dari Frezy. Diana saat ini tengah tertidur di kamar lain, Sementara itu Frezy sudah mulai mengerjakan pembalasan dendamnya.


__ADS_2