SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
JANIN


__ADS_3

Charlotte terus menyuapi Sean tanpa memberi nya kesempatan untuk bicara atau pun bertanya, lalu setelah nya dia langsung bangkit berdiri, pergi ke dapur mencuci mangkok dan sisa-sisa perlatan kotor tadi ketika dia memasak.


Setelah nya dia segera bersiap pergi bekerja. Sean masih merasa pusing, dia duduk bersandar di sofa. Mendengar suara Charlotte yang tengah sibuk bersiap untuk pergi bekerja, Dia pun segera bangun dan menghampiri istri nya itu.


Lalu sean berkata, "Apa kau tahu resep bubur itu dari surat yang katie tulis?" tanya Sean.


"Jika kau berpikir begitu, maka iya aku tahu resep bubur itu dari surat," jawab Charlotte sekadar nya.


Sean terdiam, malas berdebat Charlotte pun meninggalakan Sean. Di jelaskan seperti apa juga tetap saja dia akan di sangka orang yang memplagiat.


Sean terdiam memandangi Charlotte yang pergi meninggalkan nya, tertegun sesaat lalu dia melangkah ingin menyusul, lalu ponsel nya berdering.


"Siapkan penerbangan dan segela sesuatu nya kita akan pergi ke sana." Ujar Sean.


Di perjalanan, lampu merah menghentikan laju mobil Charlotte. Mengingat pertanyaan Sean tadi, membuat nya terisak menangis lagi. Dia pun mengehela napas, lalu berkata, "Denyut nadi Quaint hotel telah berdetak lagi. Saat nya mengucapkan selamat tinggal."


Lampu Hijau pun menyala, mempersilakan Charlotte pergi melaju. Begitu sampai di hotel dia segera bersibuk mengurus acara-acara selanjut nya yang akan di adakan di hotel ini. Semenjak acara Nyonya Grifin sukses tergelar, banyak klien-klien baru bermunculan.


Papa beruang, menitikan air mata nya. Merasa jika dia berada di masa kejayaan hotel ini, seperti dulu kala.


Setelah hari Sean mabuk, Charlotte tidak bertemu dengan Sean lagi. Pagi ini Charlotte terbangun dengan sedikit rasa pusing. Meski begitu tetap memaksakan diri pergi bekerja.


Wajah charlotte hari ini nampak pucat, Papa beruang melihat ini, Apa kau sakit?"


"Hanya kelelahan saja," jawab Charlotte.


"Mengapa tidak istirahat saja, aku bisa menangani pekerjaan di sini," ujar Papa Beruang.


"Kita kekurangan orang, dan sekarang sedang banyak acara," jawab Charlotte.


"Jika begitu lakukan pekerjaan yang ringan saja," ujar Papa Beruang.


Charlotte mengangguk, dia pun pergi ke dapur untuk memeriksa koki dan makanan yang akan di sediakan untuk acara malam nanti.


Makanan yang klien pesan adalah aneka seafood. Baru saja melangkah masuk, Charlotte malah merasa mual. Dia pun berlari dari dapur, pergi ke toilet dan langsung memuntahkan isi perut nya.


Mual pun berakhir, Charlotte mencuci wajah, lalu menatapi wajah pucat nya. Dia mengusap-usap perut nya. Masih merasa mual sedikit. Dia pun menghela napas, lalu kembali ke dapur. Tapi, kali ini dia menggunakan masker. Agar tidak mencium bau yang menyengat dari aneka seafood yang sedang di masak.


Koki melihat bos nya masuk, langsung saja mengambil piring yang berisi masakan menu kepiting, "Aku membuatkan satu untuk mu," ujar Koki utama.


Charlotte menggigit bibir nya, dia pun merasa mual lagi. Tapi, menahan nya dengan menahan napas. Seraya menerima piring itu, lalu segera keluar, kebetulan bertemu Papa Beruang lalu memberikan kepada nya.


"Ini dari Koki," ujar nya.

__ADS_1


Papa Beruang menerima dengan bingung seraya berpikir, "Bukan kah ini kesukaan nya," ujar nya dalam hati seraya melihat kepada sepiring kepiting lada hitam yang baru saja koki buatkan.


Charlotte pergi ke ruangan nya, segera duduk di sofa, berpikir jika sepertinya dia harus ke dokter. Charlotte memejamkan mata nya sebentar. Merasa lebih enak sedikit, dia pun pergi ke rumah sakit.


Ketika di rumah sakit, Charlotte menyampaikan keluhan nya, apa yang dia rasa, "Kita cek darah ya?" Ujar dokter yang memeriksa.


Dokter juga menyarankan agar Charlotte di infus karena terlihat lesu, lemah. Demi menjaga agar tidak dehidrasi maka Charlotte pun di infus. Karena berdasarkan pengakuan pasien nya itu, setiap kali minum air putih dia pasti merasa mual sehingga sedikit sekali meminum air putih.


Charlotte pun di infus, sembari menunggu hasil tes darah nya keluar. Setelah di infus dia sedikit merasa lebih fit. Lalu dia kembali menemui dokter, "Jadi bagaimana hasil nya?" tanya Charlotte kepada dokter.


"Selamat, kau akan menjadi ibu," ujar dokter itu dengan tersenyum senang.


"Apa! Aku hamil?" tanya Charlotte.


Dokter mengernyitkan alis nya lalu berkata, "Apa kau sudah menikah?"


"Iya sudah," jawab Charlotte.


"Lalu mengapa Limbung?" tanya dokter itu.


"Tidak apa-apa, A-aku hanya sedikit terkejut saja. Kami baru saja menikah dan tidak terlalu berharap akan kehamilan ini," jelas Charlotte sekadar nya.


"Oh, karena masih ingin bulan madu ya?" ujar dokter itu sedikit menggoda.


Charlotte tersenyum dan mengangguk saja. Teringat apa yang Abraham bilang tentang air putih di rumah nya telah ditetesi obat, sampai hari ini dia tidak tahu siapa yang begitu lihai masuk ke dalam rumah tanpa terlihat.


Charlotte menyimak baik- baik penjelasan itu. Lalu dokter itu berkata lagi, "pada trimester ini juga asupan makanan yang bergizi sangat penting untuk perkembangan organ janin."


Dokter itu juga menjelaskan paparan bahan kimia apa saja yang paling berbahaya, karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin.


"Jangan lupa minum air mineral minimal 2 L/hari lebih banyak lebih baik untuk mencegah dehidrasi, dan ini penting untuk pembentukan air ketuban pada kehamilan"


"Jika meminum air putih entah mengapa menjadi mual ingin muntah," ujar Charlotte.


"Dokter pun menjawab, "Sebaiknya kau memulai dengan air yang hangat untuk mengurangi mual, atau boleh meminum air jahe terlebih dahulu untuk meredakan mual," saran dari dokter itu lagi.


Sesi pemeriksaan dan konsultasi pun selesai. Charlotte keluar dari ruang dokter dengan hati bercampur aduk, antara senang dan takut.


Dia pun duduk, di kursi seraya bergumama, "Bagaimana ini, Apa yang harus Mama lakukan ?" gumam pelan nya seraya mengusap lembut perut nya yang masih terlihat rata itu.


Dia menyandarkan kepala nya di dinding. Memejamkan mata nya seraya berpikir, jika bayi ini adalah milik nya seorang. Dia juga berpikir harus segera berpisah dari Sean, tidak ingin jika nanti bayi nya ini di rebut oleh Sean.


Merasa sudah fit dia pun segera berdiri dan melangkah tanpa rasa takut. Kehadiran janin yang sedang bertumbuh di perut nya telah memberinya semangat untuk bisa lebih bangkit dengan kekuatan berlipat-lipat dari sebelum nya.

__ADS_1


Charlotte kembali ke hotel, berpapasan dengan Papa Beruang, "Apa sudah ke dokter?"


"Sudah?" Jawab Charlotte.


"Apa kata dokter?" tanya Papa Beruang lagi.


"Hanya kelelahan saja?" Jawab Charlotte.


"Jika begitu kau pulang saja beristirahat," imbuh Papa Beruang.


Pada awal nya Charlotte ingin menolak, tapi mengingat bayi yang sedang di kandung nya, dia pun akhir nya patuh dan pulang ke rumah. Sesampai nya di rumah, dia merapihkan rak sepatu nya. Dan mengganti nya dengan sepatu tanpa hak. Sebelum pulang dia mampir ke toko sepatu dan membeli beberapa pasang sepatu baru yang aman dipakai oleh ibu hamil.


Dia juga ke toserba dan membeli stok jahe agak banyak. Karena mengikuti saran dokter. Minum air hangat atau air jahe. Membeli beberapa telur, sayur, roti serat tinggi.


Charlotte juga langsung mencari tempat pindah yang sekira nya cocok untuk melahirkan. Dia pun menghela napas. Rencana awal setelah Quaint hotel bangkit maka dia akan mengajukan cerai lalu melanjutkan hidup bersama Quaint hotel.


Sekarang karena kehadiran janin yang ada di rahim nya, seperti nya dia harus mempercepat proses cerai, karena jika tidak maka kehamilan nya akan terendus, dan bisa saja keluarga Smith akan mengambil bayi itu dari nya.


"Finlandia," gumam Charlotte.


Dari sekian banyak negara di dunia, Finlandia dinobatkan sebagai negara yang paling bahagia sedunia. Finlandia adalah negara maju dengan infrastruktur maksimal, sistem pendidikan, pelayanan kesehatan dan kebudayaan yang dinamis.


Satu hal yang membuat negara ini menjadi tempat terbaik untuk ditinggali adalah cara hidup masyarakatnya yang santai dan bebas. Jika dibandingkan dengan negara barat lainnya, masyarakat di Finlandia sangat berdamai dengan dirinya sendiri. Budaya di negara tersebut juga sangat hangat dan fokus pada kerja sama.


"Sepertinya tempat ini bagus untuk menjadi tempat tinggal baru kita," ujar Charlotte kepada Janin nya itu.


Jika Charlotte sedang sibuk berencana melarikan diri dari Sean Smith, maka Sean sedang sibuk dengan bisnis baru nya di Finlandia. Dia akan menetap sedikit lebih lama di sana. Hampir satu bulan sudah Sean berada di sini. Sampai-sampai Katie dan Nyonya Barbara pergi menyusul Sean.


Enzo juga ada di sini, membantu Sean Smith untuk mengurus segala hal pekerjaan yang Sean minta. Ada alasan tertentu mengapa dia hanya ingin Enzo yang melakukan itu. Sementara itu, Charlotte di Quaint hotel nampak serius berbicara dengan Papa Beruang, "Apa! Kau ingin menjual hotel ini?" tanya Papa Beruang terkejut.


"Apakah tidak sayang, ini adalah peninggalan ibu mu?" ujar Papa Beruang.


"Aku mencintai Quaint hotel. Tapi, ada masa depan lain yang harus aku perjuangkan," jawab Charlotte.


"Hotel ini sudah bangkit dari keterpurukan, jadi pasti akan laku jika kita ingin menjual nya," imbuh Charlotte lagi.


"Lagipula aku memang membutuhkan uang yang banyak untuk membayar hutang," jelas Charlotte.


Papa Beruang pun tidak bisa berkata apa-apa lagi ketika Charlotte menyinggunh soal hutang di Bank, hutang yang diwariskan Tuan Brown kepada nya.


Papa Beruang pun hanya mengangguk lemas menerima keputusan dari Charlotte. Dia pun berkata lagi, "Setelah menjual hotel ini, apa rencana mu?"


"Tentu saja menikmati hidup, terbebas dari hutang maka hidup ku akan tenang," jawab Charlotte.

__ADS_1


"Apa kau akan pindah?" tanya Papa Beruang.


"Seperti nya iya, terlalu banyak kenangan di sini yang tidak ingin aku ingat," imbuh Charlotte.


__ADS_2