SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
HADIAH UNTUK BAYI-KU


__ADS_3

Diana pergi mencari Papa Beruang, "Di mana Frezy?"


"Di sa..." Papa beruang terdiam karena tadi Frezy sedang duduk memakan es krim dengan tenang, tapi sekarang malah sudah hilang entah ke mana.


"Aku akan mencarinya," ujar Diana.


Di koridor hotel, Abraham berbalik badan karena ada yang menyentuh bahunya, lalu malah langsung menerima tinju tepat di wajahnya.


"Aw ... apa kau sudah gila memukul orang sembarangan," ujar marah Abraham sembari memegangi hidungnya yang berdarah lalu mendongak kepada si pelaku.


"K-kau ..." ujar Abraham dengan terkejut.


Dia melihat si bocah bebek karet baru saja meninjunya, "Apa kau baru saja hilang akal?" tanya kesal Abraham sekaligus mengintimidasi seraya mendorong Frezy ke dinding dan bersiap memukul balik.


"Abraham!" teriak panggil Diana.


Dia menoleh dan melihat jika Diana sedang beralari ke arah mereka dengan tergopoh, "Kau pikir kau ini siapa? Seenaknu berbuat onar di hotel ku!" hardik marah Diana kepada Abraham.


Diana menarik Abraham lalu berkata kepada Frezy, "Apa baik-baik saja?"


Tunangannya itu menganggukan kepalanya, Diana menoleh kepada Abraham seraya berkata, "Jangan ganggu dia!"


"Ayo, kita pergi dari sini."


Diana menarik Frezy agar mengikuti langkahnya. Abraham tidak percaya dengan penglihatannya, Diana lebih memilih membela pria asing.


Frezy menoleh kepada Abraham,tersenyum sarkas lalu menjulurkan lidahnya kepada Abraham.


"Dasar bocah tengik!" Hardik pelan Abraham seraya mengusap ujung hidungnya yang masih berdarah.


Diana langsung membawa Frezy pergi dari hotel, memakaikan sabuk pengaman pada Frezy lalu melajukan mobilnya. Sebelumnya Frezy sudah menghack IP Adress CCTV keamanan hotel dan bisa ikut memantau di layar ponselnya, jadi ketika dia melihat Diana dikejar oleh Abraham dia langsung saja pergi mengejar mereka berdua.


Jika Frezy merasa senang, maka Diana merasa kesal. Dua pria yang dia kenal ini sungguh kekanak-kanakan. Diana menoleh kepada tunangannya itu.


"Lain kali dilarang berkelahi, ok!"


"Kau dengar tidak?" ujar Diana.

__ADS_1


"Euum ..." jawab Frezy.


Diana menepikan mobilnya lalu melepas sabuk pengamannya, keluar dari mobil. Berdiri di sisi jembatan seraya menghela napas panjang. Dia tidak ingin bertengkar, tidak ingin menangis. Lalu sebuah tangan hangat yang menggenggam tangan Diana.


Frezy tersenyum tampan sambil tetap memegang tangan Diana. Melihat ini maka Diana pun sedikit tertawa, dan mentertawai kepolosan tunangannya seraya berkata, "Kau ini benar-benar bayi besar. Menggemaskan sekaligus suka membuat jengkel."


Frezy menarik tangan Diana berjalan ke arah mobil mereka, menuju ke apartemen "Aku masih ada pekerjaan, tidak mengantarmu sampai atas ya," ujar Diana pada tunangannya itu.


Frezy turun dan melambaikan tangan pada Diana. Katie keluar dari balik salah satu sudut lalu berkata, "Apa kau menyukai wanita itu?"


Frezy menoleh kepada Katie yang melanjutkan perkataannya, "Dia bukan wanita yang pantas untukmu. Ingat dia hanyalah pion agar kau bisa kembali kepada keluarga Crownly."


"Jika kau mengikuti apa kataku, maka kau akan segera menjadi bagian dari kami," ujar Katie lagi.


"Apa sudah melakukan apa yang aku pinta?" tanya Katie.


Frezy pun memperlihatkan layar ponselnya kepada Katie. Itu adalah salah satu titik CCTV yang ada di Quaint hotel.


"Kerja bagus," puji Katie kepada Frezy.


Dulu ketika kecil dia tidak sengaja mendengar jika ibunya telah menukar bayi laki-laki yang digadang-gadang akan menjadi ahli waris keluarga Crownly. Ibunya itu menukar dengan bayi laki-laki yang sudah mati.


Lalu membuat Nyonya Crownly yang sah menjadi gila. Dia memberi tahu jika putranya masih hidup. Jelas saja ketika dia mengatakan ini, semua orang tidak percaya karena mereka melihat sendiri bayi laki-laki itu telah dikubur ditanah.


Karena hal ini pula, Nyonya Crownly dimasukan ke dalam rumah sakit jiwa sampai ajal menjemputnya. Ketika Katie menemukannya, dan mendapati jika IQ Frezy diatas rata-rata, maka pikiran liciknya pun bermain.


Dia melihat Frezy hanya sebagai pion keberuntungannya, memanfaatkan kondisi Frezy yang tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain.


Di rumah utama keluarga Smith. Terlihat Charlotte sedang menikmati camilannya,merasa bosan tiba-tiba dia ingin menemui Frezy. Dia pun mengganti bajunya dan meminta salah satu pelayan untuk pergi menemaninya di sana.


Di dalam mobil, Charlotte memberi pesan kepada Sean. Mengatakan jika dia pergi ke tempat Frezy. Pada saat ini Sean sedang melakukan pertemuan. Jadi lambat membalas pesan dari Charlotte.


Supir menepikan mobil lalu Charlotte keluar, dia pergi ke receptionist dan mengatakan jika ingin bertemu dengan Frezy. Segera saja reception itu menghubungi unit apartemen Frezy dan mengatakan jika Charlotte Brown ingin bertemu.


"Tidak kenal," jawab Frezy.


"Baik Tuan akan aku sampaikan," jawab receptionist tersebut.

__ADS_1


Frezy menutup sambungan ponselnya, lalu Katie bertanya, "Siapa?"


"Charlotte Brown," jawab polos Frezy.


"Kenapa kau tidak membiarkannya masuk?" ujar Katie.


"Aku tidak mengenalnya," jawab Frezy acuh tidak acuh.


"Hish kau ini!" ujar Katie seraya memukul bahu Frezy.


Katie mendorong Frezy seraya berkata, "Sekarang kau ke bawah dan jemput dia."


Di lobi apartemen, Charlotte sedikit kecewa karena penolakan dari Frezy. Dia pun memilih duduk sebentar di sofa sambil mengecek ponselnya. Melihat jika Sean tidak membalas pesannya maka hatinya pun bertambah tidak enak dirasa. Sementara itu, Sean tengah melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke apartemen Frezy. Begitu dia melihat isi pesan charlotte dia langsung saja menghentikan rapat.


Charlotte menghela napas, lalu bangkit berdiri, baru saja beberapa langkah terdengar lah suara seseorang memanggil namanya, "Charlotte Brown."


Itu adalah Frezy yang memanggil. Melihat jika tunangan temannya itu berdiri menyapanya, Charlotte pun tersenyum.


"Halo," sapa lembut Charlotte seraya mendekati Frezy.


Melihat perut besar Charlotte, Frezy mengulurkan tangannya dan menyentuh perutnya. Charlotte membiarkan Pria itu menyentuh perut besarnya. Tiba-tiba sebuah tendangan mengenai telapak tangan Frezy.


Merasakan itu, kedua mata Frezy langsung saja berbinar. Charlotte pun tersenyum seraya mengangguk, "Itu bayiku, dia sedang menyapamu."


Kedua mata Frezy berbinar sekaligus berkaca-kaca, ini benar-benar hal baru baginya. Dia melihat bebek karet yang sedang dia pegang. Lalu dia mengambil tangan Charlotte dan memberikan bebek karet itu kepadanya.


"Apakah ini hadiah perkenalan untuk bayiku?" tanya Charlotte.


Frezy mengangguk dengan sedikit tersipu, senyum samar. Charlotte pun berkata lagi, "Jika begitu aku akan menyimpannya baik-baik."


Suara decit mobil terdengar dari luar lobi, mereka pun melihat ke arah suara decitan itu. Terlihat Sean tergesa keluar. Charlotte berjalan ke arah pintu, sean sedikit berlari lalu langsung saja memeluk Charlotte.


"Mengapa pergi sendirian?" ujar Sean seraya memandangi Frezy.


"Aku hanya merasa terlalu bosan di rumah," jawab Charlotte.


"Lalu memutuskan untuk berbincang sedikit dengan Frezy, agar kami saling mengenal. Sebentar lagi dia akan menikah dengan Diana, jadi penting bagiku untuk mengenal pria yang akan dinikahi olehnya."

__ADS_1


__ADS_2