SILAKAN PERGI SUAMIKU

SILAKAN PERGI SUAMIKU
KITA BUAT DIA BANGKRUT


__ADS_3

Sean tersenyum mengangguk seraya mengusap puncak kepala istrinya itu, lalu dengan sopan dia meminta kesediaan Frezy untuk ikut makan malam bersama mereka.


"Aku juga akan mengundang Diana," ujarnya membujuk Frezy.


"D-Diana ..." ujar Frezy sedikit terbata.


"Ya Diana, calon istrimu," jawab Sean dengan nada membujuk lagi.


Mendengar Sean menyebut nama Diana, maka Frezy pun langsung menyetujuinya, "Ayo, kita bertemu Diana."


Sean pun merangkul Charlotte, tidak lupa dia membuka jasnya dan memakaikan kepada istrinya itu, "Mengapa hanya memakai cardigan setipis ini?"


"Aku hanya ingin berpakaian santai saja," jawab Charlotte dengan tersenyum kepada Sean.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil, katie memgamati dari salah satu sudut dengan hati yang membara panas. Berpikir atas dasar apa Charlotte mendapatkan semua hal yang terbaik, berpikir jika dirinya ini 100 kali lebih baik dan 100 kali lebih kaya dari keluarga Brown.

__ADS_1


"Aku akan mengambil hartamu yang paling berharga, tunggu saja," ancam Katie.


Sean tiba di restoran, Diana sudah menunggu di sana. Dia melambaikan tangan kepada Charlotte, "Di sini," ujarnya sedikit berteriak.


Melihat Frezy maka Diana langsung berdiri, dia mengulurkan tangannya kepada Tunangannya itu karena tahu jika Frezy tidak bisa berada di tempat keramaian.


"Jangan panik, ada aku di sini," ujar Diana menenangkan Frezy dengan sangat lembut.


Frezy mengangguk lalu dengan patuh duduk di sebelah Diana, "Mau pesan apa?"


Charlotte yang mendengar itu pun tertawa seraya berkata, "Jika kau membuat suamiku bangkrut maka jangan harap bayiku memanggilmu ibu baptis."


"Jadi apa masih berani?" ujar Charlotte dengan sedikit nada meledek.


"Oh ya ampun, kau kejam sekali. Jika begitu tidak berani, aku tidak berani. Kita pesan yang biasa saja ok," ujarnya seraya menoleh kepada Frezy.

__ADS_1


Daun telinga Sean memerah, wajahnya juga memerah semerah buah buah apel ketika mendengar Charlotte memanggilnya suami dan membela dirinya. Sean pun berkata, "Makanlah yang mau kalian makan, tidak usah melihat harga."


Hati Sean terlampau senang, bahkan jika makanan itu seharga satu juta dolar dia tetap akan membayarnya. Makanan pun tiba, sean memotong steak di piringnya menjadi potongan kecil-kecil. Lalu memberikannya kepada Charlotte, "Ini makanlah," ujarnya seraya menggenggam tangan Charlotte


Frezy melihat apa yang Sean lalukan lalu melakukan hal yang sama, Diana merasa jika Frezy ini lama-lama terlihat manis, "Terima kasih," puji Diana.


Makan bersama, tertawa bersama membuat Frezy merasa sedikit nyaman. Diana melihat ke bebek karet yang ada diatas meja, Charlotte meletakan itu ketika dia memgeluarkan ponselnya dari dalam tas.


"Bukankah itu milik Frezy?" tanya Diana.


"Oh ini, bebek karet ini adalah hadiah pertama dari Frezy untuk bayiku. Hadiah perkenalan. Kau tidak keberatan bukan?" jawab Charlotte.


Diana pun tertawa lalu berkata, "Mengapa harus berkeberatan, bukankah itu bagus jika ayah baptisnya nanti begitu sayang pada bayimu."


Mereka pun makan sampai kenyang, setelah merasa kenyang barulah saatnya mereka pulang. Diana mengantarkan Frezy ke apartemennya. Sean dan Charlotte juga langsung menuju ke rumah mereka.

__ADS_1


"Bagaimana apa sudah bisa tenang sekarang?" tanya Sean kepada istrinya itu.


__ADS_2