
Tak berapa lama, Papa Beruang mendapatkan informasi yang dia cari. Lalu langsung mengatakan jika itu adalah benar Nyonya Horison. Charlotte pun mentertawai nasib nya. Dia masih berbaik hati tidak membuat pria gendut itu babak belur waktu itu.
"Besok kita pergi menemui Tuan Horison," ujar Charlotte kepada Papa Beruang.
Keesokan pagi nya, Charlotte berdandan dengan sangat menggoda. Sengaja dia lakukan karena ingin memberi pelajaran kepada Nyonya Horison. Hotel nya baru saja bangkit, tapi malah sudah dijatuhkan lagi.
Jadi kali ini memberi pelajaran berat pada musuh tentu harus di lakukan. Charlotte memakai setelan blazer berwarna merah, sepatu hak tinggi berwarna merah. Tas tangan berwarna hitam.
"Ayo!" ajak Charlotte kepada Papa Beruang.
"Wow, hari ini kau cerah sekali!" puji Papa Beruang.
"Ingin membuat musuh bertekuk lutut tentu harus memperhatikan gaya," imbuh Charlotte seraya mengibaskan kuncir rambut bermodel buntut kuda.
Papa Beruang menahan tawa sekaligus menggelengkan kepala nya. Mereka pun pergi ke tempat pertemuan bisnis para pebisnis yang hari ini memang sengaja menandakan pertemuan bersama. Acara rutin tahunan para pengusaha.
Kedatangan Charlotte menarik perhatian yang ada di sana, bagaimana tidak hari ini Dia memakai rok sepan di atas lutut. Berjalan dengan kaki nya yang indah, jelas saja membuat semua mata memandang nya. Di tambah lagi dia memakai kaca mata hitam padahal sedang berada di dalam ball room.
Dia berjalan ke arah Tuan dan Nyonya Horison. Sengaja ingin menarik perhatian orang banyak, maka Dia sedikit melantangkan suara nya ketika berbicara, "Nyonya Horison," sapa Charlotte.
"Wanita j*lang," ujar Nyonya Horisin membalas sapaan Charlotte.
"Apa kau datang ingin memggoda suami ku ini!?" hardik marah Nyonya Horison.
Semua orang memandangi mereka dan mulai berbisik-bisik. Charlotte membuka kaca mata nya seraya membalas perjakataan Nyonya Horison dengan lebih pedas, "Nyonya apa mata mu buta?"
"Lihat aku ... dan lihat suami mu!" ujarnya sembari memperlihatkan gerakan yang sedikit sensual.
"Menurut mu apa aku kekurangan pria?" ujar Charlotte.
__ADS_1
"Tidak usah banyak omong kosong!" ujar Nyonya Horison, lalu dia berkata lagi, "Sekali j*lang tetap j*lang."
Charlotte semakin tertawa dengan wajah jijik mencela, "Iya kah," ujarnya.
Charlotte mengahadap ke para tamu yang datang di Ball Room itu lalu berkata, "Siapa di sini yang kira-kira mau berkencan dengan aku?"
Tidak sampai lima menit, beberapa pria muda tampan maju ke depan. Charlotte pu tersenyum, "Lihat kan, aku hanya tinggal memilih salah satu dari mereka saja, jadi untuk apa aku malah memilih bersama pria gendut, tua seperti suami mu itu."
Papa beruang merasa bangga, jika Charlotte kecil nya itu sudah tahu bagaimana cara melindungi diri. Pada saat ini Charlotte mengeluarka ponsel nya. Lalu mencari sebuah rekaman vidoe seraya berkata, "Tuan-tuan dan Nyonya, hari ini kalian adalah saksi jika aku tidak pernah mengejar-ngejar pria yang di sana."
Charlotte memutar video ketika Tuan Horison berusaha untuk melecehkan nya, setelah nya dia berkata, "Aku bisa saja menuntut mu atas pencemaran nama baik!"
"Atau meminta kompensasi besar dari mu!" ujar charlotte lagi.
"Namun, tenang saja aku adalah wanita yang bermurah hati juga tidak sombong. Jadi aku hanya meminta kau berlutut kepada ku, memohon maaf dan mengakui keasalahan mu," ujar Charlotte.
"Jika menolak, maka aku akan membawa ini ke ranah hukum," ancam Charlotte.
"T-tuan Smith," ujar Nyonya Horison.
Sean menghempaskan tangan Tuan Horison seraya berkata, "Grup Smith telah menghapus Horison Securitas dari rekanan bisnis."
Mendengar itu maka langsung saja Tuan Horison berlutut, dan menarik tangan istrinya agar mau berlutut juga seraya berkata, "Aku minta maaf, Aku mengaku salah"
Lalu tuan horison, menoleh kepada istri nya, "Ayo lekas minta maaf."
Nyonya Horison semakin tidak rela meminta maaf kepada Charlotte, wanita yang dia anggap tidak lebih kaya dari nya, wanita rendahan miskin. Sean melihat tidak ada tanda-tanda jika wanita itu akan meminta maaf, maka dia pun mengambil ponsel dari saku nya, "Mulai hari ini aku tidak ingin Horison Securitas berdiri."
"Apa kau ini bodoh!" hardik tuan Horison kepada istri nya itu.
__ADS_1
"Tuan ... tuan aku mohon maaf, aku mengaku salah karena gegabah mencurigai nya," ujar Nyonya Horison.
Sean menoleh kepada Charlotte lalu berkata, "Apa masih mau di sini?"
"Tentu tidak, pekerjaan penting ku masih banyak, tidak ada waktu meladeni dua lalat ini," jawab Charlotte.
Sean pun pergi meninggalkan Ball Room itu. Charlotte dan Papa beruang mengikuti langkah Sean. Cahrlotte berkata kepada Papa Beruang, "Apa tadi sudah mendapatkan rekaman yang bagus?"
"Tentu saja," jawab Papa Beruang, meski hanya sampai sebatas ketika Sean menolong Charlotte. Tapi, itu sudah cukup bagus untuk memulihkan nama baik hotel mereka.
Tiba-tiba Sean menghentikan langkah nya, dan membalikan badan nya. Dia pun berkata, "Kemarilah!"
Charlotte pun mendekati suami nya itu seraya berkata, "Ada apa?"
Sean sedikit memajukan tubuh nya seraya menundukan kepala dan berbisik di daun telinga Charlotte, "Lain kali jika aku melihat mu memakai rok seperti ini di depan umum seperti tadi, maka akan aku patahkan kaki mu."
Charlotte menaikan satu alis nya, lalu menjawab dengan perkataan sarkas, "Jika begitu apakah itu artinya kau hanya mau aku memakai pakain seperti ini di depan mu saja?"
Wajah Sean memerah karena marah, mengerti jika Charlotte sedang meledek nya. Dia pun berkata, "Coba saja jika sekali lagi berani memakai rok minim seperti itu lagi!"
"Apa kau ini sedang kekurangan bahan pakaian?" tambah kata Sean seraya pergi meninggalkan istri nya itu.
Papa beruang mendekati Charlotte, "Apa baik-baik saja?" tanya nya yang melihat mata Charlotte sedikit memerah.
"Tidak apa-apa, mata ku hanya terkena debu saja, jadi sedikit terasa perih," jawab Charlotte.
Papa Beruang melihat ke kanan dan ke kiri, dalam hati berkata, "Mana ada debu."
Mereka berdua pun kembali ke hotel, baru saja menginjak lobi hotel, staf marketing pun langsung saja menghampiri dan memberi lihat ada ribuan komentar yang mendukung Charlotte.
__ADS_1
"Wah kau benar-benar pahlawan kami," puji mereka disambut dengan tepuk tangan meriah.
Charlotte pun tersenyum, lalu berkata "Sebagai perayaan, berikan seporsi nasi goreng ayam gratis bagi para tamu yang menginap hari ini, antarkan ke kamar mereka."