
_Novel ini di ambil dari sebagian kisah nyata,,,
Maafkan author jika tulisan,bahasa dan isi novelnya kurang memuaskan pembaca karena author baru belajar menulis.
Dukungan kalian adalah semangat author,, jangan lupa tinggalkan jejak ya☺ vote, like and komen sebanyak banyaknya...
thankkyuuuu😘😘
Ana Marisa
Reni Anggraeni
Andre Wijaya
Johan Adi putra
Ana Marisa, itulah namaku, nama yang diberikan oleh orang tuaku. Meski aku tak tau apa arti namaku, tapi aku berharap ada banyak kebaikan didalamnya yang akan membawa kehidupanku, indah. Umurku 20 tahun.Wajahku gak cantik tapi juga gak jelek-jelek amat. Aku dikenal dengan sebutan cewek jadi-jadian. Eeeittsss tapi aku asli manusia bukan separuh siluman. Kenapa mereka menyebutku cewek jadi-jadian, ya gitu..penampilanku, gaya, tingkah semuanya kayak cowok. Sampai pernah pas jalan sama temen cewek dikirain aku cowoknya, dihhh najis...aku masih normal kelesss.
"Ren aku berangkat dulu Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
__ADS_1
Dia Reni anggraeni. Gadis centil, cerewet, untung saja cantik. Tapi dia sahabatku satu-satunya yang slalu ngertiin aku. Yaa kita tinggal satu kos. Aku kerja sedangkan dia kuliah. jangan ditanya kenapa aku gak kuliah, yaaaa yang pasti duit masalahnya. Kalau ditanya apa aku pengen kuliah ya pastinya pengen bangetlah, tapi apa daya.
"huffttt panas banget yakk hari ini, tapi aku harus semangat" ucap ana dalam hati sambil berjalan menuju tempat kerjanya
Sesampainya di tempat kerja.
"Assalamualaikum teman-teman"
"Waalaikumsalam"
"Eh An kamu tadi dicariin sama bu Sofi" celetuk sarah partner kerja yang kadang suka ngeselin.
Oh iya aku tuh kerja di cafe, hari ini aku shift siang jadi berangkatnya pas matahari tepat ada diatas kepala. Emmm Bu sofi itu supervisor disini dia orangnya galak pokoknya ngeri kalau ketemu dia. hiiiii
"kenapa dia nyariin aku? "
"ya gak tau kamu samperin aja"
"kenapa coba dia nyariin aku, apa jangan-jangan aku dipecat, ah tidak-tidak aku kan gak ada salah apa-apa" batin ana mencoba meyakinkan dirinya.
" yaudah aku nyamperin bu sofi dulu"
"oke hati-hati" ucap sarah dengan wajah yang khawatir.
Aku berjalan kearah ruang kerja bu sofi dengan was-was tapi tetap harus tenang.
tok.. tok.. tokk..
"masuk"
__ADS_1
"permisi, bu sofi mencari saya? "
" iya duduklah"
Ana pun duduk di kursi tamu sesuai perintah Bu Sofi.
"eeee.... sebenernya ada apa bu? " ucap ana dengan mimik wajah yang penuh dengan pertanyaan.
"Gini, cafe ini buka cabang di kota X dan harus ada karyawan dari sini yang dipindah kesana, kamu dipindah tugaskan kesana"
"Apaaaa... " reflek ana menjawab
"tapi kenapa bu, kenapa harus saya? "
"karena kerjamu bagus sepertinya bisa diandalkan, kamu disana bukan sebagai waiters lagi tapi jadi captain nya waiters, gaji kamu naik menjadi setengah kali lipat gaji kamu sekarang, disana kamu tinggal di mes karyawan jadi bisa hemat tanpa harus keluar uang buat bayar kos"
"tapi apa boleh saya ijin dulu sama orang tua saya? "
"iya pasti kamu boleh ijin dulu, yaudah itu aja yang saya sampaikan, kamu boleh keluar"
"iya bu permisi"
Ana kembali ke tempat kerjanya, hari ini dia melayani customer dengan senyum yang terpaksa. sebenernya dia berat meninggalkan kota ini, disini dia bisa bareng sama sahabatnya, Reni. Disana dia sendiri, suasana baru lagi, adaptasi lagi. Tapi demi uang, demi bisa mengirimkan uang untuk ibunya di kampung apapun akan dia lakukan asalkan itu halal.
"Ana, gimana tadi sama bu sofi? " tanya sarah
"Aku mau dipindah ke cabang baru di kota X sar" jawab ana seraya terduduk lesu setelah membereskan meja customer.
"Apaaa.. "
__ADS_1
bersambung