Simfoniku

Simfoniku
MASA LALU 1


__ADS_3

"hehe aku juga lagi gak bawa bolpoin,, ehh tapi ini ada pensil, kamu gunain itu aja sementara besok diganti yang rapi" Andre menyerahkan pensil berwarna pink itu kepada Ana.


Ana hanya tertawa melihat pensil itu.


"kenapa ketawa Ann, ayo cepet ditulis ntar waktu istirahatnya keburu habis"


"haha abisnya lucu masak pensil cowok warnanya pink"


"warna itu gak penting, yang penting fungsinya sama aja kan di buat nulis"


"ya ya ya okedeh kalo gitu" Ana masih tertawa terpingkal-pingkal


"yaudah cepetan"


"siapp bos" ucap Ana seraya mengangkat tangannya seperti orang hormat.


Jam menunjukkan pukul 11 malam, latihan pun telah usai.


"Ayo pulang Ann barengan, kita juga kan searah" ajak Andre


"ndre ini pensil kamu" Ana menyerahkan pensil warna pink itu kepada Andre


"udah kamu bawa aja,, kamu taroh didalam tas jangan dikeluarin,,buat nulis lagi kalau lupa bawa bolpoin"


"oke Andreee"


Mereka pulang bersama dengan motor masing-masing.


Waktu terus berjalan, karena terlalu sering mereka bersama. Ana merasakan sesuatu yang tidak biasa kalau dia bersama Andre, ada rasa senang, dan kalau tidak ketemu dia jadi galau, uring-uringan gak jelas.


"dorrrrr... " Reni mengagetkan Ana yang ternayata sedang melamun di didalam kelas.


"Ehhh copot copot jantungku"


"Ana.. aku perhatiin dari pagi berangkat sekolah sampai sekarang pun kamu diem aja, ngelamun gak jelas ntar kesambet setan baru tau rasa" omel Reni


Reni dan aku itu dari orok,sekolah SD, SMP, SMA itu slalu bareng ya walaupun beda kelas. Jadi wajar aja aku sangat menyayanginya seperti keluargaku sendiri.


"Apaan sih ren, siapa juga yang ngelamun gak penting banget"


"heyy kamu itu gak bisa bohong aku sahabat kamu dari orok jadi udah tau kebiasaan kamu kalau lagi kayak gini, pasti ada sesuatu" tebak Reni


"sotoy loh, udah yuk kekantin aku lapar"


"huuu dasar Anaaa bilang aja kalo lagi galau"


"udah ahh ayokkk laparrrr" muka Ana yang tadi galak sekarang berubah seperti anak kecil yang pengen dibeliin mainan.


"ya ya tapi awas aja kamu nyembunyiin sesuatu dari aku"


Ana hanya diam tidak menanggapi kebawelannya Reni. Dan berfikir tentang perasaannya yang tidak jelas.

__ADS_1


Sesampainya dikantin, mereka memesan makanan dan minuman lalu duduk di bangku pojokan favorit mereka.


"ehhh kalian tau gak aku kemarin ditembak loh sama Andre" ucap salah satu siswa yang terkenal disekolah karena kecantikannya.


"truss trusss gimana kamu trima" tanggapan dari salah satu temennya yang rambutnya dikepang dua.


"gak lahhh... Andre itu bukan tipe aku, ya meskipun mukanya lumayan ganteng... tapi dia gak akan sanggup bayarin aku yang hoby ngemall, bapaknya cuma petugas RT doank.. hahaha"


Mereka tertawa sampai-sampai membuat gaduh kantin.


"Ann.. itu mereka lagi ngomongin Andre teman sekelas kamu itu kan? " tanya Reni yang memang tidak satu kelas dengan Ana.


"Andre sepertinya naksir berat sama cewek itu, bisa diliat pas andre memandanginya, secara dia kan cantik banget siapa juga yang bakalan gak kepincut sama dia" batin Ana


Ana memandangi cewek ituu, namanya seril, tanpa berkedip, perasaannya tidak karuan.


" Ann... kamu itu diajak ngomong malah bengong? " omel Reni yang melihat sahabatnya hanya bengong , makanannya pun di anggurin.


"ehhh ren... ayo cepetan makannya ntar jam istirahat keburu habis"


"yeee kamu yang daritadi bengong aja aku ngomong gak di gubris" Reni kesal kepada sahabatnya itu.


kring.. kringg... kringg...


Bel masuk berbunyi. Mereka kembali ke kelas masing-masing.


"dahh Ana sayang... muachhh" mereka berpisah didepan kelas Reni.


"huekkk... ya udah bye" Ana terasa ingin muntah dengan kelakuan sahabatnya yang seperti Lesbi aja.


Pelajaran jam terakhir dimulai.


"hmmm kok aku ngerasa ada yang kurang gini sih, ehhh Andre sakit kan ya, apa jangan- jangan dia sakit gara gara ditolak sama seril?" ucap Ana dalam hati, dia tidak konsen mendengarkan penjelasan dari pak Tono guru bahasa Indonesia.


Ana pun berencana menjenguk Andre sepulang sekolah.


kringg... kringg... kringg..


Bel pulang berbunyi, murid-murid berhamburan keluar dari kelas. Reni menghampiri Ana yang masih membereskan buku-bukunya.


"hehhh ayo pulang" ucap Reni


"Ren, ikut aku yukk" aja Ana


"kemana? "


" kerumah Andre jengukin dia, sekalian bawain catatan pelajaran hari ini"


" emangnya dia kenapa? ehh tunggu, kamu perhatian banget sama dia... apa jangan-jangan" Reni curiga kepada sahabatnya itu.


" apaan sih ren, ya itung-itung balas budi aja soalnya dia udah ngajakin aku ikut latihan beladiri,, kamu tau sendiri kan aku pengen banget banget ikut beladiri tapi ibuk slalu aja gak ngebolehin" Ana ngejelasin panjang lebar supaya Reni gak mikir yang aneh-aneh.

__ADS_1


" ya ya ya... ehh tapi maaf aku gak bisa nemenin kamu, pulang sekolah aku disuruh nemenin mama ke acara kondangan, gimana donk" Reni sedih kali ini dia gak bisa nemenin sahabatnya.


"emmm yaudah gapapa, kamu nemenin tante lastri aja (ibunya Reni) , aku bisa ke rumah Andre sendiri" Ana dengan senyumannya yang di buat-buat seolah-olah dia baik-baik saja.


"maaf ya" rengek Reni


"iya-iya, yaudah kamu pulang ntar telat lagi ke acara kondangannya"


"oke beby"


Reni pulang duluan, sedangkan Ana langsung melakukan motor bututnya kerumah Andre.


Sesampainya dirumah Andre.


tokk... tokk.. tokk..


"Assalamualaikum... " salam Ana


ceklek..


Pintu terbuka berdiri wanita paruh baya yang seumuran dengan ibunya Ana.


"Waalaikumsalam, temennya Andre ya seragamnya kok sama? "


Ya hari itu hari Kamis, Ana memakai seragam batik khas SMP Tuna Siswa.


"iya bu saya temennya Andre, apa Andre nya ada bu?"


"Ada dikamarnya, ayo masuk dulu nak ibu panggilin Andre"


Ana masuk kedalam rumah Andre yang sederhana tapi terlihat rapi.


"duduk nak, sebentar ya"


"iya bu"


Andre pun datang hanya menggunakan kaos dan boxer.


"Eh Ana, ada apa an kok kamu sampai kesini?" tanya Andre


" kamu sakit apa ndre? , ini aku bawaan catatan hari ini" menyerahkan buku catatan pelajaran bersampul coklat kepada Andre.


" Biasa tifusku kambuh, ngomong-ngomong makasih lo ya kamu udah repot-repot kesini bawain buku catatan segala"


" iya ndre gak repot kok, yaudah kalau gitu aku langsung pulang ya ndre takut dicariin ibuk" pamit sita


"iya Ann.. sekali lagi makasih"


Ana hanya menjawabnya dengan tersenyum.


"loh kok udah mau pulang ini ibu bawain minuman loh nak" Tiba-tiba ibunya Andre datang membawa segelas minuman.

__ADS_1


"tidak usah repot-repot bu terimakasih, Ana harus segera pulang takut dicariin sama ibuk" Ana merasa tidak enak dengan ibunya Andre.


bersambung


__ADS_2