
Mata Ana terpejam tapi pikirannya masih memikirkan Andre dan ucapan Amel tentang johan yang menyukainya.
***
Hari berganti minggu, minggu pun berganti bulan. Rasa Rindu yang mendalam akan segera terobati. Sudah hampir setengah tahun gadis berhijab tapi masih terlihat tomboy itu tidak menginjakkan kaki di kampung halamannya.
" Lama banget sih bisnya " gerutu Ana menunggu bus di halte dekat dengan tempat kerjanya.
Hari ini Ana berencana untuk pulang kampung, kerena akhirnya dia mendapatkan cuti untuk beberapa hari. Di halte tersebut dia hanya berdua dengan seorang laki-laki berumur sekitar 40 tahunan yang berwajah mencurigakan. Tapi Ana mencoba berfikir positif. Ketika Ana menoleh untuk melihat datangnya bus.
SRETT...
"woyyy tas ku" Ana kaget dan berteriak karena orang yang mencurigakan itu menjambret tasnya.
Ana pun mengejar orang tersebut sambil berteriak.
"Jambrettt... jambrettt... "
Jarak antara Ana dan jambret tersebut semakin dekat. dan...
BUGGHH..
Ana melompat dan menendang punggung jambret itu sampai terkapar, tas Ana terjatuh, jambret itu bangun ingin menyerang Ana. tapi..
BUGHH.. BUGHH..
Seseorang datang melayangkan tinju dan tendangannya ke jambret itu. Dan pada akhirnya Jambret itu lari terbirit-birit.
" Tendangan kilat kamu bagus " kata orang itu yang ternyata adalah Andre, dia menyerahkan tas Ana yang terjatuh di lantai.
" Andree.... ma... kasih" ucap Ana gagap, tak menyangka akan kebetulan seperti ini, seraya mengambil tas dari tangan Andre.
" Ayo" ajak Andre mendahului Ana.
" Ayo... kemana? " tanya Ana bingung dengan sikap Andre.
" Kamu gak mau pulang? "
" pulang..? " Ana semakin bingung, dan mengekori Andre menuju tempat motornya di parkir.
Andre pun memasangkan helm di kepala Ana.
"eh tunggu aku mau naik bis, ngapain pakek helm? " tanya Ana ingin melepas helm tersebut.
" gak usah banyak nanya, cepetan naik. mau di jambret lagi" kata Andre sambil menstatart motornya.
Ana terpaksa menuruti keinginan Andre yang tak di mengerti oleh Ana, tapi dari dasar lubuk hati Ana yang paling dalam dia merasa sangat senang dengan keadaan ini.
"Ndree kamu mau anterin aku pulang? " tanya Ana dengan nada keras karena sedang berada diatas motor.
Tapi Andre diam saja.
" Dasar udah blagu budeg lagi" gerutu Ana karena dia di anggurin.
" pegangan, aku mau ngebut" kata Andre tapi Ana tidak terlalu mendengarnya.
" haaa Apaa? " tanya Ana
__ADS_1
Andre pun tancap gass...
"Ndre pelan-pelan ndre, kamu mau aku jatuh haaa" omel Ana karena Andre mengendarai dengan kencang, terpaksa Ana harus pegangan pundak Andre kalau gak dia bisa jatuh.
**
" mau ngapain ke warung makan ? " tanya Ana bingung karena Andre berhenti di sebuah warung makan luas yang berdinding bambu itu.
" turun " perintah Andre
" kamu mau makan? " tanya Ana lagi tapi Andre malah ninggalin dia masuk kedalam warung makan tersebut.
" huhhh nyebelin banget sih, gini ya kalau ngomong sama patung" gerutu Ana menyusul Andre masuk kedalam.
" pesen aja yang kamu suka ntar aku yang bayar" kata Andre menyodorkan buku menu.
drtttt.... drttttt....
" ndre hp kamu bunyi tuh" ucap Ana sambil memilih makanan di buku menu.
Tapi Andre malah me reject panggilan telepon itu dan mematikan hpnya.
" kenapa gak di angkat? " tanya Ana
" gak penting " jawab Andre singkat padat end tidak jelas.
Mereka pun menikmati makan siang dengan lahap.
drttt... drttt... drttt
Johan : An udah nyampek rumah?
Belum sempat Ana membalas pesan Johan, Andre malah merebut HP Ana dan mematikannya juga.
" kalo makan jangan main HP" ucap Andre lalu menyesap es tehnya yang hampir habis.
" kamu apa-apa an sih ndre gak ngerti aku sama jalan pikiranmu" kata Ana dengan kesal lalu berdiri mengambil hpnya dan keluar dari warung makan.
" huhhh mimpi apa aku semalam, ketemu sama orang yang blagu kayak dia" gerutu Ana sambil menghentak hentakkan kakinya ke lantai.
Tiba-tiba Andre datang dan menarik tangan Ana dengan paksa menuju parkiran motor.
" woyyy anying sakit tau" Ana meronta agar tangannya di lepaskan.
" pakai helmnya " perintah Andre sambil menyodorkan helm , tapi Ana diam saja dengan wajah kesal, lalu Andre dengan cepat memasangkan helm tersebut ke kepala Ana.
" Aku mau naik bis aja, bisa-bisa aku gak ketemu orang rumah gara-gara kamu ngebut, terus aku jatuh terus aku ketabrak mobil terus aku mati" ungkap Ana dengan nyerocos nya ingin melepas helm itu.
" makanya pegangan yang bener, ayo naik" kata Andre menstart motornya, tapi Ana tetap diam.
" naik gak " kata Andre lagi dengan memasang muka garangnya.
" Arrrghh " teriak Ana sambil naik ke atas motor dan pegangan di pinggang Andre.
Diperjalanan tidak ada yang bicara, mereka terbawa dalam pikiran masing-masing.
Sekitar tiga jam perjalanan tanpa suara akhirnya Ana sampai dirumah.
__ADS_1
"Alhamdulilah akhirnya sampai juga" Ana turun dari motor dan melepas helm.
" Nih " Ana menyerahkan dua lembar uang 50 ribuan itu kepada Andre.
"aku bukan ojek" ucap Andre turun dari atas motor lalu berjalan ke arah pintu rumah.
" hehhh kamu bukan ojek, trus apa? " tanya Ana mengekori Andre .
Ibu dan adiknya Ana keluar dari balik pintu, setelah Andre mengetok pintu tersebut.
" ehh perasaan yang punya rumah aku deh, tapi kenapa dia yang duluan" ucap Ana dalam hati.
"kakakkkk..... " teriak nisa (adiknya Ana.)
Lalu adik dan kakak itu saling berpelukan melepas kerinduan.
"Assalamualaikum bu" ucap Andre sambil mencium punggung tangan bu Yani.
" Waalaikumsalam, nak Andre ya? " tanya bu Yani yang agak lupa dengan Andre.
" iya bu, saya Andre"
" Ayo masuk nak Andre" kata bu Yani memperisilahkan .
" yang Anaknya siapa yang disuruh masuk siapa" ucap Ana agak kesal
" Assalamualaikum buk" ucap Ana mencium punggung tangan ibunya.
" Waalaikumsalam Ana ibuk kangen banget nak" mereka pun saling berpelukan.
" Ana juga kangen banget buk" ucap Ana melepaskan pelukan.
"eee kalau gitu saya pamit buk, mau langsung pulang " ucap Andre
" loh gak masuk dulu nak" ucap bu Yani menahan Andre
" kapan-kapan saja buk saya mampir lagi"
" Dengan senang hati nak Andre" .
" kalau begitu saya permisi bu, Assalamualaikum" pamit Andre sambil mencium punggung tangan bu Yani.
" Waalaikumsalam , Hati-hati nak"
"An aku balik " pamit Andre.
" iya " jawab Ana singkat.
" dasar bermuka dua, di depan ibuk aja manis banget, tapi kalau sama aku kayak patung huhh" gerutu Ana dalam hati.
"kak aku kangennn bangettt sama kakak" ucap nisa yang daritadi nempel terus sama Ana.
" nisa kakak kamu biarin istirahat dulu nak, dia pasti capek. " sahut bu Yani
" tapi nisa kangen buk sama kakak" bantah nisa yang tidak ingin melepaskan kakaknya.
" yaaa nanti habis istirahat kan bisa kangen-kangenannya" kata bu Yani meyakinkan anak keduanya itu
__ADS_1
bersambung