
"Jangan ngomong gitu, dia itu calon suami kamu" tutur ayah Ana yang akhirnya membuka suara.
" bener itu kata ayah kamu " kata Bu Yani membenarkan.
" tau ahh... " kata Ana lalu masuk kedalam kamar tak menghiraukan ayah ibunya yang membela Andre.
tut... tut... tut...
Reni : Assalamu'alaikum Ana.
Ana : Waalaikumsalam , Ren kamu sibuk ya?
Reni : enggak kok lagi santay di rumah, Riko juga masih di kantor.
Ana : Ren kamu tau gak,
Reni : gak tau An kan kamu belum kasih tau..
Ana : Ren.... Andreee... dia nglamar aku
Reni : Apaaa.... Andre nglamar kamu? terus-terus?
Ana : yaaa aku trima,
Reni : ciyeeee akhirnya penantianmu gak sia-sia An,, eh tapi kok nada bicaramu kayak gak seneng gitu?
Ana : gimana mau seneng masak dia udah nglamar aku tapi sikapnya masih sama aja kayak es batu kalau di ajak ngomong kayak patung, nyebelin tau gak, ntah apa jadinya nanti kalau aku hidup sama dia, masak aku ngomong sendirian terus. arrghh
Reni : sabar.. sabar aku yakin kok Andre bakalan balik lagi kayak dulu waktu pertama kenal sama kamu, yang penting sekarang dia udah jadi milik kamu.
Ana : masih calon renn...
Reni : eh iya ya... trus trus apa Andre udah nyatain perasaannya ke kamu?
Ana : hmmm boro-boro.. kamu mah enak Ren nikah sama orang yang emang bener cinta dan sayang sama kamu, lah aku cinta sendirian menn... itu sakittt....
Reni : hahahaha gak gitu juga, buktinya Andre berani nglamar kamu itu tandanya dia mulai membuka hatinya buat kamu.
Ana : masak gitu sih, aku kok ragu ya...
Reni : kalau kamu ragu kamu tanyain langsung aja sama dia, apa maksudnya dia nglamar kamu kalau gak cinta sama kamu.
Ana : aku tadi udah nanya tapi percuma capek sendiri aku, gak ada jawaban yang pas.
Reni : kalau masih ragu kamu sholat istiqoroh, kamu mantapkan hatimu.
Ana : eh iya ya makasih reni udah ngingetin aku,, tambah sayang deh sama kamu
__ADS_1
Reni : wwkwk iya sama-sama.
**
Dilain tempat seorang pemuda senyam-senyum sendiri mengingat expresi calon istrinya ketika dia melamarnya.
" kenapa ndre dari tadi ibu perhatiin kamu senyam-senyum sendiri kayak orang gila? " tanya bu sari
" ehh enggak buk, gapapa" jawab Andre sambil memainkan gitar kesayangannya.
" Ana itu anak yang baik loh ndre, jangan sampai kamu nyakitin dia kalau gak mau berurusan sama ibuk"
" iya buk tenang aja" kata Andre santay.
Kurang dua minggu acara pernikahan, Ana dan Andre menyebar undangan. Karena setelah sholat istiqoroh Ana memutuskan untuk tetap lanjut menikah dengan Andre.
"An kamu beneran mau nikah sama Andre, kenapa secepat ini An, bahkan aku masih mengumpulkan uang buat nglamar kamu" kata Johan ketika Ana menemuinya ditaman untuk menyerahkan undangan.
Ana merasa sedikit bersalah dengan Johan, tapi Ana kan gak nyuruh johan buat nglakuin semua ini. Jadi ya gapapa dia nikah dengan orang lain.
" Maaf johan ini semua di luar rencanaku, orang tuaku yang sudah mengatur semuanya"
"oke An aku trima keputusanmu, tapi kalau kamu gak bahagia datanglah kepadaku, aku akan berusaha bahagiain kamu" ucap Johan memasang wajah memelas.
" Makasih atas rasa cinta yang kamu berikan ke aku slama ini, tapi maaf mungkin kita belum berjodoh, aku pamit " Ana meninggalkan Johan yang masih berdiri di taman.
" ngapain sama Johan? " tanya Andre agak posesif.
" gak ngapa-ngapain cuma ngasih undangan" jawab Ana agak judes.
Tiba-tiba ada seorang perempuan berambut sebahu, memakai celana panjang dan kaos pendek datang menghampiri Ana dan Andre. Ana lupa- lupa ingat siapa perempuan itu.
" Andreee.... ya Ampun gak nyangka bisa ketemu kamu disini" kata perempuan itu yang bernama Hasna, teman kuliah Andre.
" ndreee kamu sama siapa? " tanya Hasna lagi sambil mendekati Andre, Ana pun merasa risih dengan pemandangan itu.
" aku pergi dulu " kata Ana tapi Andre menahan tangannya.
" Dia calon istriku " kata Andre mengenalkan Ana kepada Hasna.
" ini undangannya, kami akan menikah dua minggu lagi " Andre menyerahkan undangan itu kepada Hasna yang masih terlihat kaget.
" kamu udah mau nikah ndre? " tanya Hasna penuh harap.
" iyaaa" jawab Andre singkat.
" kalau gitu kami pamit dulu, jangan lupa datang ke pernikahanku" ucap Andre lalu menstart motornya.
__ADS_1
" Ayo naik sayang " kata Andre, Ana merasa aneh di panggil dengan sebutan itu.
Mereka pun pergi meninggalkan Hasna yang merasa kesal atas perlakuan Andre.
" siapa...?" tanya Ana ketika di perjalanan.
" temen..." jawab Andre singkat.
Ana hanya menanggapinya dengan ber oh ria.
" Nih..." Andre menyerahkan es krim coklat favorit Ana ketika mereka mampir di kedai es krim.
" Makasih " ucap Ana singkat.
" Makasih doang" sahut Andre.
" lah terus? "
" gak gapapa "
" gak jelas... " gerutu Ana.
" kamu kenapa mau nikahin aku? " tanya Ana belepotan makan es krim.
" karena aku gak mau pacarin kamu" jawab Andre menyesap minuman dinginnya.
" jawaban macam apa itu" sahut Ana.
" kamu belepotan, udah mau nikah tapi masih kayak anak kecil" ucap Andre sambil mengelap es krim di pinggiran bibir Ana.
Ana merasakan jantungnya tidak normal ketika berdekatan dengan Andre.
" udah-udah kamu bikin aku sakit jantung " kata Ana mengambil tisu dari tangan Andre.
Andre pun tersenyum di balik sikap es batu nya.
Pernikahan yang di dambakan setiap insan adalah kedua calon mempelai mempunyai perasaan yang saling mencintai dan menyayangi. Agar mereka tau seseorang yang dinikahi atau menikahinya itu mempunyai rasa untuknya.
Berbeda dengan kedua sejoli Ana dan Andre. Ana memang benar mencintai Andre, tapi itu dulu sebelum dia sadar kalau dia itu bodoh telah mencintai seseorang yang sama sekali tidak mencintainya.
Perasaan yang sekarang entahlah, cinta itu mungkin masih ada atau mungkin tambah besar tapi karena saking tidak maunya untuk jatuh ke lubang sama jadi Ana memutuskan untuk menutup rasa cinta itu sampai nanti Andre akan benar-benar bisa membukanya kembali.
Menurut pepatah cinta itu tidak harus di tunjukan oleh kata-kata tapi harus di tunjukan dengan perbuatan. Mungkin itu yang sedang di lakukan Andre sekarang, menurutnya kata-kata itu tidak penting. Banyak seseorang menyatakan cinta lewat kata-kata tapi hanya manis di mulut saja.
Tapi namanya juga wanita mereka lebih menggunakan perasaan daripada logika. Salah satunya Ana, dia ingin Andre mengucapkan kata cinta untuknya, tapi itu hanya keinginan yang entah akan terwujud atau tidak.
Ana hanya mengikuti arus kehidupannya. Menerima Andre sebagai calon suami, tanpa tau perasaan Andre yang sebenarnya.
__ADS_1
bersambung