
Mereka berdua hanya diam tidak memperdulikan Johan.
"kamu cantik An kalau dandan gini" kata johan dalam hati
"Ren maafin aku, waktu itu aku gak bermaksud menghianati kamu" ucap maaf Johan
" halahhh basiii, udah sana pergi ganggu orang aja" kata Reni mengusir Johan.
" An ntar habis acara aku tunggu kamu ditaman aku pengen ngomong" kata Johan lalu pergi meninggalkan mereka berdua dan kembali ketempat duduknya yang berada di belakang.
Ana tidak mempedulikan omongan Johan.
"Johan mau ngomong apa an? " tanya Reni
" tau tuh, mungkin mau ngrayu aku minta tolong biar bisa balikan lagi sama kamu"
" hisss jangan dengerin omongan dia pokoknya An, aku gak sudi balikan lagi sama dia "
"oke "
Acara wisuda telah usai semua berjalan dengan lancar. Ana meninggalkan ibunya sebentar untuk menemui johan.
" buk aku tinggal sebentar gapapa kan, aku mau menemui temenku dulu" kata Ana
" iya gapapa An, lagian adikmu masih seneng disini"
Ana berjalan ke taman menemui johan.
"kenapa nyuruh aku kesini, aku gak bisa lama udah di tunggu ibuku" kata Ana menghampiri johan.
"An aku cuma mau minta maaf sama kamu atas kejadian waktu itu, dan aku... aku.. sampai saat ini masih mengaharapkan kamu an"
" udah itu aja ngomongnya, aku pergi"
" tapi an... an... "
Ana pergi meninggalkan johan yang masih memanggilnya.
"Ann suatu hari nanti aku akan dapatin kamu" ucap johan dalam hati.
Waktu pun berlalu tiba saatnya Ana untuk berangkat kerja ke kota A, disana dia ngekos bersama Reni. Tanpa Ana sadari pensil yang di berikan Andre masih ada di dalam tasnya, tas yang biasa dia gunakan untuk latihan sekarang dia bawa berangkat kerja untuk menaruh barang-barangnya.
FLASBACK OFF
Jam delapan Reni pulang dari kampusnya.
"Assalamualaikum" salam Reni
" Waalaikumsalam " jawab Ana yang sedang packing barang-barangnya.
" jadi pergi An? "
" ya jadilah ren"
" hmmm" Reni cemberut
" haha ngapain kamu cemberut, jelek tau"
" kamu gak sedih apa ninggalin aku? "
" enggak "
" ihhh kamu jahat" ucap Reni kesal
__ADS_1
" hahaha " Ana ketawa terpingka-pingkal melihat ekspresi sahabatnya itu.
" yaudah aku mandi dulu" kata Ana meninggalkan Reni pergi ke kamar mandi.
" An kamu belum cerita tentang mimpi kamu"
"ntar ya habis mandi"
Sementara Ana mandi, Reni memainkan hpnya sambil duduk di kursi meja rias.
"eh ini pensil siapa kok baru liat, apa punya Ana, tapi kan dia gak suka warna pink" kata Reni sambil memperhatikan pensil tersebut.
"Ren, lagi ngapain? " kata Ana melihat Reni duduk sambil mengamati sesuatu.
" An ini punya kamu? " Reni menjukkan pensil itu kepada Ana.
" ya itu sebenarnya punya Andre, waktu itu pas latihan dia minjemin aku, ee kebawa kesini soalnya didalam tas itu terus" kata Ana menunjuk tas slempang warna hitam.
" kok warnanya pink sih, lucu banget, haha" Reni ketawa membayangkan kalau Andre penyuka warna pink, cucok dong.
" yaudah nih" Reni menyerahkan pensil itu kepada Ana
"buat apa, taruh sini aja atau di buang"
" yakin mau di buang? " kata Reni menggoda Ana
"yakinlah"
"gak nyesel"
"gak"
Reni memasukkan pensil tersebut kedalam tas Ana.
" ini sebagai tanda, kalau nanti kamu di kota X bertemu lagi sama Andre, itu tandanya kamu jodoh sama dia"
" ngomong apaan sih Ren, udah ah sebentar lagi pak roby datang aku mau ganti baju"
Keasyikan ngobrol sampai-sampai Reni lupa kalau ingin menanyakan tentang mimpi Ana semalam.
drtt.. drrtt..
HP Ana berbunyi.
Ana : hallo Assalamu'alaikum pak roby
Pak Roby : Waalaikumsalam, An saya sudah berada di depan gang kos mu.
Ana : oh baik pak saya akan segera kesana.
Pak Roby : oke An.
Panggilan pun di akhiri.
"Ren, aku udah ditunggu sama pak Roby di depan gang, aku berangkat ya" pamit Ana yang memakai celana jeans hitam dipadukan dengan hem kotak-kotak biru tak lupa sepatu kets warna putih kesayangannya yang sudah terlihat buluk, dan juga jilbab hitam yang menutupi rambut membuatnya terlihat lebih tertutup.
Ya setelah lulus sekolah Ana dan Reni merasa mendapatkan hidayah sehingga memutuskan untuk memakai jilbab meskipun masih belum sempurna , tapi mereka akan berusaha menyempurnakannya karena semua perlu proses.
" Ya An kamu hati-hati, meskipun sebenarnya aku berat melepasmu pergi.. hiks.. hikss" ucap Ana sambil merengek seperti anak kecil
" Ah lebay lu"
" yaudah aku antarin kamu sampai depan"
__ADS_1
Mereka berjalan menuju depan gang menghampiri pak Roby.
"bye Ren, Assalamualaikum" pamit Ana lagi sambil menjinjing tas besar berisi barang-barangnya dan juga tas slempang yang slalu dia bawa ketika bepergian masuk kedalam mobil pak roby.
" Waalaikumsalam An hati-hati" jawab Reni sambil menyeka air matanya yang lolos begitu saja.
"daaaaaa Reni sayang " Ana melambaikan tangan ketika mobil sudah mulai dijalankan.
"daaaaaa Anaaaa" Reni pun melambaikan tangan melepas kepergian sahabatnya.
"semoga kamu menemukan kebahagiaan mu disana an" doa Reni dalam hati.
Sementara di perjalanan Ana menghubungi ibunya kalau dia sudah berangkat karena tadi belum sempat berpamitan.
tut.. tut.. tut..
ibuk : hallo Ana Assalamu'alaikum
Ana : Waalaikumsalam buk, Ana sudah dalam perjalanan ke kota X buk.
Ibuk : kamu hati-hati ya, jaga kesehatan, jaga diri baik-baik.
Ana : iya buk pasti itu, Adik lagi ngapain buk?
Ibuk : itu dia lagi main sama temen-temen nya
Ana : ohh yaudah telponnya Ana tutup ya buk, nanti kalau sudah sampai Ana kabari lagi.
Ibuk : iya nak
Ana : Assalamualaikum
Ibuk : Waalaikumsalam
Tiga jam perjalanan yang melelahkan akhirnya sampai ditempat tujuan.
"Apa sudah sampai pak? " tanya Ana kepada pak Roby
" Sudah An, ayo turun"
Ana turun dari mobil membawa barang-barangnya masuk kedalam.
" ini cafenya pak? " tanya Ana
" iya ini cafenya, kamu tidur nya di belakang, disana ada mes karyawan"
" waowww besar banget cafenya"
" Iya An, makanya kerjamu harus lebih giat, oke"
" siap pak" kata Ana sambil mengangkat tangannya dengan sikap hormat.
"ayo bapak anter ke belakang"
Ana mengikuti pak Roby dari belakang, sambil melihat-lihat tempat kerjanya yang baru, masih ada beberapa tukang yang masih menyelesaikan pekerjaanya.
"Nah ini tempatnya" kata pak Roby menunjukkan mes karyawan yang akan ditempati Ana.
"Nanti akan ada dua temen perempuan lagi yang akan tinggal disini, jadi kamu tidak sendirian" kata pak Roby
" oh iya pak"
" yaudah hari ini kamu istirahat ya, karena besok sudah soft opening .Teman-teman mu sebentar lagi juga akan datang" kata pak Roby sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
__ADS_1
bersambung