
" An, ada yang nyariin kamu dia duduk di teras" kata Amel menghampiri Ana yang sedang mengambil makanan dari dapur.
" siapa? " tanya Ana
" gak tau liat aja sendiri" jawab Amel lalu pergi kedapur.
Setelah mengantarkan makan ke customer Ana pun keluar ke teras untuk menemui seseorang yang mencarinya.
" Reni.... " teriak Ana ketika melihat sahabatnya itu beneran datang.
" Ana..... " teriak Reni juga lalu mereka pun berpelukan untuk melepas rindu.
" aku kira kamu gak beneran datang" ucap Ana melepas pelukan mereka.
" ya datang lah, aku kangen banget sama kamu" kata Reni memeluk sahabatnya kembali, sampai ada orang yang berdehem, dan Reni pun melepas pelukannya.
EHEMM...
" Eh sampai lupa, An kenalin ini Riko pacar aku" kata Reni memperkenalkan Riko
" Aku Ana " Ana memperkenalkan diri sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
" Aku Riko " ucap pacar Reni menarik tangannya kembali karena ingin berjabat tangan tapi Ana menolaknya.
"Ren mau pesen apa? " tanya Ana
" emmmm... pokoknya yang seger-seger, kamu pesen apa sayang? " tanya Reni kepada Riko.
" samain ajalah" jawab Riko dengan senyumannya yang mengembang.
" oke tunggu sebentar aku pesenin dulu" kata Ana lalu masuk kedalam cafe untuk memesankan minuman.
"An kamu marah sama aku" tanya Johan ketika Ana mengambil minuman untuk Reni.
" enggak kok " jawab Ana lalu pergi sebelum johan bicara lagi.
" silahkan di nikmati kakak" ucap Ana memberikan minuman itu kepada Reni dan Riko sambil cengengesan.
" hahaha eh An, kamu selesai kerja jam berapa?" tanya Reni
" jam enam sore ren" jawab Ana
" gimana kita jalan-jalan ntar pas kamu udah selesai kerja, sekarang aku mau ke rumah pamannya Riko"
" emmm oke, sory ya sekarang aku masih jam kerja jadi gak bisa nemenin kalian" ucap Ana sedikit memelas.
" gapapa An, yaudah sana kamu kembali kerja, aku juga udah mau berangkat tadi Riko di telpon sama pamannya"
" oke Ren, sampai ketemu nanti ya" ucap Ana memeluk sahabatnya.
" Assalamu'alaikum " pamit Reni dan Riko.
__ADS_1
" Waalaikumsalam, hati-hati Ren"
Jam enam sore waktunya Ana untuk pulang. Dia ke mes dulu mandi, sholat dan siap-siap untuk ketemu sama Reni.
Ketika Ana keluar dari mes, Johan berada di luar masih belum pulang.
"Johan ngapain kamu, belum pulang? " tanya Ana ketika melihat Johan berdiri di depan pintu.
" Aku mau ngomong An" jawab Johan
" sory, aku ada janji"
" sama Andre?" tanya Johan yang gak bisa menahan rasa penasaran.
" kamu tau Andre? " Ana malah balik nanya.
" Aku tau pas kemarin malam di pantai, aku juga tau kamu ngapain sama dia, apa karena itu kamu gak bisa nerima aku? " tanya Johan antusias.
" Bukan Johan bukan karena itu, aku harus pergi aku udah di tunggu Reni"
" Reni, dia di kota ini? " tanya Johan yang agak kaget Reni ada disini.
" iya aku ada janji sama dia"
" Aku anterin kamu, aku juga mau ngomong sama Reni" kata Johan
" yaudah "
Sampailah mereka di sebuah taman.
" kamu tunggu disini sebentar, aku nyamperin Reni dulu, takutnya dia shock pas liat kamu" kata Ana menyuruh Johan untuk menunggu.
" iya pergilah dulu" ucap Johan pasrah.
"Ren... " panggil Ana yang melihat Reni duduk di sebuah kursi taman.
" An.... " jawab Reni sambil melambaikan tangan.
" kamu sendirian, mana Riko? " tanya Ana karena tidak melihat pacarnya Reni itu.
" Dia ada urusan sama pamannya, tadi aku di anter di depan" jawab Reni dengan wajah yang tanpa expresi.
" ehh Ren, kamu jangan kaget ya"
" kenapa? " tanya Reni penasaran.
" sebenarnya aku satu kerjaan sama Johan, dan dia juga ikut kesini katanya mau ngomong sesuatu sama kamu" kata Ana menjelaskan.
" Jadi selama ini kamu satu kerjaan sama dia, kenapa kamu gak cerita An? " tanya Reni meminta penjelasan.
" Sory Ren, aku gak bermaksud cuma aku gak pengen kamu inget lagi sama dia, aku gak pengen kamu inget sakit hati kamu lagi" Kata Ana panjang lebar, lalu Reni memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
" gapapa An, aku juga udah melupakan semuanya tentang dia, thanks ya" Reni melepas pelukannya.
" Trus Johan dimana katanya mau ngomong sesuatu? " tanya Reni memantapkan hatinya untuk bertemu dan bicara lagi sama mantan pacarnya itu setelah beberapa tahun tidak bertatap muka.
" Dia di depan, bentar aku panggilin " kata Ana lalu pergi untuk menemui Johan.
"Johan, sorry lama, ayo Reni udah aku kasih tau kalau kamu disini" kata Ana mengajak Johan. Lalu mereka berdua menemui Reni.
"Ren... " panggil Johan ketika melihat Reni sedang duduk sendirian.
" hay Johan " jawab Reni dengan tenang.
" Aku tinggal ya, biar kalian bisa leluasa ngobrolnya " kata Ana lalu pergi meninggalkan mereka berdua ke tempat ayunan yang lumayan jauh dari mereka.
"Ren.... maafin aku waktu itu... " ucap Johan
" aku udah maafin kamu kok, dan aku juga tau sebenarnya yang kamu sukai itu Ana, bukan aku" jawab Reni sambil menahan air matanya.
" Kok kamu bisa tau? " tanya Johan
" Ana itu sahabat aku dari kecil, aku tau semuanya tentang dia, dan foto itu dia memakai baju yang sama pas kita mau pergi pengajian" jelas Reni panjang lebar.
" Kamu tau tapi kamu gak marah" tanya Johan penasaran.
" Aku gak bisa marah sama Ana, karena dia gak salah, aku juga gak marah sama kamu itu sudah masa lalu, Johan kalau kamu beneran sayang sama Ana, tolong jangan sakiti dia" Kata Reni dengan tulus.
" Ren, apa kamu tau hubungan Ana dengan Andre? "
" Mereka hanya berteman, Ana menyukai Andre semenjak sekolah SMP, tapi Ana tak pernah mengungkapkan isi hatinya sampai sekarang, kalau kamu tulus menyayangi Ana, kamu harus memenangkan hatinya, karena sampai saat ini hanya Andre yang menguasai hatinya"
" makasih Ren, kamu udah ngedukung aku" ucap Johan merasa lega.
" iya sama-sama, aku bahagia jika sahabatku bahagia" kata Reni dengan memasang senyum manisnya.
" Kalau gitu aku pergi dulu, kalian pasti ingin menghabiskan waktu berdua " ucap Johan sambil berdiri dan merapatkan jaketnya.
" iya hati-hati Johan " jawab Reni
" Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam "
Johan pergi meninggalkan Reni, dan Reni melihat kalau sahabatnya itu sedang main ayunan dengan anak-anak kecil, akhirnya dia menyusulnya.
" An... " panggil Reni menghampiri Ana
" Ren... ayo ikut main"
Mereka bermain bersama anak-anak dengan riang gembira seakan kembali ke masa kecil. Canda tawa teriakan dari anak-anak kecil itu membuat Ana dan Reni merasa bahagia.
Tak terasa waktu sudah hampir malam merekapun memutuskan untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.
__ADS_1
bersambung