Simfoniku

Simfoniku
KEBERSAMAAN


__ADS_3

"yaaa nanti habis istirahat kan bisa, kangen-kangenannya" kata bu Yani meyakinkan anak keduanya itu.


" yaudah deh, kakak istirahat dulu sana, aku sama ibuk mau masakin makanan kesukaan kakak" kata nisa melepaskan diri dari gendongan Ana.


" emangnya mau masak apa?" tanya Ana penasaran.


" Ada dehhh " jawab Nisa memamerkan deretan gigi-giginya.


" Ana kekamar dulu ya buk" ucap Ana lalu melangkah masuk kedalam kamar kesayangannya itu.


" hmmm... nyaman banget nih kamar " ucap Ana sambil merebahkan diri di kasur ukuran 1x2 m itu dan diapun tertidur.


tok.. tok.. tok...


" An, bangun udah sore loh " ucap bu Yani membangunkan anak sulungnya itu.


" iya buk " sahut Ana belum sadar sepenuhnya.


CEKLEK..


" jam berapa buk? " tanya Ana


" udah jam empat sore " jawab bu Yani


" Ana sholat dulu bu " ucap Ana pergi ke kamar mandi untuk wudlu.


" Ayo makan dulu An, ini sayur kangkung kesukaan kamu" ucap bu Yani menata makanan di atas meja.


" Nisa yang motongin sayurnya lo kak" sahut Nisa


" pantesan besar-besar gini.. haha" kata Ana meledek Nisa, yang di ledek memasang muka cemberut.


"Awww.. sakit kakak" pekik Nisa karena mendapat cubitan di pipi tembemnya itu.


" hahaa abisnya gemes " jawab Ana sembari mengambil nasi dari dalam magicom.


" udah-udah ayo makan nanti keburu dingin" Ajak bu Yani mendamaikan anak-anaknya yang ricuh.


Keluarga itu menyantap makanan dengan lahap nya dan di iringi candaan dari kakak beradik itu.


"kak... kakak gak balik lagi kan?" tanya Nisa dengan polosnya saat mereka sedang menonton film masha & the bear kesukaan Nisa.


" ya balik lagi dek" jawab Ana sambil mengotak atik hpnya yang belum sempat dia hidupkan kembali.


" yaaa kak, gak usah balik ya.. di rumah aja sama aku " rengek Nisa


" kakak kan harus nyari uang dek, buat kita semua " jawab Ana sambil memegangi kedua pipi adiknya yang tembem itu.


Nisa hanya cemberut mendengar penuturan adiknya itu.


"kenapa anak ibuk kok cemberut gitu? " tanya bu Yani yang keluar dari kamar mandi.


" kakak jangan di bolehin balik buk" ucap Nisa merayu ibunya.

__ADS_1


" iya An,, kamu gak cari kerja deket-deket sini aja biar kita bisa kumpul terus? " tanya bu Yani sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


" pengennya sih gitu buk, tapi disana gaji Ana udah lumayan, kan sayangg kalau harus di tinggal dan nyari lagi disini tapi belum tentu dapat yang seperti itu lagi" jawab Ana sembari membuka hpnya yang ternyata ada pesan dari johan.


Johan : An, kok cuma di read doang?


Johan : An kamu sampek mana?


Johan : An kamu gapapa kan?


Johan : An bales dong..


Dan lima panggilan dari Johan yang tak terjawab.


" huhhhh gara-gara Andre ini" omel Ana


" kak Andre yang tadi ya kak? kakak pacaran sama kak Andre?" tanya Nisa dengan antusias.


" Anak kecil gak boleh pacar-pacaran" jawab Ana dengan sewot karena adiknya sudah ngerti tentang pacar-pacaran.


drttt..... drtttt....


Ana : halo ya johan kenapa, sory tadi batre aku lowbet.


Johan : syukurlah, kamu udah sampek rumah?


Ana : iya aku udah sampek kok.


Johan : yaudah kamu istirahat ya..


sambungan telepon terputus.


" nah yang ini pasti pacar kakak? " tanya Nisa lagi.


" kakak kan sudah bilang anak kecil gak boleh pacar-pacaran" jawab Ana dengan kesal.


"sudah-sudah kalian ini masak ketemu sebentar aja udah ribut" kata bu Yani melerai kedua anaknya.


" kamu kok bisa di antar Andre An? " tanya bu Yani


" eee kebetulan aja buk ketemu dia di jalan" jawab Ana yang sebenarnya dia juga gak tau kenapa Andre tiba-tiba datang pas dia di jambret.


" kamu gak pacaran sama Andre? " tanya bu Yani


" lah ibuk kok jadi kayak adik sih, nanya-nanya pacar segala, ya gak lah buk Andre itu cuma temen" jawab Ana agak kesal,tapi sebenernya dari dasar lubuk hatinya yang paling dalam dia menginginkan lebih dari teman.


Malam ini Mereka berkumpul bersama berbagi cerita canda dan tawa. Ana merasa bahagia karena bisa kumpul lagi sama keluarganya.


Tiba-tiba Ana kepikiran sesuatu.


"buk ayah gak datang kesini lagi kan? " tanya Ana


" sebenarnya ada yang ingin ibu omongin An" kata bu Yani menatap mata Ana

__ADS_1


" kenapa buk? "tanya Ana penasaran.


" kemarin ayahmu datang dan dia minta balikan lagi sama ibuk" ucap bu Yani menahan air matanya.


" Apaa.. terus ibuk mau, setelah apa yang ayah lakukan sama kita dulu"


" ibuk belum jawab karena ibuk juga harus ngasih tau kamu dulu" Air mata bu Yani jatuh tanpa di minta.


" buk jangan nangis" ucap Ana seraya mengusap air mata ibunya.


" sebenarnya ayahmu gak seperti yang kamu pikirkan An, ternyata waktu itu ayahmu dijebak gara-gara anak bosnya menyukai ayah kamu, trus ayahmu dipaksa untuk menikahinya karena hamil dan meninggalkan kita, tapi beberapa tahun belakangan ini ayahmu curiga trus dia melakukan tes DNA ternyata anak itu bukan anak ayah kamu, dan sekarang ayahmu sedang proses perceraian makanya dia minta balikan lagi sama ibuk" ungkap Bu Yani panjang lebar dan tak kuasa menahan air matanya yang terus mengalir.


Ana shock mendengar cerita ibunya, apakah itu benar apakah ayahnya berbohong.


" ayahmu menunjukkan hasil tes DNA dan menunjukan rekaman dia sama istrinya ketika istrinya jujur tentang anak itu sama ibuk, itulah yang membuat ibuk percaya bahwa ayahmu tidak berbohong An" ucap bu Yani meyakinkan Ana.


" jadi selama ini kita salah paham sama ayah buk? " tanya Ana sambil membelai rambut adiknya yang daritadi hanya menyimak obrolan dua orang beda generasi itu.


" iya An,, kamu mau kan nerima ayah kamu lagi? " tanya bu Yani, Anapun diam sambil berfikir.


"Ayah sekarang tinggal dimana buk? " tanya Ana


" Dia ngontrak di dekat sekolahanmu SMA An"


" Apa boleh Ana kesana menemui ayah? "


" iya boleh An, ayahmu pasti seneng banget"


" kalau gitu besok aku akan kesana buk" kata Ana


" aku boleh ikut kak? " tanya Nisa yang akhirnya membuka suara.


" boleh dong, kita kerumah ayah bareng-bareng"


" asyikkk " ucap Nisa kegirangan.


**


Ayam berkokok bersaut-sautan menandakan hari sudah pagi, gadis itu masih terlelap didalam selimut tebalnya.


tok... tok.. tok..


"kak udah subuh,, ayo sholat berjamaah" ucap Nisa yang membangunkan kakaknya, namun tak ada jawaban.


tok.. tok.. tok..


" kakkk.... " panggil Nisa lagi


"iyaaa" jawab Ana yang matanya masih terpejam.


" hoammm... masih ngantuk aku, tapi udah subuh" ucap Ana sambil keluar kamar lalu mengambil air wudlu.


Mereka pun melaksanakan sholat berjamaah, dan bu Yani sebagai imamnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2