Simfoniku

Simfoniku
PERNYATAAN


__ADS_3

" An kamu mau kan jadi pacar aku? " ucap Johan menembak Ana.


" Eee maaf Johan aku gak bisa " kata Ana menolak Johan dengan terang-terangan.


" An kamu tatap mata aku, apa kamu melihat kebohongan" ucap Johan memegang pipi Ana dengan dua tangannya.


" bukan itu maksud aku, aku gak mau ada sa


lah paham antara aku dan Reni, dia itu sa


habat aku, gimana perasaan dia kalau mantannya nembak sahabatnya sendiri" ungkap Ana lalu dia pergi meninggalkan Johan yang masih berdiri di tepi laut.


Ana pergi mengikuti langkah kakinya entah kemana. Dia masih mencerna omongan johan, ternyata benar apa yang dikatakan Amel kalau johan suka sama dia. Gimana kalau sampai Reni tau, apakah dia bakalan marah.


"Ren maafin aku, aku gak pernah punya niatan buat ngerusak hubungan kamu sama johan. itu semua di luar dugaanku" ungkap Ana dalam hati.


Semilir angin laut menerbangkan jilbab hitam milik gadis itu. Matanya menatap kearah laut yang luas itu, mencoba menenangkan pikirannya yang semrawut.


"Maaf johan aku gak bisa nerima kamu" ucap Ana ketika merasa ada seseorang yang duduk di sampingnya.


" kamu masih meyukaiku? " tanya orang itu yang ternyata adalah Andre, Ana pun menoleh, dia kaget setengah mati.


" Andre... kamu ngapain disini? " tanya Ana yang merasa aneh dengan kedatangan Andre.


" trus apa maksud kamu, nanya gitu, mana pernah aku suka sama kamu, jangan GR" ungkap Ana merasa salah tingkah.


Andre hanya diam memandangi laut lepas.


" Ndre kamu denger gak sih apa yang aku omongin? " tanya Ana tapi Andre masih tetap diam


"Ndreee... " panggil Ana yang masih tak mendapatkan respon.


" arrghh udahlah capek ngomong sama kamu, kayak orang gila ngomong sendiri" ucap Ana sambil berdiri ingin pergi tapi ketika melangkah tangannya ditarik oleh Andre dan...


BRUGHH..


Ana terjatuh dan tak sengaja memeluk andre. Jantungnya serasa berhenti berdetak, jarum jam terasa berhenti berputar.


Ana reflek langsung bangun, dia salah tingkah , bingung sendiri melihat wajah Andre entah ekspresi apa itu.


Dibalik kejadian itu ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua dan orang itu merasa geram.


"aku antar pulang, udah malam" ajak Andre sembari bangkit dari duduknya.


Ana merasa tidak punya muka dihadapan Andre, dia hanya bisa menunduk mengikuti langkah kaki Andre.

__ADS_1


Seperti sebelumnya Andre memasangkan helm di kepala Ana. Lalu Ana menaiki motor Andre.


"bisa-bisanya dia bersikap biasa aja setelah apa yang terjadi, apa dia juga seperti ini kesemua cewek, dasar orang aneh tiba-tiba muncul kayak hantu" gerutu Ana dalam hati masih membayangkan kejadian barusan, seharusnya dia merasa senang kan bisa sedekat itu dengan orang yang dia cintai tapi entah kenapa gara-gara sikap Andre yang cuek, blagu dan suka maksa itu membuat rasa benci lebih mendominasi di hatinya.


Perjalanan di iringi gerimis kecil tapi lama-lama semakin deras. Andre pun menghentikan motornya di depan sebuah ruko untuk berteduh.


"Nih.. " Andre melepas jaketnya dan memberikan kepada Ana yang terlihat kedinginan.


" gak perlu " jawab Ana sambil memandangi tetesan air hujan yang membasahi jalanan.


Ketika Andre ingin memakaikan jaket di badan Ana, Ana malah berlari ke jalanan untuk menyelamatkan anak kucing yang kehujanan. Andre memasang wajah seperti orang kesal.


" pus pus aduhh kasian kamu kehujanan, ibu kamu dimana?" tanya Ana kepada anak kucing yang di bawanya berteduh.


Anak kucing itu hanya meong- meong saja.


" Mana jaketmu" tanya Ana kepada Andre.


Andre pun menyerahkan jaketnya ke pada Ana. Ana meminta jaket bukan untuk dirinya tapi untuk menyelimuti anak kucing yang basah kuyup dan kedinginan itu.


Andre hanya memasang muka tambah kesal. Tapi ia bisa sabar.


Hujan Reda dua insan itupun melanjutkan perjalanan.


" Makasih udah nganterin, nih jaket kamu... eee apa aku cuciin dulu? " kata Ana ketika mereka sampai di depan cafe yang sudah mau tutup.


" eh tunggu jangan pergi dulu " cegah Ana ketika Andre ingin menstart motornya.


" kenapa? " tanya Andre memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket.


" tadi kamu kenapa bisa tiba-tiba ada di pantai, trus kamu tadi bilang.... " Belum sempat Ana melanjutkan omongannya Andre terlebih dahulu memotongnya.


" gak, gapapa tadi aku cuma kebetulan lewat, yaudah aku balik" pamit Andre lalu menstart motornya dan mengendarainya meninggalkan Ana yang masih berdiri dengan pikiran yang rumit.


" Dasar aneh banget tu orang, sikapnya kadang baik kadang ngeselin" ucap Ana memasuki area cafe dan langsung menuju mes.


***


" An bangun woy kamu kan shift pagi " kata Amel membangunkan Ana yang masih terlelap meskipun sudah jam sembilan, karena dia tidur lagi tadi setelah sholat subuh.


" haaa... jam berapa ini Mel? " tanya Ana langsung bangun karena kaget.


" jam sembilan An... " jawab Amel yang sudah selesai mandi.


Ana kembali merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


" Masih ngantuk aku" ucap Ana yang matanya masih lengket.


" yaudah sana mandi biar seger, kamu ditungguin seseorang di depan" kata Amel sambil make up an.


" siapa, cewek? " dia berfikir kalau itu Reni tapi kenapa pagi-pagi banget.


" Johan, kayaknya dia emang naksir berat deh sama kamu An, eh tadi malam kalian keluar bareng kan, kemana aja, apa kalian udah jadian? " tanya Amel panjang lebar tapi gak ditanggapi sama Ana.


" Aku mandi dulu" pamit Ana


Amel merasa kesal karena pertanyaannya gak dijawab.


" ngapain sih johan, kurang kerjaan apa jam segini udah datang" tanya Ana dalam hati lalu masuk kedalam kamar mandi.


Karena menunggu Ana lama, akhirnya Amel ke cafe duluan.


" Ana mana Mel? " tanya Johan yang sedang prepare.


" Masih siap-siap tau tuh lama banget, padahal aku udah ngasih tau kalau kamu nungguin dia" Jawab Amel sambil absensi.


" eh tadi malam kalian kemana? kalian udah jadian ya? tanya Ana beruntun.


" kita ke pantai, dannnn aku di tolak" jawab Johan dengan jujur.


Amel pun tertawa dengan kejujuran Johan.


"Assalamualaikum" salam Ana baru datang, dia merasa canggung dengan Johan.


" Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.


" panjang umur nih baru di omongin udah nongol" kata Amel melihat Ana yang sedang absensi.


Ana tidak menghiraukan Amel, dan pergi untuk membersihkan halaman depan.


" Jangan nyerah dong Johan, cinta harus diperjuangin" kata Amel memberi semangat kepada Johan.


" Ya Mel, makasih dukungannya" ucap Johan sambil melihat Ana lewat kaca jendela.


Untuk sekarang ini Ana tidak ingin bicara dengan Johan, apalagi Reni akan datang kesini. Ana takut Reni akan salah paham.


Hari menjelang siang.


" An, ada yang nyariin kamu dia duduk di teras" kata Amel menghampiri Ana yang sedang mengambil makanan dari dapur.


" siapa? " tanya Ana

__ADS_1


" gak tau liat aja sendiri" jawab Amel lalu pergi kedapur.


bersambung


__ADS_2