
" eh maksudku, kita bertegur sapa kok, kamu aja yang gak tau" Ana membohongi Reni
"ohhh gitu" Reni cuma manggut-manggut
"Andre semangat" teriak siswa perempuan di seberang lapangan sambil membawa papan nama yang bertuliskan *ANDRE*
Ana melirik kearah gadis yang berteriak, bersorak-sorak dengan teman-teman nya itu.
"itu kan cewek yang sama andre waktu itu" ucap Ana dalam hati mengingat ingat kalau dia pernah bertemu dengan cewek itu.
"An itu siapa sih yang teriak-teriak, kayak kesetanan tau gak" kata Reni menunjuk siswa perempuan yang menyemangati Andre.
" Mana gue tau" jawab Ana
"hiissshhh"
"beruntung banget ya, si santi punya pacar ganteng, pinter main futsal" ucap siswa perempuan yang duduk di belakang Ana dan Reni.
"iya beruntung banget, hmmm andaikan Andre jadi pacarku" jawab siswa yang lain tak kalah heboh
" jangan ngimpi,, Hahahaha" mereka ketawa bersama.
Mendengar pembicaraan siswa-siswa tersebut, hati Ana terasa sakit.
"jadi dia pacarnya, hmmm pantas aja, dia kan cantik, bodoh banget kan aku, penampilanku aja kayak gini cantik juga enggak, mana cocok sama Andre" ucap Ana dalam hati dia merasa minder atas perasaannya.
Reni pun ternyata mendengarkan pembicaraan siswa-siswa dibelakangnya.
"An.. " ucap Reni
"hmmm"
" kamu gak cemburu? "
" sama? "
" sama Andre, itu kan yang nyemangatin, pacarnya"
"kenapa aku harus cemburu, apa hubungannya coba? " kata Ana menatap Reni
" udahlah An gak usah bohong lagi"
" makaudmu? "
" aku itu kenal kamu udah luamaa banget, kamu gak bisa bohong dari aku An"
"aku semakin gak ngerti deh ren, maksud kamu apa coba? "
"kamu suka kan sama Andre? "
" enggak, apaan sih kamu" kata Ana menyangkal perasaannya.
" ni anak gak mau ngaku juga, apa mau aku gelitikin sampai ngaku haaaa"
"ya ya kamu kok tau? "
" ya taulah dilihat dari tatapan mata kamu, pas ngeliat Andre"
"masak sih Ren, keliatan banget ya? "
"duhhh apa jangan-jangan Andre udah tau perasaanku, makanya dia ngejauhin aku, huhhh bodoh bodoh, Ana kenapa sih kamu harus suka sama Andre.. a argghh" ucap Ana dalam hati.
__ADS_1
"ya cuma orang tertentu sih yang bisa ngeliatnya" kata Reni
"kayak hantu aja sih Ren, hiii,, menurut kamu apa Andre tau perasaanku ini? "
"emmmm kayaknya sih dia udah tau deh" kata Reni
JEDUARRR
Seperti tersambar petir disiang hari.
"haduhh trus gimana ini Ren? "
" ya kamu harus ngungkapin perasaan kamu secara langsung"
"Apaa... gak gak ngaco kamu, nanti aku disangka pelakor lagi"
" trus mau sampai kapan kamu pendem perasaan kamu ini, gak sakit apa? "
" sampai aku lelah"
" huhhh dasar bucin" ledek Reni
" aku bucin, kamu kale yang bucin tiap hari nempel aja sama johan kayak prangko" Ana gak terima di ledek Reni
"helloow.. aku sama Johan itu statusnya udah jelas, lah kamu cinta dalam hati doang, hahahaa" Reni ketawa terpingkal-pingkal
"andaikan kamu tau Ren, Johan itu ganjen sama semua cewek" ucap Ana dalam hati.
"huhhh dasar Reni nyebelin" Ana menjitak kepala Reni seraya berdiri dan melangkah pergi.
"sakitt Ann... "
"awas kamu ya"
Reni pun mengejar Ana, mereka kejar-kejaran seperti Anak kecil.
Prit... prit.. prit...
"ya teman-teman pertandingan futsal putra kali ini dimenangkan oleh kelas XI-C" ucap pembawa acara.
"yaaa kelas kita kalah An" ucap Reni merasa kecewa
" ya mau gimana lagi, namanya permainan ada menang ada kalah" kata Ana
" seneng loh, pujaan hatimu menang" nyinyir Reni
" pujaan hati dari hongkong"
Tim Johan kembali ke kelas untuk melepas lelah.
"Johan kamu kok bisa kalah sihh, nih minumnya? " kata Reni menghampiri johan yang sedang duduk lesehan di depan kelas sambil membawakan minum.
" tau tuh, makasih ya sayang minumannya" Johan tersenyum senang.
"mendengar omongan Johan, Lama-lama aku pengen muntah, mending aku keluar aja" ucap Ana dalam hati.
"Ren aku keluar dulu ya" pamit Ana
" mau kemana An" tanya Johan
" bukan urusan loh" jawab Ana judes
__ADS_1
"tunggu Ana, sebentar lagi kamu akan jatuh cinta sama aku" ucap Johan dalam hati sambil tersenyum licik.
"sahabat kamu tuh judes banget sih Ren, kalau gitu mana ada cowok yang mau sama dia" tanya Johan
" sebenarnya dia gak judes sih, tapi gak taulah kalau sama kamu kayak dia gak suka gitu, tapi dia itu sahabat aku satu-satunya aku sayang banget sama dia kayak keluarga sendiri" jawab Reni panjang lebar
"emmmmmm" johan hanya manggut-manggut.
Ketika Ana berada ditaman sekolah dia melihat Andre sedang berduaan dengan Santi. Dia gak bisa liat itu, hatinya akan sakit. Dengan tergesa-gesa dia berjalan kembali ke kelas, dan...
BRUKKK
Ana menabrak seseorang. Hampir saja dia terjatuh.
" Aww.. Johan kalau jalan liat-liat dong" omel Ana kepada Johan padahal jelas-jelas Ana yang salah jalan dengan buru-buru dan menunduk kebawah.
" heyy... bukannya kamu yang nabrak aku, eh kamu udah mulai suka ya sama aku, sampai pura-pura nabrak gitu" kata Johan penuh senyum kemenangan.
"hihhh najis, mana mungkin aku bisa suka sama cowok ganjen playboy kayak kamu, lagian kamu itu pacarnya Reni mana mungkin aku nikung sahabatku sendiri" bantah Ana panjang lebar.
Johan mendekat kearah Ana,
" jangan deket-deket" Ana memasang ke dua tangannya untuk menahan Johan.
" Ana aku tuh suka sama kamu" kata johan
" jangan macem-macem kamu johan, aku sumpahin kamu akan segera di putusin sama Reni"
" Ya gapapa diputusin kan aku sukanya sama kamu, bukan sama Reni"
" brengsek kamu" Ana menendang kaki Johan lalu dia segera pergi.
" awas kamu Ana, tunggu pembalasanku" ancam Johan
Disisi lain ada dua pasang mata yang memperhatikan kejadian itu, dan salah satunya mengepalkan tangan begitu marah.
Ana kembali ke kelas dengan wajah marah.
" An darimana aja sih, dicariin juga tuh sebentar lagi kita bakalan tanding" kata Reni
" Ren kita harus bicara "
" husshh sana cepat ganti baju" Reni mendorong Ana untuk segera ganti baju.
"Tapi Ren.. "
"udah gak usah tapi-tapian, ayo cepat"
Akhirnya Ana menuruti kemauan Reni, dia akan bicara lagi nanti setelah pertandingan.
Prit.. prit.. prit...
"pertandingan selanjutnya, futsal putri kelas XI-B dan XI-C beri tepuk tangan yang meriah" kata pembawa acara.
para siswa pun bersorak-sorak meriah ketika pemain memasuki lapangan.
"oke sebelum bertanding kalian harus tau peraturaannya" kata wasit
Setelah wasit memberi tahu semua peraturan permainan, Tim Ana dan Tim Santi saling berjabat tangan. Tidak bisa bohong dalam hati Ana memang tidak suka dengan Santi.
bersambung
__ADS_1