
Mereka berdua memejamkan matanya meskipun sebenarnya susah bagi keduanya untuk terlelap. Jam menunjukan tengah malam, tapi mereka masih terjaga terbang dalam pikiran masing-masing. Setelah lelah berfikir akhirnya Ana tertidur, karena sebenarnya mata Ana sudah sangat mengantuk.
"pak awasss pak ada truk didepan" teriak ana
Pak roby yang kaget melihat ada truk didepannya, langsung ia membanting setir kekanan.
"Aaaaaaaaaaa......... " teriak ana lagi
Dan mobil itu terjun bebas kedalam danau. Setelah itu Ana sudah tidak ingat apa-apa lagi. Orang-orang di sekitar berteriak histeris melihat kecelakaan itu. Polisi, ambulan, Tim SAR datang dengan cepat karena mendapat informasi dari warga sekitar. Tim SAR mencari keberadaan Pak Roby dan Ana.
Pak Roby ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri lalu dibawa ambulance ke rumah sakit,namun sayangnya sampai malam Ana masih belum juga ditemukan. Hingga Tim SAR memutuskan untuk mencari Ana di hari kemudian.
Seorang pemuda berjalan-jalan disekitar danau, ia melihat lihat danau tersebut. Tapi ada sesuatu yang aneh di pinggir danau, seperti manusia. pemuda tersebut lalu datang menghampiri dan dia mendapati seorang gadis yang sedang pingsan atau sudah meninggal dengan baju basah kuyup dan compang camping. Diangkat gadis itu ke tepi dia memeriksa detak jantung dan denyut nadi.
"Dia masih hidup" batin pemuda tersebut
Tidak ada cara lain untuk membangunkan gadis tersebut selain memberikan nafas buatan, karena sepertinya dia terlalu banyak meminum air.
"Bagaimana ini, apa aku harus melakukan ini" pemuda tersebut berfikir sejenak karena kalau dibawa kerumah sakit pasti perjalanannya akan memakan waktu yang tidak sebentar dan itu akan membahayakan nyawa gadis tersebut.
Pemuda tersebut menarik nafas panjang dannnn........
"Aaaaaaa.... astagfirullah astagfirullah hal'adzim" Ana terbangun dari mimpinya dengan jantung yang berdetak kencang dan perasaan yang tidak menentu.
Mendengar teriakan Ana, Reni pun terbangun dari tidurnya, Karena dia juga tertidur sendiri setelah lelah berfikir.
"Ana.. kamu kenapa sih malam-malam teriak-teriak kayak orang kesurupan? " tanya Reni
Ana masih terdiam memikirkan mimpinya.
"Ann.. an helloww" sambil mengibaskan tangan di depan wajah ana.
"Ren... aku mimpi buruk, aneh pokoknya"
"mimpi apa hmmmm" menangkan ana yang masih belum sadar seratus persen.
__ADS_1
"sekarang jam berapa ren? " Ana balik bertanya
"Oh Astaga udah jam lima pagi an... aku ada kelas jam enam, Ann aku siap-siap dulu nanti aku pulang jam delapan pokoknya kamu harus ceritain mimpi kamu oke" ucap Reni sembari bergegas turun dari ranjang menuju Kamar mandi.
"Duhh mimpi yang aneh, semoga tidak terjadi apa-apa nanti pas berangkat, lebih baik sekarang aku ambil wudlu dan sholat subuh" Ana
Reni sudah siap dan segera berangkat ke kampus, sedangkan Ana packing barang-barang untuk dibawa ke kota X.
"Annn aku berangkat dulu, jangan lupa ntar ceritain mimpi kamu pas aku udah balik" pamit Reni
" yaaa Reni bawelll"
"Assalamualaikum Ana sayang" Reni mencium pipi Ana
" Waalaikumsalam, duhh najis kamu cium-cium"
" hehe... " yang mencium cuma cengengesan aja, berlalu keluar dari kosan.
Reni tidak terlalu fokus packing, dia memikirkan mimpinya. Sepertinya dia mengenal pemuda yang ada di dalam mimpi itu tapi siapa.
"Ini kan pensil waktu itu, Astaga aku sampai lupa, aku membawa pensil ini ke mana-mana. huhhh dasar bucin banget aku pensil jelek gini aja aku bawa terus, ehh tunggu" Ana mengingat ingat pemuda yang ada di dalam mimpinya.
"cowok itu kayak andre, haduhhh kenapa sih aku jadi mimpiin dia, andree kenapa sih kamu harus hadir dimimpiku bikin aku tambah benci sama kamu" kesal ana membentak bentakkan kakinya ke lantai.
FLASBACK ON
Aku sekolah SMP di Tuna Siswa, waktu kelas dua, aku satu kelas sama Andre. Kami mulai akrab karena yaa secara aku kayak anak cowok tomboy jadi gampang buat berteman sama anak cowok juga. Kami sering kerja kelompok bersama. Dan dari situlah aku menyadari ada sesuatu dalam diri Andre yang aku anggap spesial, Entah aku jatuh cinta atau hanya mengagumi dia yang wajahnya sih lumayan cakep trus dia jago main futsal,aku gak terlalu menganggap perasaanku dengan serius. Sampai suatu hari dia mengajakku untuk gabung dengan salah satu aktivitasnya yaitu olahraga beladiri. Secara aku pengen banget ikut yang namanya bela diri trus penampilanku juga tomboy kan jadi cocok banget.
"Ann.. nanti malam datang ke tempat latihan ku" ucap Andre pas waktu pulang sekolah.
"Oke ndre siap... tapi aku takut ndre"
"gapapa Ann... disana pelatih dan anak-anaknya baik baik kok, ada aku juga kan, katanya kamu pengen bisa beladiri"
"ehh iya ndre yaudah tunggu aku ya ntar malam, aku balik dulu" Ana pergi meninggalkan Andre yang masih berdiri didepan pintu kelas.
__ADS_1
Malampun tiba Ana berpamitan dengan ibunya dan berangkat ke tempat latihan.
"Bu Ana berangkat" pamit Ana
"Iya an,,, Hati-hati,, ibu udah berapa kali ngelarang kamu ikut gituan, masih aja ngeyel" ibu Ana sebenarnya tidak setuju Ana ikut bela diri
"hehe maafin Ana buk, ini bela diri kan untuk jaga diri buk"
"yaudah Ana berangkat ntar telat lagi, Assalamualaikum" sambil mencium tangan ibunya
"Waalaikumsalam"
Ana pun berangkat menggunakan motor bututnya yang sering mogok dan sering mendapat bulliyan dari teman-teman sekolahnya. Dan karena hal itulah dia tidak ingin menjadi gadis lemah, dia akan melawan setiap orang yang membulinya.
Sekitar 10 menit Ana telah sampai di tempat latihan. Disana sudah ada Andre para pelatih dan para siswa.
"Annn... " Andre menghampiri Ana di tempat parkir
"Ndre gimana ini aku takut" Ana menampilkam mimik wajah yang penuh dengan ketakutan
"Sudah gak usah takut, ayo" ajak Andre
Ana mengikuti Andre dibelakang dan bergabung dengan yang lain. Pertama sesi pengenalan, trus Ana di ajari dasar-dasarnya dulu.
"Ana kamu catat dulu ya materi hari ini trus istirahat" ucap pelatih Ana yang diketahui namanya mirza
"iya mas " Ana pun bergabung dengan yang lain, dia akan menulis materi tapi cuma ada buku didalam tasnya.
"perasaan tadi aku bawa bolpoint deh, tapi kok gak ada ya" gumam Ana dalam hati sambil mengacak-acak isi tasnya.
"kamu nyari apa An?" tanya Andre
"ehhh ndre boleh pinjem bolpoint kamu gak, aku lupa gak bawa"
"hehe aku juga lagi gak bawa bolpoin,, ehh tapi ini ada pensil, kamu gunain itu aja sementara besok diganti yang rapi" Andre menyerahkan pensil berwarna pink itu kepada Ana.
__ADS_1